
Doni mulai bernafas lega. Sistem layar sudah muncul dan memberikan berita secara normal.
Doni mulai mengetik nama Alex dan perdana menteri limo dalam layar ajaib itu. Dengan cepat layar memberikan gambar Alex dan perdana menteri Limo lengkap dengan posisi nya sekarang.
Hanya saja, posisi detail nya tidak diketahui oleh Doni karena ada kabut yang sangat tebal menyelimuti mereka
"Hem, kabut apa ini?" gumam Doni sambil terus mengamati langkah Alex dan perdana menteri Limo yang berlari semakin jauh.
"Hem, sebelum aku kehilangan mereka, aku akan segera pergi mengejarnya"
"Ayo prajurit, kita menuju ke arah utara" ucao Doni memberi arahan prajuritnya menuju ke arah utara dimana Alex dan perdana menteri Limo menuju ke sana.
Sementara itu, di tempat lain, Alex dan prajurit Limo telah berada di rumah dukun saori, salah satu dukun kepercayaan nya selama ini.
"Permisi, aku datang membawa kekalahan yang memalukan" ucap perdana menteri limo kepada dukun saori yang saat itu duduk di depan kediamannya.
"Selamat datang perdana menteri limo, apakah yang harus aku lakukan untuk meyelamatkan anda?" tanya dukun saori sambil membungkukkan badannya.
"Dukun Saori, aku meminta mu untuk membunuh pangeran Zean sekarang juga"
"Arahkan guna-guna mu ke tubuhnya"
"Kirimkan roh jahat dan gerogoti tubuhnya agar dia tewas secara perlahan"ucap perdana menteri limo dengan menunjukkan kemarahannya yang memuncak.
"Baik perdana menteri limo"
"Hamba akan melaksanakannya"
"Apakah perdana menteri limo membawa bahan yang pernah aku minta dahulu?" tanya dukun saori kepada perdana menteri limo
"Oh, aku membawa nya" jawab perdana menteri limo sambil membuka tas kerajaan yang berisikan satu helai rambut pangeran Zean dan pakaian pangeran Zean.
Rambut dan pakaian itu terbungkus dengan rapi dalam keadaan baik.
"Oh terimakasih perdana menteri limo"
"Untuk sementara waktu, tunggulah di depan gubukku"
__ADS_1
"Aku akan segera mengadakan ritual pemanggilan roh jahat" ucap dukun saori
"Baiklah, aku tunggu secepatnya" ucap perdana menteri limo.
Sementara itu, Alex sang putra, sibuk menuliskan sebuah surat yang rencana akan dikirimkan kepada amel, sahabat masa kecil nya yang saat ini masih berada di istana amenor.
Surat itu ditulis menggunakan tinta hitam yang memang sejak tadi ada di saku baju Alex. Beberapa saat kemudian, tampak burung merpati terbang rendah di atas kepala Alex dan segera duduk di dekat Alex.
Alex lalu meletakkan surat itu di kaki burung, dan setelah itu burung merpati itu terbang menjauh menuju ke kerajaan Amenor dimana Amel tinggal di sana.
Di kerajaan Amenor
Amel tampak duduk termenung di teras depan dapur istana. Amel rupanya telah selesai memasak untuk sang raja dan permaisuri kerajaan Amenor. Selama pangeran Zean tidak ada di istana, Amel merasakan kesepian karena tak ada teman bermain lagi seperti dulu.
"Pangeran Zean, walau kau galak, aku masih saja berharap kau kembali ke istana ini dengan selamat" begitu kata amel dalam hati yang terdalam.
Disisi lain, Amel juga merindukan sosok Alex, yang merupakan teman masa kecil nya ketika bersama pangeran Zean.
"Andai saja Alex tak bertengkar dengan pangeran Zean, mungkin kami bertiga akan hidup bahagia di istana ini"
"Sayangnya, pangeran Zean tak suka adanya Alex dan aku pun sebagai teman nya tak bisa membantu agar mereka berbaikan kembali" gumam Amel sambil melihat ke langit.
Dan rasa penasaran Amel terjawab sudah. Burung merpati putih itu menjatuhkan secarik kertas dan kertas itu jatuh tepat di kaki Amel.
"Hem, surat apakah ini?" gumam Amel sambil memungut kertas itu kemudian segera membukanya.
Amel terkejut karena dia mengenal jenis tulisan itu.
”Apa mungkin ini surat dari Alex?"
Amel segera membaca sampai bawah dan Amel mulai manggut-manggut tanda mengerti tentang pesan Alex yang disampaikan kepadanya.
"Oh, rupanya aku harus keluar istana sekarang"
"Aku akan mencari pangeran Zean agar tidak mengejar Alex lagi" gumam Amel dalam hati
Hari itu juga, Amel segera bergegas keluar istana untuk menjalankan misi yang diperintahakan oleh Alex temannya itu.
__ADS_1
Isi surat yang dikirim Alex ternyata sebuah surat agar Amel meminta pangeran Zean tak mengejarnya lagi.
Dan Alex sangat yakin jika Amel bisa membujuk Pangeran Zean agar mengurungkan niatnya untuk melakukan hal yang lebih kejam kepadanya.
Pernyataan itu membuat Amel merasa iba dan turut membantu Alex agar terhindar dari tindakan kejam pangeran Zean.
Saat ini, Alex telah mengetahui jika Pangeran Zean sudah lolos melewati lorong pertahanan nya, dari berita beberapa prajurit penjaga lorong yang masih hidup
Untuk menahan pangeran Zean agar tidak mengejarnya adalah meminta Amel untuk menghalangi perjalanan pangeran Zean, dan Alex sangat yakin Amel bisa melakukannya.
Amel dengan sembunyi-sembunyi akhirnya pergi meninggalkan istana amenor. Dirinya tak meminta ijin kepada pihak istana. Dirinya hanya meminta ijin kepada ibunya saja. Dan nantinya ibu Amel akan memberikan keterangan jika Amel akan berkunjung ke rumah paman nya di luar istana.
Amel pergi dari istana amenor melewati lorong rahasia dan untuk sampai keluar istana, amel hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja.
Perjalanan menuju ke rumah paman Amel rupanya tak membutuhkan waktu yang lama. Letak rumah paman Amel yang dekat dan berada di pusat kota membuat Amel cepat sampai ke sana. Setiap orang yang akan pergi meninggalkan kerajaan Amenor menuju ke perbatasan, pasti akan melewati daerah itu.
Amel sangat yakin jika dirinya lebih dahulu sampai di sana dibanding pangeran Zean karena Amel mempergunakan jalan rahasia dan jalan itu hanya bisa di akses oleh orang tertentu saja termasuk Amel.
Amel rupanya disambut baik oleh pamannya karena lama tak bertemu. paman Amel memiliki sebuah toko makanan dan setiap orang yang melewati daerah itu pasti singgah untuk sekedar makan dan beristirahat sejenak.
Sementara itu di tempat lain, Doni dengan kasim suncaka masih melakukan perjalanan menuju ke tempat Alex.
Sistem Doni memberitahukan bahwa jarak antara dirinya dan Alex sekitar 32 kilometer
"Ah, sangat jauh sekali"
"Apa yang harus aku lakukan biar aku cepat sampai menuju ke tempat Alex dan segera membunuhnya?" gumam Doni sambil terus mengamati layar yang ada di depannya.
Tiba-tiba layar mulai terbuka dan suara misterius mulai berbicara
"Selamat datang di alam bebas"
"Kali ini, akan banyak petualangan yang terjadi"
"Siapkan energi anda dan isi daya secara penuh sekarang juga"
"petualangan apa yang akan aku hadapi setelah ini?" gumam Doni
__ADS_1
Saat berjalan, tampak sebuah toko makanan dan rupanya toko itu adalah tempat dimana amel dan pamannya tinggal disana