
Pemulihan tenaga Alex terjadi sangat lama dan hal itu membuat Alex absen dari pekerjaan nya menjadi kepala prajurit di istana Amenor. Untuk sementara waktu, jabatan Alex diambil Alih oleh kasim suncaka yang merupakan orang kepercayaan Doni.
Sementara itu, setelah memasak untuk pangeran Zean, Amel pergi menuju ke tempat dimana Alex di rawat.
Dirinya cemas melihat Alex kawan masa kecil nya kalah dalam pertarungan melawan pangeran Zean.
Sesampai di tempat kediaman perdana menteri Limo, amel pergi mencari keberadaan Alex yang ternyata masih dalam perawatan tabib istana.
"Tabib, bagaimana keadaan Alex?" tanya Amel penasaran.
Nona Amel, saat ini tuan Alex tak ingin dikunjungi siapapun"
"Lebih baik, nona Amel kembali pulang" ucap tabib istana memberi saran.
"Tidak tabib"
"Alex adalah teman masa kecil ku"
"Mungkin pertandingan yang terjadi karena ada kesalahpahaman antara pangeran Zean dan Alex"
"Semasa mereka masih kecil, mereka tak pernah bertengkar separah ini" ucap Amel sambil menunjukkan wajah sedihnya
Tabib istana dan Amel berbincang panjang lebar membicarakan permasalahan antara pangeran Zean dan Alex dan pembicaraan itu rupanya di dengar oleh Alex.
" Tabib, kau sedang berbicara dengan siapa?" tanya alex dari dalam kamarnya.
"Oh ,tuan Alex, aku sedang berbincang dengan putri amel, putri juru masak lin lin" jawab tabib istana
"Amel ingin masuk menemui tuan"
"Apakah tuan Alex bersedia?" tanya tabib istana kepada Alex.
"Biarkanlah dia masuk" jawab Alex pendek
Amel segera masuk ke dalam kamar Alex dan dirinya terkejut melihat tubuh Alex penuh dengan luka.
"Alex, apa yang terjadi dengan mu?"
"Mengapa kau terluka separah ini?" tanya Amel sambil meneteskan air mata.
"Amel, ceritanya sangat panjang"
"Kau lihat tubuhku penuh dengan luka, dan aku tak tahu kapan aku bisa sembuh"
"Mengapa kau masih mau menjengukku?" tanya Alex kepada Amel.
"Alex, kita kawan sejak kecil, kau dan pangeran Zean adalah kawan ku"
"Pasti terjadi salah paham dengan kalian berdua"
"Aku tak percaya hal buruk telah menimpamu" ucap Amel mencoba menenangkan hati Alex yang sedang gundah.
"Tidak Amel"
"Tak terjadi salah paham diantara kami"
"Pangeran Zean sepertinya tak suka dengan ku sejak awal"
"Entah setan apa yang merasuki nya"
__ADS_1
"Aku tak tahu, tiba-tiba saja dia mengajak ku untuk berduel" ucap Alex dengan suara yang terbata-bata.
"Sudahlah Alex, kau jangan banyak bicara"
"Pulihkan tenagamu dan istirahatlah"
"Besok kita lanjut lagi berbincang"
"Aku akan memasak makanan lezat untuk mu" ucap Amel sembari mempersiapkan diri untuk pulang.
"Jangan Amel"
"Jika pangeran Zean mengetahui kau memasak untukku, dia akan sangat marah dan kau akan kena hukuman" ucap Alex dengan nada suara yang terbata-bata.
"Tidak Alex"
"Aku akan tetap memasak untuk mu"
"Kau cukup istirahat disini"
"Sebentar lagi, aku akan meminta tolong pembantu juru masak istana untuk membawakan makanan kemari" ucap Amel kepada Alex.
Setelah berkata demikian, Amel pergi meninggalkan Alex.
"Tabib, aku pergi dulu"
"Aku akan memasak menu yang lezat untuk Alex" ucap Amel kepad tabib istana yang menjaga Alex.
"baiklah nona" ucap tabib istana.
Sementara itu, Setelah pertandingan benar -benar selesai Doni dengan santainya pergi menuju ke kamarnya.
"Aku puas" ucap Doni sambil memakan menu yang disajikan oleh Amel.
"Kasim suncaka, kemarilah" ucap Doni sambil memanggil kasim suncaka.
"Siap tuan ku" jawab kasim Suncaka sambil pergi menuju ke arah Doni yang saat itu selesai makan.
"Kasim, aku ingin bertemu dengan pelayan Amel, yang katanya teman masa kecil ku"
"Bawalah dia kemari" ucap Doni sembari memandang wajah kasim suncaka dengan tajam.
"Baiklah tuan ku"
"Saya akan pergi menuju ke tempat Amel" ucap kasim suncaka.
Kasim suncaka pun pergi menuju ke tempat dimana amel berada. Saat kasim Suncaka berada di tempat Amel, dia tak menemukan Amel di sana dan setelah ditelusuri, ternyata Amel masih berada di tempat Alex yang saat itu terluka parah akibat peperangan yang terjadi.
Kasim Suncaka tampak nya enggan pergi ke tempat dimana Alex berada karena sistem pengawalan di istana perdana menteri limo sangat ketat.
Untuk itu, kasim suncaka kembali menuju istana pangeran Zean untuk melaporkan bahwa Amel masih menjenguk Alex.
"Tuan muda Zean, Amel tak berada di tempat nya" ucap Kasim Suncaka sambil menundukkan kepala
"Memang nya dimanakah dia?" tanya Doni serius.
"Mohon maaf tuan ku pangeran Zean, saat ini Amel masih berada di tempat kediaman tuan Alex" ucap kasim suncaka sambil melirik ke arah Doni
Kasim suncaka juga ingin melihat reaksi Doni ketika mendapat jawaban seperti itu karena dirinya tahu jika Amel adalah teman sepermainan nya sejak kecil.
__ADS_1
"Hah, mengapa Amel berada di sana?"
"Apakah dia akrab dengan Alex?"
"Sampai mau menjenguk bedebah itu"
"Hist" pekik Doni sambil memalingkan mukanya ke arah lain.
"Pokok nya, aku tidak mau tahu"
"Bawa Amel kemari"
"Aku ingin membuat perhitungan dengan nya" ucap Doni sambil membentakkan tangannya ke meja.
"Baik, tuan" jawab kasim suncaka sambil pergi menuju ke tempat dimana Alex berada.
Kasim suncaka telah membawa surat perintah dari Doni dan mau tidak mau, penjaga istana perdana menteri limo tak berkutik melihat surat perintah itu.
Akhirnya, Kasim Suncaka sampai juga ke tempat kediaman Alex.
Sebelum masuk ke tempat kediaman Alex, kasim suncaka melihat amel melangkah pergi dari kamar Alex.
Tampak nya, Amel terlihat terburu-buru pergi meninggalkan tempat kediaman Alex.
"Hei, nona Amel tunggu" ucap kasim Suncaka memanggil amel yang saat itu hampir saja pergi jauh.
Kasim suncaka berlari mengejar Amel dan amel terdiam menunggu kasim Suncaka mendekat kepadanya.
"Oh ya, kasim Suncaka, ada apa?" tanya amel penasaran
"Nona, pangeran Zean memanggil nona"
"Nona Amel di minta untuk menghadap pangeran Zean sekarang juga" ucap kasim suncaka terbata-bata
"hem, ada apa gerangan?"
"Apakah masakan ku tidak enak?" gumam Amel dalam hati.
"Bagaimana nona?" tanya kasim Suncaka terburu-buru
"Oh, baiklah kasim Suncaka"
"Aku akan segera pergi menemui pangeran Zean" jawab Amel
"Kalau begitu, ayo kita berangkat bersama" ucap kasim suncaka kepada amel.
"Baiklah kasim" jawab amel.
Mereka berdua pun pergi menuju ke tempat dimana pangeran Zean berada.
Perasaan was-was mulai berkecamuk dalam hati Amel. Dirinya baru menyadari jika Zean telah lupa tentangnya.
"Sungguh sangat aneh"
"Apa pangeran Zean sudah mengingat tentang pertemanan ku dengan nya?"
"Atau ada masalah lain?" gumam amel.
Pikiran Amel melayang kemana-mana
__ADS_1
Bersambung