Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 49


__ADS_3

Tidak berapa lama rombongan pengantin pun datang juga. Mereka meminta maaf karena keterlambatannya yang disebabkan adanya kemacetan karena kecelakaan.


Kedua pengantin pun segera diiring untuk duduk dipelaminan. Ditengah-tengah pengantin berjalan, Dwi menatap Lili yang duduk tidak jauh darinya. Dan mereka sempat beradu pandang beberapa detik tetapi Lili segera memutus pandangan itu, dia segera menoleh ke arah lain karena tidak ingin Dwi melihat kesedihannya. Seakan dari pandangan mata keduanya ada kata yang tidak bisa diucapkan, seakan Dwi meminta maaf kepada Lili.


Ternyata apa yang dilakukan mereka berdua, tidak lepas dari pengamatan Sari, istri Dwi. Sebagai seorang istri apalagi wanita dia bisa melihat dan merasakan bahwa Dwi dan Lili pernah ada rasa tetapi Sari belum bisa memastikannya. Akhirnya Sari pun mengeratkan pelukannya dilengan Dwi, hal itu sukses membuat Dwi mengalihkan pandangannya dari Lili dan menatap ke depan dimana mereka akan duduk dipelaminan.


Waktu berlalu setelah serangkaian acara dilewati, tiba saatnya mereka melakukan sesi foto bersama. Sebenarnya Lili tidak mau tetapi karena sebelumnya kedua orang tua Dwi sudah berpesan bahwa nanti Lili harus ikut foto apalagi semua teman-temannya pun ikut foto semua. Sehingga mau tidak mau Lili pun ikut berfoto.


Entah kenapa teman-teman Lili dengan sengaja membuat Lili berdampingan dengan Dwi ketika mereka berfoto. Dan hal itu membuat Sari sedikit merasakan cemburu. Karena mau menegur pun tidak mungkin dia masih cukup memiliki rasa malu. Akhirnya Sari membiarkan Dwi berdampingan dengan Lili, karena Sari berjanji ketika nanti mereka sudah berdua saja atau ketika suatu saat sedang melihat foto bersama dan menemukan foto ini, Sari akan membahas detail dengan Dwi.

__ADS_1


Ditengah-tengah sedang berfoto, tangan Dwi yang berada disamping Lili pun berusaha meraih tangan Lili dan membawanya kebelakang. Dwi mengenggamnya dengan erat seakan menyalurkan kekuatan dan permintaan maaf yang sangat dalam. Jujur saja Lili kaget melihat perlakuan Dwi tersebut, dengan reflek Lili melihat tangannya yang dipegang oleh Dwi kemudian beralih melihat Dwi tetapi dengan cueknya Dwi tidak melihat Lili padahal dia tahu bahwa Lili seakan bertanya dengan apa yang dia lakukan.


Lili pun merasa panik karena dia tidak mau dituduh menggoda atau merusak rumah tangga orang apalagi ini mereka berdua baru saja menikah pagi tadi. Lili segera melepaskan tangannya dalam genggaman Dwi. Semula sangat susah melepaskan karena Dwi menggenggamnya erat tetapi dengan sekuat tenaga Lili bisa melepaskan.


Setelah selesai berfoto, satu persatu mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Dan sekarang giliran Lili yang memberikan selamat. Ketika sampai didepan Sari, Lili segera tersenyum manis dan mengucapkan selamat dengan tulus tetapi hal itu tidak disambut baik oleh Sari. Justru Sari hanya diam saja dan hanya sedikit menerima uluran tangan dari Lili. Tentu saja Lili merasakan perubahan dari Sari, padahal ketika dengan temannya yang lain Sari begitu ramah tetapi tidak kepadanya. Apakah Sari tahu jika Lili adalah mantan pacar suaminya? Pikir Lili. Tetapi Lili tidak mau memusingkan hal itu. Dia segera berlalu kembali duduk dikursinya semula.


"Kita langsung pulang aja." ucap Dina, karena sebagai sahabat tentu saja dia tahu apa yang terjadi dengan Lili. Meskipun Lili selalu berkata dia baik-baik saja tetapi tidak untuk hatinya.


"Kita gak ikut kumpul dulu sama teman-teman?" tanya Lili.

__ADS_1


"Gak perlu, kita langsung pulang." jawab Dina.


Lili hanya menganggukkan kepala kemudian mengikuti Dina yang berjalan mengahampiri teman-temannya untuk berpamitan.


...****************...


Tetap semangat yok 💪


Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏

__ADS_1


__ADS_2