Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
Sistem cinta mulai ada


__ADS_3

Seluruh prajurit akhirnya berbondong-bondong mengangkat tubuh dukun Saori dan memasukkan nya ke sebuah peti yang amat besar.


Tubuh es dukun saori rupanya sangat berat dan butuh beberapa orang untuk mengangkatnya.


"Oh, pangeran Zean"


"Butuh 100 orang untuk mengangkat tubuh Saori agar bisa masuk ke dalam kereta dorong" ucap salah satu prajurit yang ada di depan Doni


"Hah, banyak sekali"


"10 orang saja pasti bisa" ucap Doni sambil memicingkan matanya


"Maaf pangeran, kami tak sanggup mengangkat jika hanya 10 orang" ujar salah satu prajuritnya.


Doni mulai mengaktifkan sistem nya dan saat membuka sistem terbaca olehnya jika berat Saoiri sangat berat dan memang butuh 100 prajurit untuk mengangkatnya.


"Hem, jika aku mengangkat nya sendiri, aku yakin aku bisa"


"Namun, energiku akan berkurang walau hanya sedikit"


"Aku juga harus berhemat karena musuh besarku yaitu Alex dan perdana menteri limo belum aku kalahkan" gumam Doni sambil mengamati kekuatan nya di layar monitor yang masih prima.


Doni pun memerintahkan 100 prajurit nya untuk mengangkat tubuh dukun saori yang telah membeku.


Tubuh dukun saori pun berhasil di angkut dan dibawa ke laut oleh 100 prajurit kepercayaan Doni


Mereka meletakkan tubuh itu di atas sebuah perahu yang panjang dan lebar


Ada beberapa prajurit yang masuk ke dalam perahu itu untuk mengantarkan tubuh dukun saori karena Doni memerintahkan tubuh dukun itu untuk dilempar ke laut.


Beberapa menit kemudian, perahu berhasil membawa tubuh dukun Saori dan membuangnya


"Ayo kita lempar tubuh manusia ini ke laut"


"Pangeran Zean pasti akan senang dengan apa yang kita usahakan hari ini" ucap kasim suncaka yang juga berada dalam perahu.


"bruurrrr" tubuh dukun Saori akhirnya benar-benar terlempar ke laut oleh prajurit yang ada di sana.


Saat tubuh dukun saori berada di kedalaman laut, terdapat sebuah botol kecil dimana jiwa pangeran Zean yang asli berada di sana.


Dua insan itu berdampingan di dalam laut, dengan tubuh yang berbeda tempat. Jika dukun saori jiwa dan raganya terhimpit dalam sebuah es yang sangat besar dan tak mungkin bisa mencair jika Hani tak mencairkan nya, sedangkan jiwa pangeran Zean yang asli berada dalam sebuah botol yang masih belum bisa pecah.


Setiap detik, setiap waktu rupanya botol kecil dan kotak es dimana tubuh dukun saori berada saling bergesekan dan timbul goresan-goresan kecil yang setiap saat akan bisa menghancurkan keduanya jika musim panas tiba.


Setelah prajurit kepercayaan Doni dan Kasim suncaka melaksanakan tugas yang Doni berikan, mereka segera kembali ke tepian untuk menemui Doni.


"Pangeran Zean, tugas pangeran sudah hamba laksanakan"

__ADS_1


"Sekarang, kita istirahat terlebih dahulu, besok ketika fajar menyingsing, kita pergi menuju ke tempat dimana Alex dan perdana menteri Limo berada" ucap kasim suncaka kepada Doni.


"Baiklah, kau istirahatlah dulu"


"Aku dan Hani akan berbincang sebentar" ucap Doni kepada kasim suncaka.


Kasim suncaka dan beberapa prajurit kepercayaan Doni segera pergi beristirahat di tenda-tenda yang telah mereka bangun. Untuk Doni dan Hani, telah disediakan tenda istimewa untuk beristirahat.


Di balik pohon, ada Amel yang selalu mengintai segala tingkah laku Doni yang membuat nya semakin merasa cemburu


Sosok Amel yang awal mulanya tenang dan santai menjadi sangat gelisah karena tak kuat melihat kedekatan antara Pangeran Zean dan Hani.


"Oh, pangeran Zean"


"Apa yang sedang kamu bicarakan dengan Hani?"


"Kau hanya berdua saja dengan Hani dan kelihatan nya sangat dekat" gumam Amel sambil terus mengawasi Doni dan Hani yang saat itu sedang berbincang.


Di sepanjang pantai, Doni dan Hani berjalan berdua. Mereka berdua terhanyut dalam pembicaraan yang mendalam.


"Hani, terimakasih atas bantuan mu"


"Dengan kekuatan yang kau miliki, kau bisa membuat tubuh Saori si tua brengsek itu membeku" ucap Doni kepada Hani.


Hani hanya tersenyum saja. Sepertinya dia sangat senang dengan pujian Doni yang tertuju kepadanya.


"Kekuatan cinta mulai tumbuh"


"Lakukan sesi percintaan dengan lawan yang anda sukai"


"Point anda akan bertambah 50 persen" ucap suara misterius itu


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Sebelum nya, aku tak pernah memegang tangan seorang wanita" gumam Doni serba salah


Hani mulai mendekati tubuh Doni, begitu juga dengan Doni.


"Energi panas anda meningkat 20 persen"


"Lakukan pengaktifkan daya" suara misterius itu muncul lagi memberikan arahan pada Doni


Mendengar arahan dari sistem, Doni pun mulai sedikit bingung dengan hal yang baru saja dia alami.


"Sistem game yang Aneh"


"Bercinta pun, diatur dalam sistem"

__ADS_1


"Hidup ku rasanya terbelenggu" gumam Doni sambil terus mengamati sistem nya yang sedang berjalan


Angka semakin naik, dan Doni mulai dalam tahap hampir mencapai kesempurnaan.


"Point anda bertambah 100 point"


"Lakukan pembenahan lagi"


"Silahkan lakukan pendekatan untuk mencapai tahap kehangatan sempurna"


Doni semakin tak tahan dengan kecantikan Hani yang sangat menggairahkan


"Ada apa dengan diriku?"


"Apakah aku harus bercinta layaknya orang dewasa dalam game ini?" gumam Doni sambil membelai rambut Hani yang panjang terurai.


Doni melanjutkan perjalanan nya hingga sampailah Doni di sebuah tenda yang sudah disediakan oleh kasim suncaka.


Sejenak Doni tertegun melihat tenda yang ternyata sudah disiapkan untuknya


"Hani, apakah kau melihat tenda yang ada di depanmu?" tanya Doni


"Iya, kenapa dengan tenda itu?" tanya Hani sambil melihat wajah Doni yang semakin tampan saja


"Ayo kita masuk dan bercinta di sana?" tanya Doni sambil memegang tangan Hani yang semakin terasa hangat


Hani dengan perasaan malu-malu menganggukkan kepalanya tanda menyetujui ide gila Doni


"hem, pangeran Zean benar-benar suka padaku"


"Aku akan bersama pangeran Zean malam ini"


"Sungguh sangat indah malam ini" gumam Hani sembari tersenyum senang.


Doni yang melihat Hani tersenyum sendiri mulai bertanya


"Hani, mengapa kau tersenyum sendiri?" tanya Doni sedikit gugup


"Oh, aku hanya tersenyum senang tuan muda Zean"


"Aku sangat senang sekali karena tuan muda Zean telah memberikan hal yang lebih untukku" ucap Hani dengan nada polos.


"Baiklah, ayo kita mulai"


"Ajari aku bermain di dalam tenda itu" ucap Doni


Mereka berdua pun masuk ke dalam tenda yang sudah di sediakan oleh kasim suncaka. Pintu Tenda pun mulai di tutup. Pergerakan hangat mulai dilakukan di dalam sana. Entah apa yang dilakukan Doni dan Hani.

__ADS_1


Doni tak pernah melakukan hal apapun dengan wanita sebelum ini. Entah mengapa dalam sistem game yang Doni mainkan, terdapat sistem yang mengatur agar dirinya mau bercinta dengan seorang wanita yang lebih tua darinya.


__ADS_2