Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
bab 14 (Sebuah Alasan)


__ADS_3

Kemarahan Doni rupanya tak dapat dibendung lagi. Dengan suara keras, Doni memerintahkan kepada Kasim Suncaka untuk membawa Amel kehadapannya saat itu juga.


"Kasim Suncaka, cepat bawa Amel kehadapan ku sekarang"


"Aku akan membuat perhitungan dengan nya" ucap Doni sambil berkacak pinggang.


Setelah berkata demikian, tiba-tiba suasa menjadi terhenti, muncul layar monitor tepat di depan Doni.


suara misterius yang sangat mengganggu telinga Doni


"Saat ini, level anda turun satu, karena tangan anda terluka"


"Perbaiki sistem anda sekarang juga"


"Pilihlah menu dibawah ini" ucap suara misterius itu.


"Hem, dasar sistem aneh"


"Disaat aku tak terlalu membutuhkan sistem ini, dia selalu muncul dihadapanku"


"Tapi, disaat aku butuh sesuatu yang mendadak dan tak terduga, sistem ini tak menghampiriku sama sekali" ucap Doni sambil berusaha melihat menu apa yang terdapat dalam sistem.


Doni tak begitu mengetahui cara sistem komputer ajaib itu bekerja. Karena sistem yang ada memberikan pengaturan yang acak sehingga Doni merasa kebingungan akan hal ini.


Doni menemukan penyembuhan untuk tangan nya yang terluka dan Doni pun mengklik tombol di bawah menu tersebut dan tiba-tiba terdengar bunyi


"Cling..."


Dengan ajaib, tangan Doni sembuh seperti sedia kala.


"Hah, tanganku sudah tak sakit lagi"


"Lukaku juga sudah sembuh"


"Sistem ini sungguh aneh"


"Datang dan pergi tanpa ada komando dariku sama sekali"


"Apakah ada kerusakan sehingga aku tak dapat mengendalikannya?" gumam Doni sambil terus mengamati layar yang ada di depannya.


Doni mulai mengecek pengaturan di sistem itu dan cling. Tiba-tiba sistem layar lebar yang ada di depan Doni hilang tak berbekas.


Doni pun kebingungan karena dirinya belum selesai memesan berbagai menu yang ada di dalam layar tadi.


"Ah.."


"Sial sekali aku hari ini" gumam Doni sambil menerawang ke atas langit.


"Biarlah"


"Misi utamaku adalah membunuh Alex dan seluruh keluarganya"


"Dengan begitu, semua rasa benciku akan hilang dan aku bisa kembali lagi ke dunia masa depan" gumam Doni sambil melihat ke sekeliling istana.


Tampaknya, kasim suncaka tak terlihat batang hidungnya.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali sih" gumam Doni sambil terus mengamati arah pintu keluar kamar pribadinya


Sementara itu di luar sana, Amel telah berhasil memasak untuk Alex. Dan dirinya segera menuju ke tempat dimana Alex berada. Walau terlambat, Amel berharap Alex tak marah padanya.


Saat Amel meninggalkan dapur istana, kasim suncaka dengan terburu-buru menuju dapur istana dimana kasim suncaka menyangka amel masih berada di sana.


Ternyata, apa yang dilakukan kasim suncaka sudah terlambat. Amel tak ada di dapur istana. Takut pangeran Zean marah, Kasim suncaka menanyakan kepada juru masak yang lain dimana keberadaan Amel saat itu


Dan jawabaan dari juru masak yang lain membuat telinga kasim suncaka terasa panas dan jantung nya bergetar hebat.


"Astaga"


"Celakalah aku"


"Jika sampai tuan muda Zean tau akan hal ini, dia akan marah besar dan tak akan mengampuni Amel" gumam kasim suncaka


Dengan perasaan tegang, kasim suncaka berlari mengejar Amel yang saat itu berjalan menuju ke arah dimana Alex berada.


Tak membutuhkan waktu lama, Amel sudah sampai di tempat Alex. setelah melihat Alex Amel terkejut dengan apa ada di depan Alex saat itu.


Yaitu, setumpuk makanan yang hampir habis.


"Alex, maafkan aku"


"Aku terlambat memenuhi janjiku kepadamu, hingga kau sudah tak kuat menahan lapar dan tak menungguku lagi" ucap amel sambil menundukkan kepalanya


Alex hanya diam tak menjawab perkataan Amel. Ada unsur kecewa yang amat sangat ada di hati Alex.


"Sudahlah, kau boleh pergi"


"Oh, Alex"


"Darimana kau tahu?" tanya Amel bertanya-tanya


"Sudahlah"


"Kau tak perlu bertanya lagi"


"Hidupmu dalam bahaya sekarang"


"Kembalilah menuju ke tempat pangeran Zean"


"Mungkin dia sudah lama menunggumu" ucap Alex sambil pergi meninggalkan Amel.


amel hanya terdiam mendengar jawaban Alex waktu itu. Dengan langkah gontai, Amel pergi meninggalkan Alex dan sebelum Amel membalikkan badannya, kasim suncaka telah berada di belakangnya


"Amel, tuan muda Zean memanggilmu" ucap Kasim suncaka kepada Amel.


Amel mendengar ucapan kasim suncaka dan hal itu membuat jantung Amel berdegub sangat kencang karena takut jika pangeran marah padanya.


"Baik kasim suncaka" jawab Amel pendek ..


Mereka berdua pun pergi meninggalkan istana Alex dan kembali menuju istana pangeran Zean yang tentu sudah menunggunya sejak tadi.


Alex melihat Amel dan Kasim suncaka pergi meninggalkan nya sangat jengkel sekali. Dalam hatinya dendam yang amat sangat terhadap pangeran Zean sudah sampai ke ubun ubun.

__ADS_1


Sesampai di tempat pangeran Zean, Amel segera menundukkan kepalanya dan memohon maaf kepada Doni.


"Pangeran Zean, maafkan aku telah lancang tak meminta ijin terlebih dahulu kepada pangeran"


"Aku melihat pangeran Zean sedang tertidur pulas dan aku tak berani untuk membangunkannya" ucap amel beralasan.


"Kau tak perlu banyak alasan"


"Kesalahan mu untuk saat ini aku ampuni"


"Tapi aku minta, kau disini tak boleh keluar kamar ku" ucap Doni sambil menggenggam krah baju amel kuat kuat.


Amel menangis melihat tingkah pangeran Zean yang diluar dugaan nya.


"Pangeran Zean sekasar ini kepadaku?"


"Apa aku sudah tak ada arti di matanya?" gumam Amel terus menangis.


Rupanya, sistem permainan Doni mulai muncul dan membentuk sebuah layar tepat di depan Doni.


Tubuh Amel, kasim suncaka dan pelayan lain diam tak bergerak. Mereka layaknya seperti patung.


Sistem permainan Doni mulai muncul. suara misterius mulai ada lagi dan menjelaskan sistem terbaru.


"Anda memasuki dunia game baru. Musuh anda telah kalah dan saat ini masih memperbaiki sistem mereka yang rusak"


"Level anda naik satu tingkat menjadi level dua"


"Penuhi target yang ada di depan anda"


"Berikan buket bunga untuk meredam api yang ada di kepalanya"


"waktu anda 10 menit untuk melakukan nya"


"Pilihlah sesuai yang anda inginkan" ucap suara misterius itu.


Dengan ajaib, layar menunjukkan bermacam pilihan bunga yang sudah di rangkai, dan Doni meletakkan pilihan nya pada bunga yang berwarna merah.


Doni mengklik sistem itu dan bunga itu tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Hem, bagus lah"


"Aku akan memberikan nya kepada Amel" gumam Doni sambil memencet tombol selesai pada sistem tersebut.


Setelah tombol selesai, tubuh amel, kasim suncaka, dan pelayan istana lain mulai bergerak dan berinteraksi kembali dengam Doni.


Mereka tak ada yang merasa jika baru saja tubuh mereka terhenti sementara karena sistem yang mengatur segala tindakan mereka.


"Amel, lihatlah aku" panggil Doni sambil memegang tangan Amel.


"Iya tuan ku Zean" jawab amel sambil berusaha memandang wajah Doni dengan perasaan masih ketakutan.


"Aku minta maaf"


"Terimalah bunga ini sebagai permintaan maafku" ucap Doni sedikit melunak.

__ADS_1


__ADS_2