Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 19


__ADS_3

"Iya aku suka sama kamu Li, mau gak kamu jadi pacar ku?" tanya Anto lagi.


"Maaf ya Anto, bukannya apa-apa. Aku masih belum mau pacaran dulu karena habis ini juga aku mau pindah ke luar kota buat nerusin sekolah disana." jawab Lili dengan maksud menolak Anto.


Anto yang mendengar jawaban itu tiba-tiba saja jadi tidak berniat menjadikan Lili sebagai pacar, karena Lili akan pindah ke luar kota. Jadi untuk apa dia punya pacar kalau jauh.


"Ow gitu ya, ya sudah gak apa-apa." jawab Anto dengan entengnya.


"Huu dasar buaya! Emang dikira aku gak tahu apa kalau kamu gak bisa punya hubungan jarak jauh." batin Lili.


Dwi yang mendengar perkataan Lili dari persembunyiannya pun jujur saja menjadi kaget. Karena Lili tidak pernah membahas tentang kepindahannya ke luar kota.


Untuk mengurangi rasa canggung dan Anto yang sebenarnya ingin meninggalkan Lili tetapi tidak punya alasan, akhirnya dia berpura-pura mendapat telepon.


"Maaf ya Li, aku tinggal dulu. Dicariin sama si Wahyu." ucap Anto sambil berjalan meninggalkan Lili menuju ke panggung acara.


Lili hanya mengganggukkan kepalanya. Ketika dia akan berbalik tiba-tiba saja Dwi sudah berada dibelakangnya.


"Eh kodok loncat!" seru Lili kaget sambil memegangi dadanya karena saking kagetnya.

__ADS_1


"Kamu apa-apaan sih Dwi! Uda kayak setan aja tiba-tiba nongol." Lili menggerutu sambil memukul pelan lengan Dwi.


Bukannya menjawab Dwi justru menatapnya dengan tajam. Dan Lili yang ditatap seperti itu merasa seperti seakan diintimidasi.


"Kenapa liatin aku kayak gitu?" tanya Lili yang sebenarnya takut dengan Dwi, apalagi saat ini mereka sedang berdua saja.


"Kamu beneran mau pindah luar kota?" tanya Dwi datar.


"Kog kamu tahu? Kamu nguping ya waktu aku sama Anto lagi ngomong?" bukannya menjawab pertanyaan justru Lili balik bertanya.


"Kebiasaan! Kalau ditanya malah balik tanya!" jawab Dwi dengan kesal.


"Aku suka sama kamu Li, sebelum kamu beneran pindah aku mau kamu jadi pacarku. Biar nanti meskipun kita jauh kamu bisa menjaga hatimu untuk ku." ucap Dwi serius dengan mengeluarkan kotak dari saku celananya.


"Hahhahahahha." Lili tertawa dengan keras.


Dwi mengerutkan keningnya, bukannya menjawab kenapa justru malah tertawa seperti itu.


"Kamu ini kenapa? Ketempelan setan sekolahan ya?" tanya Lili masih dengan sisa tawanya.

__ADS_1


Sebenarnya Lili tahu apa yang dimaksud oleh Dwi tetapi dari sini Lili bisa melihat bahwa Dwi benar-benar tulus. Terbukti bahwa meskipun mereka nantinya pacaran jarak jauh Dwi ingin Lili menjaga hati untuknya.


Dwi berjalan pelan mendekat kepada Lili, dia tangan kanannya masih dia pegang kotak cincin sedangkan tangan kirinya mencoba meraih tangan kanan Lili.


Lili yang kaget apa yang akan dilakukan Dwi pun ingin menghindar, tetapi dia kalah cepat. Sehingga dia membiarkan tangan kanannya dipegang oleh Dwi.


"Aku serius Li, aku suka sama kamu. Aku gak rela kalau kamu dimiliki orang lain. Sebelum aku terlambat dan sebelum kamu ke luar kota aku ingin mengikat kamu dulu." ucap Dwi serius.


Lili pun seakan terhipnotis dengan perkataan Dwi. Lili merasa bahwa Dwi benar-benar tulus kepadanya.


"Kamu tenang aja Dwi, aku gak kemana-mana kog." jawab Lili yang masih mencoba menetralkan hatinya karena tiba-tiba saja Dwi menembaknya.


Dwi mengerutkan keningnya, apa sih sebenarnya maksud Lili. Tadi bilang pindah ke luar kota tapi sekarang gak?.


...****************...


Haii kak, maaf ya lama up 🙏🥺


Semoga aku bisa aktif up lagi yaa 🙏🙏

__ADS_1


Kasih semangat donk, hadiahnya jangan lupa 🤗🤗


__ADS_2