Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 17


__ADS_3

Didalam perjalanan keduanya hanya diam saja tanpa ada yang membuka suara. Karena Dwi masih merasa kesal dengan sikap Anto yang terang-terangan mendekati Lili. Sedangkan Lili tidak tahu akan ngomong apa. Sehingga jika orang melihat mereka seperti pasangan kekasih yang sedang berantem.


Begitu sampai didepan rumah Lili, Dwi segera berhenti dan Lili pun turun serta melepas helm dan memberikan kepada Dwi.


"Trima kasih uda antar aku pulang." ucap Lili sebelum dia benar-benar masuk ke dalam rumah.


"Hmm.." jawab Dwi singkat.


"Nanti jangan berangkat sama siapa-siapa tunggu aku kita berangkat bareng!" lanjut Dwi seakan perkataannya menjadi sebuah perintah untuk Lili patuhi.


"Kan kita gak searah, kamu muter dulu donk." jawab Lili dengan mengerutkan keningnya karena merasa heran jika Dwi harus menjemputnya.


"Uda gak usah banyak protes, pokoknya nanti tunggu aku. Pamit buat ortu kamu ya." ucap Dwi dan segera melajukan motornya untuk pulang kerumah. Meskipun sedang kesal tetapi Dwi masih memiliki sopan untuk berpamitan kepada orang tua Lili.


1 jam sebelum acara dimulai, Dwi sudah ada dirumah Lili ingin menjemput Lili dengan alasan dapat perintah dari Bu Astri. Sehingga kedua orang tua Lili pun mengijinkan Dwi karena memang sebelumnya mereka sudah kenal dengan Dwi. Sedangkan Anto sebenarnya juga sudah sampai didekat rumah Lili tetapi dia sengaja bersembunyi dan ingin melihat apakah benar Dwi menyukai Lili. Dan benar saja Anto melihat Dwi sudah berada disana ingin menjemput Lili.

__ADS_1


Setelah drama kecil Lili pun mau dijemput Dwi karena orang tua yang menyarankan agar Lili berangkat dan pulang nanti bersama Dwi.


Diperjalanan Lili hanya cemberut dan terus menggerutu tidak jelas, karena bisa-bisanya justru orang tuanya menitipkan kepada Dwi.


"Uda gak usah ngomel terus tar bibir kamu kering kena angin." goda Dwi.


Lili yang mendengar Dwi menggodanya dengan sengaja mencubit pinggang Dwi yang ada didepannya.


"Aoooww... Sakit Li!" seru Dwi sambil mengusap-usap pinggangnya yang terasa panas akibat cubitan dari Lili.


"Ya jangan dicubit donk kalau kesel karna diledekin." ucap Dwi.


"Trus diapain?" tanya Lili polos.


"Dicium lah. Ayo buruan cium." ucap Dwi sambil memiringkan kepalanya karena dia masih harus fokus menyetir motornya sedangkan mereka saat ini tidak memakai helm karena melewati jalan pintas.

__ADS_1


Bukan malah mereda kesalnya Lili tetapi justru semakin memuncak, dia kembali mencubit pinggang Dwi dengan terus menerus.


"Aduuhh... Aduuhh.. Lili ampuunn! Uda donk sakit tau, tar kita nabrak lho gak jadi wisuda tar." seru Dwi dengan sengaja membelok-belokkan setir motornya.


Lili yang menyadari itu langsung berhenti untuk tidak mencubit pinggang Dwi.


Dibelakang mereka tentu saja ada yang merasa panas, ternyata Anto terus saja mengikuti mereka. Meskipun dia tidak tahu apa yang dibicarakan Dwi dan Lili tetapi Anto melihat bahwa Dwi dan Lili sedang bercanda bersama terlihat dengan mereka selalu tertawa diperjalanan.


Sedangkan tanpa sengaja ketika Dwi melihat spion motornya, disana terlihat ada bayangan Anto. Dwi bisa mengenalinya karena memang sudah hafal dengan motor yang Anto pakai.


"Ow jadi dari tadi kamu ada dibelakang kita ya, oke akan aku tunjukkan gimana itu pacaran." batin Dwi karena sudah tahu apa yang dilakukan Anto.


...****************...


Yok semangat terus 💪

__ADS_1


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2