Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 47


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Lili segera melajukan motornya menuju rumah temannya yang ada diundangan. Lili segera turun dari motor begitu sampai didepan rumah Joko.


"Permisi!" seru Lili sambil mengetuk pintu rumah Joko.


Tidak berapa lama Joko keluar dan mempersilahkan Lili untuk masuk.


"Tumben kesini, ada apa?" tanya Joko begitu keduanya sudah duduk di kursi ruang tamu rumah Joko.


"Ini mau kasih undangan." jawab Lili sambil mengeluarkan undangan dari dalam tas Lili.


Joko pun menerimanya kemudian membaca dan terkejut karena Lili memberikan undangan pernikahan Dwi justru bersama orang lain tetapi Lili yang mengantarkannya.


"Ini beneran? Kamu gak salah?" tanya Joko memastikan.


"Ya bener donk. Emang apanya yang salah?" tanya Lili.


"Dwi mau nikah sama orang lain tapi justru kamu yang bagikan undangan, padahal hampir semua tahu kalau kamu pacarnya Dwi?" tanya Joko bingung.


"Emang kalian uda putus? Kog Dwi bisa nikah sama orang lain? Dia selingkuh atau gimana?" tanya Joko panjang lebar.


Sebelum menjawab Lili hanya terkekeh.


"Kalau tanya itu satu-satu jangan barengan gitu, bingung aku jawabnya hehe."


"Yang jelas aku sama Dwi uda putus, selang beberapa bulan setelah dia merantau ke Jakarta. Kalau masalah selingkuh atau gak aku juga gak tahu itu urusannya dia." jawab Lili panjang lebar.


"Tapi kamu gila Li!" seru Joko.

__ADS_1


"Lhoh kog aku yang gila?" tanya Lili bingung, kenapa kog bisa-bisanya Joko menyebutnya gila.


"Iyalah kamu gila! Mau-maunya disuruh bagikan undangan. Aku yakin nanti kalau kamu ke teman-teman lain pasti bakal dibilang gila juga."


"Apalagi si Dwi, gak punya hati emang! Tega-teganya nyuruh mantan pacar bagikan undangan nikahnya dia." ucap Joko panjang lebar merasa geram sendiri.


"Udahlah, biarin aja. Orang Dwi minta tolong ya uda aku tolongin donk selama aku bisa." jawab Lili.


"Gak tahu deh sama kamu. Jadi orang kog kelewat baik." ucap Joko sambil menggelengkan kepala.


"Ya uda aku pamit lah." ucap Lili sambil bangkit berdiri dan berjalan keluar dari rumah Joko. Setelah berpamitan Lili segera naik ke atas motornya.


Lili segera melajukan motornya menuju ke beberapa rumah temannya yang lain. Dan tentu sajaa reaksi mereka hampir sama seperti reaksi yang diberikan Joko. Tetapi Lili hanya menanggapinya dengan tersenyum saja.


Dan saat ini hanya tinggal satu undangan tersisa, yaitu milik Dina. Lili memang sengaja mengantar terakhir karena dia ingin sekalian main dirumah Dina.


"Akhirnya datang juga kamu." ucap Dina begitu Lili berjalan mendekat ke arahnya.


"Kamu nungguin aku? Kog tahu kalau aku mau datang kesini?" tanya Lili sambil duduk dikursi teras dan langsung meminum minuman Dina yang berada dimeja.


"Haus buk!" ledek Dina.


"Emang dari rumah gak minum? Masa cuma deket aja sampai kayak orang kehausan kayak gitu?" tanya Dina.


Sedangkan Lili mengambil undangan milik Dina dari dalam tas nya. Dina menerimanya kemudian melihat dan membaca isi undangan tersebut. Meskipun sudah tahu dari Rosi tetapi Dina belum cukup puas jika tidak menerimanya langsung.


"Gimana gak capek, aku kan ke rumah teman-teman yang lain dulu bagikan undangan." jawab Lili.

__ADS_1


Mendengar jawaban Lili seketika membuat Dina menoleh ke arahnya dan mengerutkan kening sambil mencerna perkataan Lili.


"Maksud kamu?" tanya Dina.


"Ya kan aku bagikan ke teman-teman lain juga Din, gak cuma kamu aja." jawab Dina.


"Jadi, Dwi yang nikah sama orang lain trus kamu yang bagikan undangan ke teman-teman? Dan kamu mau? Trus kapan kalian putusnya? Kog aku gak tahu." tanya Dina bertubi-tubi.


"Ahh kamu sama aja kayak teman-teman lainnya, pertanyaannya kayak gitu." jawab Lili dengan cemberut.


"Ya jelas donk Li! Itu berarti teman-teman perhatian sama kamu, kasihan sama kamu dan menganggap bahwa Dwi gak punya hati." terang Dina.


"Udahlah, emang bukan jodohnya mau diapain lagi." ucap Dina.


"Kita berangkat bareng apa sendiri-sendiri?" tanya Lili.


"Ya barenglah." jawab Dina cepat.


"Ya uda aku balik dulu." ucap Lili sambil melangkahkan kaki menuju motornya dan melaju dengan kecepatan sedang.


Dina melihat Lili hingga sampai hilang dari pandangannya.


...****************...


Hari senin kak, selamat hari vote 🥰


Tetap semangat yok 💪

__ADS_1


Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏


__ADS_2