
Dengan ajaib, tangan Doni memancarkan cahaya berwarna merah dan berangsur-angsur membentuk suatu rangkaian bunga yang indah.
Amel terkejut melihat kemampuan pangeran Zean yang bisa membuat bunga di tangan nya hanya dengan kekuatan batinnya saja.
"Hah, tuan ku Zean, bagus sekali" ucap Amel sambil terus melihat keindahan rangkaian bunga itu
Doni melihat ke arah wajah Amel tampak nya Amel tak menunjukkan wajah yang ketakutan terhadapnya.
Sementara itu di tempat lain, Alex merencanakan pemberontakan di kerajaan Amenor. Sebagian prajurit kerajaan Amenor merupakan orang kepercayaannya yang setiap saat dapat menguasai kerajaan Amenor jika penghuni istana lengah.
Saat kondisi Alex mulai sedikit pulih, dirinya memanggil beberapa prajurit suruhannya untuk berkumpul guna membicarakan rencana jahat itu.
"Tuanku Alex, ada apa kau memanggil ku?" tanya seorang lelaki gagah membawa pedang. Tampak nya dia adalah seorang prajurit kepercayaan Alex sejak lama.
"Oh, ling ceng, masuk lah" ucap Alex kepada sosok pria tadi.
Ling ceng langsung masuk ke dalam kamar alex dan pintu kamar Alex ditutup. Tak ada yang bisa mendengar pembicaraan mereka karena kamar Alex telah diberi bahan yang kedap udara.
Setiap pembicaraan penting, tak ada yang bisa mendengar nya sama sekali.
Cukup lama Alex dan linceng berbincang dan tak ada tanda - tands linceng keluar dari kamar Alex. Sementara itu prajurit kepercayaan Alex yang lain sedang berjaga di depan kamar Alex dengan tujuan memberi keamanan ekstra untuk Alex karena mereka semua telah menganggap Alex sebagai pemimpin mereka saat ini
Di tempat lain, raja dan permaisuri yang merupakan ayahanda dan ibunda pangeran Zean telah mendengar kabar bahwa putra satu-satunya sadar kembali. Mereka langsung kembali ke kerajaan Amenor karena tak sabar ingin segera bertemu putranya setelah sekian lama berkunjung ke kerajaan sebelah.
"Suamiku, saat nya kita kembali pulang"
"Aku tak sabar ingin bertemu zean"
"Sepertinya dia sudah tumbuh dewasa sekarang" ucap permaisuri lin sambil melihat ke arah timur dimana disitu adalah kerajaan Amenor yang dilihat dari kejauhan.
"Ya istriku, ayo cepat kita pulang" jawab raja amenor dengan suka cita
"Tampaknya kasim suncaka telah menjaga putra kita dengan baik"
"Kita harus memberikan hadiah yang besar untuknya"
"Satu lagi, setelah ini kita serahkan semua kekuasaan kepada putra kita Zean"
"Biarlah Zean yang memimpin pemerintahan, kita sebaiknya pergi mengasingkan diri ke pegunungan amenor" ucap Raja amenor tersenyum senang.
Raja amenor dan permaisuri nya memang telah berusia lanjut. Mereka tetap mempertahankan pemerintahan karena tak ada pewaris kerajaan yang bisa mereka percaya selain putranya sendiri
__ADS_1
Rupanya dewi keberuntungan masih berpihak kepada mereka. Generasi penerus kerajaan amenor sudah ada di depan mata dan mereka berdua akan tenang menikmati masa tus mereka.
Mereka tak tahu ada bahaya dalam lingkungan istana yang mengincar putra mahkota.
Sesampai di istana kerajaan amenor, raja dan ratu disambut baik oleh kasim suncaka dan seluruh penghuni istana.
Diadakanlah pesta kerajaan yang sebelumnya kerajaan Amenor tak pernah mengadakan pesta apapun selama putra mahkota tak sadarkan diri
Dalam pesta itu, bertemulah raja dan ratu dengan Doni, yang berperan menjadi sosok pangeran Zean anak mereka.
"Anakku pangeran Zean, kau sudah dewasa rupanya"
"Sudah lama kau tak sadarkan diri semenjak kau terjatuh di danau"
"Ibu sangat senang kau bisa sehat seperti sekarang" ucap permaisuri Lin sambil berurai air mata.
Doni yang tak mengerti apa-apa hanya tersenyum menanggapinya.
Doni mulai melihat wajah raja dan permaisuri tampak sangat mirip dengan almarhum ayah dan ibunya di dunia nyata.
Walau ayah dan dan ibu doni telah tiada, Doni masih mengingat betul wajah keduanya karena foto mereka masih terpampang rapi di meja belajarnya.
Sementara itu di tempat lain, beberapa pengikut Alex sudah melakukan latihan untuk melakukan penyerangan di kerajaan Amenor. Mereka semua menunggu waktu yang tepat untuk melakukan penyerangan itu.
Dalam pesta itu, Doni sejenak melupakan segala sesuatu tentang dirinya. Doni merasa bahwa dia adalah pangeran Zean yang bisa melakukan apa saja yang dia mau.
Dirinya tak menyadari ada permainan game yang lebih ganas lagi mengintai nya.
Jika di lihat, permainan game yang Doni alami berasa seperti nyata. Jiwa Doni seperti berada di masa yang lalu tanpa ada campur tangan sebuah sistem komputer tua aneh yang ditemukan nya tempo hari.
Di tempat lain, Dukun saori rupanya sudah menyelesaikan mantra untuk memanggil roh jahat. Mantra terakhir yang dibaca membuat suasana rumah dukun saori penuh asap tebal. Tampaknya roh jahat yang dipanggil nya datang memenuhi panggilan nya.
Roh jahat itu berwarna-warni mulai dari roh berwarna hitam hijau dan merah. Semuanya berputar mengelilingi bejana yang sudah berisikan mantra.
Bejana itu mulai mengeluarkan gambaran aneh dan gambaran aneh itu tertutup dengan sebuah komputer modern.
Dukun saori dan perdana menteri limo tak mengerti apa maksud dari petunjuk gambar yang ada di dalam bejana karena pada jaman itu memang tidak ada jenis komputer dari dunia modern.
"Benda apakah itu?" tanya dukun saori penasaran.
"Iya benar"
__ADS_1
"Benda apakah itu?" aku tak pernah tahu benda aneh seperti itu.
"Tak ada gambar roh jahat yang masuk dalam tubuh pangeran Zean"
"Namun, ada benda aneh yang belum pernah aku lihat sebelum nya" ucap dukun saori sambil terus mengamati sebuah gambar komputer tua yang ada di dalam bejana.
"Sudahlah dukun saori"
"Yang penting, kita sudah tau penyebab pangeran Zean memiliki sikap seperti itu"
"Kalau begitu, aku harus mencari benda berbentuk balok yang aneh itu"
"Sepertinya, benda itu tak pernah ada di kerajaan ini" ucap perdana menteri limo
"Kalau begitu, pangeran Zean adalah pangeran sebenarnya"
"Tak ada roh jahat yang merasuki tubuhnya" ucap dukun saori dengan penuh keyakinan.
"Lalu, bagaimana caraku untuk melenyapkannya tanpa sepengetahuan siapapun?" tanya perdana menteri limo cemas
"Tenanglah perdana menteri limo, aku akan membantu mu"
"Semua kekuatan ku akan aku keluarkan untuk menyelesaikan tugas yang kau berikan kepadaku" ucap dukun saori menenangkan perdana menteri limo.
"Baiklah saori semua aku serahkan padamu" ucap dukin saori
"Aku minta satu helai rambut milik pangeran zean, dan baju yang sering dikenakan oleh pangeran Zean" ucap dukun saori
"Hem, sangat sulit mendapatkannya"
"Tapi, aku akan mengusahakannya" jawab perdana menteri limo
"Baiklah perdana menteri limo"
"Aku akan membuat jiwa pangeran Zean terbelenggu dan tak bisa melawan Alex" ucap dukun saori
"Sekarang, aku akan mencari botol ajaib milikku yang dulu aku buang di laut"
"dulu, aku menyimpan jiwa pangeran Zean di sana"
"Mungkin saja, botol itu terbuka akibat arus air laut, sehingga membuat pangeran Zean sadar kembali" ucap dukun saori
__ADS_1