Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 18


__ADS_3

Seakan mendapatkan tantangan, Dwi pun memainkan perannya dengan sangat apik. Dia sengaja ingin membuat Lili memegang pinggang Dwi ketika mereka naik motor.


"Lili, kayaknya didepan sana ada polisi kita lewat jalan pintas aja ya trus ngebut soalnya kita kan gak pakai helm." ucap Dwi sambil menoleh ke samping agar Lili bisa mendengarnya.


"Emang iya?" tanya Lili polos.


"Iya beneran. Uda cepetan nanti kita ketilang bakal panjang urusannya." jawab Dwi yang masih merayu Lili agar segera memeluknya dari jok belakang.


Kemudian dengan segera Lili pun memeluk erat pinggang Dwi dan Dwi segera menambah kecepatan motornya agar Lili percaya bahwa mereka benar akan bertemu polisi.


Dari belakang Anto menyadari perubahan pada Lili. Entah kenapa tiba-tiba saja Lili memeluk pinggang Dwi, karena memang Anto tidak tahu pembicaraan mereka. Yang dia pikirkan adalah mungkin saja memang Lili juga menyukai Dwi.

__ADS_1


"Aku akan lepasin kalian sekarang tapi lihat aja aku gak akan berhenti." gumam Anto yang kemudian berputar arah tidak lagi mengikuti jalan yang Dwi dan Lili lalui.


Setelah dirasa cukup jauh, Dwi kembali melihat ke spion dan tidak lagi menemui Anto dibelakang mereka. Dwi pun tersenyum dalam hati merasa sudah menang dari Anto. Tetapi Dwi membiarkan Lili tetap memeluknya sampai akhirnya sampai tiba di sekolahan mereka.


Acara panggung musik pun berjalan dengan lancar, saat ini sudah sampai di tengah-tengah acara yang diisi dengan band dari perwakilan seluruh kelas di sekolahan tersebut.


Lili pun berkumpul bersama dengan teman-teman panitia yang lainnya. Dan bersamaan dengan itu dia melihat Anto yang menghampirinya. Kemudian Anto pun ikut bergabung dan mereka terlihat tertawa bersama. Hal itu tidak pernah terlepas dari pantauan Dwi. Dwi pun kembali merasa kesal karena dengan gampangnya Lili bisa tertawa dengan begitu riang bersama dengan cowok lain.


Satu persatu teman-teman Lili pun terlihat pergi. Mereka ada yang kembali melakukan tugasnya, ada yang ijin ke toilet dan banyak alasan yang mereka berikan. Hingga akhirnya Lili hanya berduaan saja dengan Anto. Dan Lili sudah benar-benar menganggap Anto sebagai teman biasa tetapi tidak dengan Anto, justru sikap Lili yang seperti itu malah membuat dia ingin menjadikannya pacar.


Lili yang tidak terlalu mendengar pun agak mendekatkan telinganya ke arah Anto sehingga dari kejauhan terlihat seperti Anto sedang mencium Lili dari arah samping.

__ADS_1


Tentu saja seseorang yang tidak jauh dari sana melihat interaksi itu mengepalkan tangannya merasa geram karena bisa-bisanya Anto dan Lili melakukan hal itu ditempat umum.


Kemudian Anto menarik pelan tangan Lili ke tempat yang tidak terlalu ramai. Dan hal itu dilakukan pula oleh Dwi, dia mengikuti keduanya.


Dan disana Anto mengutarakan keinginannya kepada Lili.


"Lili lama aku kenal sama kamu, kamu orangnya asyik enak diajak ngobrol dan aku semakin menyukai. Mau gak kamu jadi pacar aku?" tanya Anto langsung, karena dia berpikir mumpung tidak ada Dwi disana. Tetapi tanpa Anto tahu ternyata Dwi bersembunyi dibalik pohon didekat mereka berdiri. Jelas saja Dwi mendengar apa yang dikatakan Anto.


"Hmm..?" Lili yang kaget dengan pernyataan Anto pun hanya bisa bengong, karena dia tidak memiliki perasaan apapun kepadanya.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Hari vote yuk kak 🙏


__ADS_2