
Kekuatan panas 1000 derajat mulai dikeluarkan oleh Doni dan rupanya, panas 1000 derajat yang telah dikeluarkan mulai membakar pedang itu dan dalam waktu sekejab, pedang itu mencair dengan sendirinya.
baju Perisa yang dimiliki Doni rupanya melindungi para prajurit maupun kasim suncaka dari panas nya api yang memiliki panas mencapai 1000 derajat.
Sementara itu, Cairan besi yang berasal dari pedang mulai berguguran dan hal itu membuat heran seluruh prajurit yang berada di sana, terutama kasim suncaka yang sejak tadi selalu berada di samping Doni.
"Darimanakah kekuatan itu berasal?"
"Tak mungkin sosok pangeran Zean memiliki kekuatan api seperti ini"
"Kekuatan api pantas nya dimiliki oleh para dewa di langit" gumam kasim suncaka dalam hati.
Rasa heran kasim suncaka memang beralasan. Pada zaman itu, kekuatan tertinggi terletak pada pedang mereka. Ada kekuatan tenaga dalam namun tak sampai sedramatis itu.
"Pasti ada kekuatan dewa atau iblis yang berada dalam tubuh pangeran Zean" gumam kasim suncaka sambil terus memperhatikan gerak-gerik Doni yang sejak tadi memainkan jari nya.
"Kasim Suncaka, apa yang kau lihat dari tubuhku?" tanya Doni sambil memandang ke arah kasim suncaka
Kasim suncaka terkejut dari lamunan nya dan segera bersujud di hadapan Doni
"Oh, tidak tuan ku pangeran Zean"
"Aku sangat kagum dengan kekuatan yang engkau miliki sekarang"
"Kekuatan yang kau miliki sangat misterius dan aku pun baru pertama kali melihatnya" ucap kasim suncaka dengan menunjukkan wajah keheranan.
"Oh, kekuatan ku tak seberapa"
"Apakah kau tahu?"
"Aku telah kehilangan 20 persen kekuatan ku akibat kejadian ini" ucap Doni dengan santai nya.
Donipun segera mengaktifkan sistem yang dimilikinya dan tiba-tiba muncul layar lebar di depan Doni.
suara misterius mulai menggema guna memberikan arahan lebih lanjut kepada Doni.
"Anda telah berhasil melewati rintangan ke dua"
"Lakukan pengisian daya, karena kekuatan daya anda berkurang 10 persen dari semula" ucap suara misterius itu
Doni segera melihat layar kembali dan mulai melihat seberapa besar kekuatan nya saat ini.
"Hah, kekuatan ku tinggal 75 persen sedangkan masih ada 7 pintu lagi yang harus aku lalui"
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumam Doni sambil terus mengamati suasana di sekitarnya.
tak mau berpikir panjang, Doni mulai mengisi daya kembali agar dirinya bisa memulihkan kekuatan nya.
Saat Doni mulai memencet tombol pengisian daya, rupanya ada penolakan dari sistem.
__ADS_1
"Maaf"
"Anda belum bisa melakukan pengisian daya karena sistem ini hanya boleh melakukan pengisian daya di lorong pertama, ke lima dan kesembilan"
"Sekarang, anda masih memasuki lorong kedua dimana tak ada fasilitas untuk menambah pengisian ulang kekuatan anda" ucap suara misterius itu
Doni mulai geram dengan sistem yang bisa seenak nya mengatur nya.
dirinya tetap saja mencoba untuk melakukan pengisian daya karena jika tidak, kekuatannya akan semakin berkurang lagi dan lagi.
"Ah, sial"
"Bodohnya aku kenapa aku tak mengambil beberapa prajurit lagi untuk aku serap energi nya"
"Jika sudah begini, aku tak bisa bernafas lega"
"Aku harus bisa memenangkan pertarungan ini dengan cara apapun" gumam Doni sambil mematikan sistem layar yang membuatnya sangat jengkel.
Layar ajaib tiba-tiba menghilang sesuai dengan keinginan Doni.
Doni pun berjuang sendiri mengaktifkan dengan maksimal sistem milik nya yang hanya tinggal 75 persen saja.
"Prajurit, ayo kita menuju ke lorong ke tiga"
"Aku tak mau berlama-lama,di sini" ucap Doni memberikan perintah.
akhirnya seluruh prajurit memenuhi perintah Doni dengan pergi menuju ke lorong ketiga.
Lorong ketiga berhasil dibuka dan lorong itu tampak kosong tak berpenghuni.
Para prajurit terus maju dan tiba-tiba ada beberapa ular berbisa sejenis king kobra terlempar dari dinding ruangan.
Tampaknya, ular yang ada berjumlah sangat banyak dan menyerang para prajurit maupun kasim suncaka.
Mereka semua berperang dengan tenaga masing-masing melawan ular yang menyerang mereka mendadak.
Doni sangat terkejut karena hewan ular adalah salah satu hewan yang paling ditakutinya selama dirinya berada di dunia modern.
"Hah, ada ular?"
"Sistem apa yang bisa membunuh ular itu dengan mudah?"
"Aku harus cepat mencarinya" gumam Doni sambil berusaha mengaktifkan sistem layar yang ada di kacamata ajaibnya
"Kekuatan bisa ular rupanya mencapai 1000 tembakan mematikan dan ini artinya, jika tak segera ditangani, seluruh prajurit dan kasim suncaka akan tewas dengan sia-sia.
Sistem layar terbuka dan muncul seberapa besar kekuatan bisa ular yang ada di depan Doni saat itu.
Doni hanya melihat menu kekuatan api yang masih bisa dia andalkan dalam situasi ini.
__ADS_1
"Kekuatan apiku tinggal 60 persen karena sudah aku gunakan untuk melelehkan pedang di lorong kedua"
"Apakah aku masih bisa melakukan sekali lagi dari sisa kekuatan ku ini?" gumam Doni sambil terus mengecek sistem layar ajaib di depannya.
Tiba-tiba suara misterius muncul
"Kekuatan daya panas yang anda miliki tinggal 60 persen"
"Lakukan pengisian daya secepatnya" suara misterius itu terus memberi arahan kepada Doni dengan kata-kata yang sama.
"Hem, suara ini sangat menjengkelkan ku"
"Aku baru bisa mengisi daya di lorong ke lima, mengapa di lorong ke tiga aku sudah mendapat peringatan?"
"Ah, biarlah"
"Aku akan mencoba nya sekali lagi" gumam Doni sambil memencet tombol sistem pengeluaran daya panas.
Setelah memencet tombol kekuatan daya panas, muncul bunyi
"Kling"
"Anda memakai kekuatan daya panas sebanyak 40 persen dan saat ini kekuatan daya panas tersisa 20 persen"
"Lakukan pengisian daya sebelum anda kehabisan daya panas" ucap suara misterius itu
"Prajurit"
"Mundurlah" ucap Doni memberi aba-aba
Seluruh prajurit mengerti perintah Doni dan segera mundur menghindari ular kobra yang menyerang mereka mendadak.
Doni pun segera mengaktifkan sistem daya panas dan secara ajaib, daya panas 1000 derajat menyerang seluruh ular yang akan menyerang mereka.
Ular kobra liar itu akhirnya mati terpanggang dengan suhu panas Doni.
Doni tampaknya sedikit kelelahan karena daya panas dalam tubuh Doni berkurang dan saat ini menjadi 20 persen saja
Dengan sisa tenaga nya, Doni meminta baju penghangat kepada kasim suncaka.
"Kasim suncaka"
"Sediakanlah aku baju penghangat"
"Aku kedinginan" ucap Doni
"Baik tuan muda Zean" jawab kasim suncaka.
Dengan sigap, kasim suncaka memberikan baju penghangat yang sudah dipersiapkannya sejak awal melalui tandu mereka
__ADS_1
Sebelum melakukan perjalanan melewati lorong, kasim suncaka telah mempersiapkan bahan makanan maupun obat-obatan untuk bekal mereka.