Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 51


__ADS_3

Begitu sampai di dalam kamar, Lili segera meringkuk diranjang sedetik kemudian kedua bahunya terlihat naik turun yang menandakan bahwa dia sedang menangis. Dan lama kelamaan terdengar isakan dari mulut Lili.


Dina hanya diam saja, membiarkan Lili mengeluarkan rasa sesak itu. Sehingga setelah beberapa saat dan Lili terlihat tenang, Dina segera menghampirinya kemudian memeluk Lili dengan erat. Tanpa banyak kata, keduanya hanya saling memeluk seolah memberikan kekuatan satu sama lain.


Waktu terus berlalu, setelah puas menangis Lili merasa sangat mengantuk begitu pun dengan Dina. Akhirnya keduanya pun memutuskan untuk segera tidur. Karena besok pagi mereka sudah janjian akan makan bubur ayam bersama di lapangan dekat rumahnya yang biasanya tempat mangkal beberapa pedagang kaki lima.


...****************...


Keesokan harinya..


Dina sudah bangun terlebih dahulu, dia segera membersihkan diri kemudian membantu Ibunya di dapur dan membantu pekerjaan rumah lainnya. Dina sengaja membiarkan Lili yang masih tidur, karena memang semalam mereka berdua tidur terlalu larut apalagi Lili yang sambil menangis.


Ketika sedang asyiknya tidur, tiba-tiba saja ponsel Lili berdering yang menandakan bahwa ada panggilan dari seseorang. Tetapi Lili belum mengetahui siapa yang menghubunginya.


"Siapa sih, pagi-pagi telepon? Aduh pusing banget ni kepala." gumam Lili sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing akibat menangis terlalu lama.


Dan Lili membiarkan ponselnya berhenti berdering karena dia terlalu pusing untuk mengambil ponsel yang dia letakkan di atas nakas samping ranjang.

__ADS_1


Selang beberapa saat, ponsel Lili kembali berdering dan Lili sudah cukup kuat untuk beranjak dari tidurnya. Akhirnya dia segera meraih ponselnya dan melihat siapa orang yang menghubunginya.


"Halo..." sapa Lili dengan suara serak khas bangun tidur ketika dia sudah menggeser tombol hijau.


"Jam segini belum bangun? Cewek kog jam segini belum bangun. Patah hati boleh tapi jangan jadi malas donk." ledek seseorang dari seberang yang menghubunginya.


Lili hanya berdehem saja menjawab ledekan darinya.


"Tadi malam kamu datang ya ke nikahan Dwi?" tanya nya.


"Iya. Kamu kenapa gak datang? Kamu kan besti nya." jawab Lili.


Ya, yang menghubungi Lili adalah Jerry. Sahabat Dwi di perantauan. Jerry begitu perhatian dengan Lili, sehingga ketika Lili patah hati pun Jerry masih peduli dengannya dan menanyakan keadaannya.


"Ow sekarang lagi mudik ceritanya?" tanya Lili.


"Yoi.." jawab Jerry.

__ADS_1


Ketika sedang asyik bertelepon, tiba-tiba Dina masuk ke kamar.


"Uda bangun Li? Uda ayo buruan katanya mau ke lapangan makan bubur ayam. Uda laper ni, kamu ditungguin malah santai-santai disini." gerutu Dina, karena Dina belum tahu jika Lili sedang menerima telepon.


"Kamu dimana? Gak dirumah? Mau makan bubur ayam ya? Ikutan ya, ya uda ayo buruan ke lapangan." tanya Jerry ketika dia mendengar perkataan Dina.


Belum juga Lili menjawab Jerry sudah mematikan panggilannya.


"Orang aneh." gumam Lili sambil meletakkan kembali ponselnya di nakas kemudian menata tempat tidur Dina setelah itu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Dina mengerutkan keningnya karena melihat Lili yang mengomel dengan ponsel ditangannya.


Setelah keduanya siap mereka pun berangkat menuju ke lapangan. Yang biasanya orang gunakan untuk berolahraga tetapi tidak untuk kedua sahabat tersebut. Mereka hanya mau makan bubur ayam yang menjadi langganan mereka.


...****************...


Tetap semangat kak 💪

__ADS_1


Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏


__ADS_2