Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 30


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu, Dwi sudah berangkat merantau di Ibukota sedangkan Lili juga sudah bekerja di perusahaan farmasi yang cukup terkenal. Hubungan mereka pun masih baik-baik saja, hampir setiap hari setiap ada kesempatan mereka saling menghubungi dan justru dengan mereka saling berjauhan membuat hubungan keduanya tidak pernah ada masalah sedikit pun. Entah mereka saling percaya atau memang mereka tidak membahas hal-hal yang membuat mereka bertengkar.


...****************...


Di lain pihak, hubungan terlarang antara Putri dan Anto sejauh ini pun masih aman-aman saja. Bahkan keduanya menjadi semakin intens jika hanya sedang berdua saja. Dan hubungan Putri dengan Johan juga baik-baik saja, karena Johan yang begitu menjaga Putri sehingga pacaran mereka bisa disebut pacaran yang sehat. Tetapi tanpa Johan tahu bahwa Putri sudah melangkah lebih jauh dengan Anto meskipun belum sampai melewati batas.


Seperti hal nya malam ini, Johan sengaja mengajak Putri untuk jalan tetapi Putri menolaknya dengan alasan dia sedang tidak enak badan padahal sebenarnya dia sudah janjian akan jalan dengan Anto. Dan Johan yang ingin datang kerumah Putri pun dilarangnya dengan alasan mau segera istirahat. Akhirnya karena percaya kepada pacarnya pun Johan menurutinya. Dan Johan memilih nongkrong bersama dengan teman-temannya yang lain.


Seperti biasa Anto menjemput Putri dirumahnya, karena Putri sudah memberitahu Anto bahwa semuanya aman sehingga Anto mau menjemput Putri dirumahnya. Sebenarnya Anto merasa bersalah kepada Johan, dia merasa tidak enak hati karena sudah menikung pacar temannya sendiri, tetapi Anto tidak bisa berbuat apa-apa. Dia pernah mencoba mundur tetapi justru Putri yang semakin mendekatinya. Semakin dia mundur semakin Putri gencar mendapatkannya. Hingga akhirnya sebagai cowok normal Anto pun membuka tangan menerima Putri meskipun mereka tidak ada status hubungan yang jelas.


Johan yang sedang berkumpul dengan teman-temannya tiba-tiba saja melihat Anto dan Putri berboncengan sangat erat dan berhenti di SPBU untuk mengisi bahan bakar. Johan meyakinkan matanya apakah dia salah lihat atau memang benar itu adalah kedua orang yang dia kenal. Ternyata teman Johan yang disebelahnya menyadari juga apa yang Johan lihat, tetapi dia tidak ingin memperkeruh masalah dengan memanas-manasi Johan. Akhirnya Dika teman Johan pun hanya memperhatikan apa yang akan Johan lakukan. Tentu saja Dika mengenal Anto dan Putri karena memang mereka sering nongkrong bersama. Tetapi Dika juga tidak menyangka bahwa Anto menusuk temannya sendiri dari belakang.


Tetapi tiba-tiba saja Johan akan bergerak maju menghampiri Anto dan Putri. Dika segera mencegahnya.


"Eh mau kemana?" tanya Dika sambil menahan Johan.


"Kamu gak lihat itu mereka!" seru Johan dengan menahan amarah. Tentu saja Johan marah karena merasa dibohongi oleh keduanya. Pacarnya yang berbohong sedang tidak enak badan juga Anto yang berbohong tidak bisa ikut nongkrong karena mau mengantar Ibunya yang sakit.

__ADS_1


"Iya aku lihat, tapi kalau kamu temui mereka sekarang yang ada akan menambah masalah. Kalian jadi berantem ditempat umum. Gak lihat itu ada mobil polisi parkir disana? Kalian mau nanti berantem trus ditangkap semua?" tanya Dika mencoba membuka pikiran Johan untuk tidak bertindak gegabah.


Karena memang kebetulan di SPBU tersebut ada mobil polisi yang sedang berpatroli. Dan juga Dika sudah tahu sifat Anto dan Johan, mereka pasti akan sungguhan berantem meskipun mereka teman satu tongkrongan.


"Trus aku harus diam aja kayak orang bodoh disini gitu?" tanya Johan dengan kesal.


"Kalau kamu mau disini terus ya bodoh! Kita ikuti dulu mereka mau kemana, kalau memang mereka aman ya uda biarin tapi kalau ternyata mereka ada main kamu boleh bertindak asalkan ditempat aman." terang Dika panjang lebar.


Akhirnya Johan pun mengerti apa yang dimaksud oleh Dika, dan dia pun segera menaiki motornya untuk mengikuti Anto dan Putri dari belakang.


"Kamu gimana sih, katanya disuruh buntuti mereka!" seru Johan yang semakin kesal dengan Dika karena malah mencegahnya.


"Marah sih boleh tapi pakai otak! Masa kamu mau buntuti mereka pakai motormu sendiri. Yang ada mereka bisa mengenali dan menyadari bahwa kamu sedang buntuti mereka." jelas Dika. Karena memang motor Johan cukup mencolok diantara semua motor temannya dan tentu saja pasti Anto sudah hafal.


Johan terdiam sebentar, benar juga apa yang dikatakan temannya.


"Trus gimana?" tanya Johan yang masih bingung harus melakukan apa.

__ADS_1


Dika segera naik ke motornya yang saat itu dia sedang memakai motor kakaknya jadi tidak ada yang bisa mengenali motornya. Karena tidak menutup kemungkinan Anto akan hafal juga dengan motornya apabila saat itu Dika memakai motornya sendiri.


"Ayo naik! Aku aja yang didepan, karena aku masih sayang sama nyawaku!" ucap Dika dengan penuh penekanan. Karena Dika bisa tahu bagaimana Johan mengendarai motor apalagi hatinya sedang terbakar cemburu seperti saat ini.


Akhirnya tanpa banyak protes lagi, Johan mengikuti perintah Dika. Yang penting baginya saat ini adalah menyelesaikan masalah kepada kedua orang didepan sana.


Mereka pun pergi membuntuti Anto tetapi sebelumnya berpamitan dengan teman-temannya lebih dahulu.


...****************...


Wow apa yang akan terjadi ya 😱😱


Ikuti terus yukk 🤗


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2