
Mendengar berita dari kasim suncaka akhirnya Doni segera pergi menuju ke istana dimana sang raja dan permaisuri berada.
Ayah, ibu ada apa dengan mu?" tanya Doni sambil membopong tubuh raja dan permaisuri ke dalam kamar.
Tampak raja dan permaisuri sedang terluka parah. Darah mengucur di perut permaisuri lin, begitu juga dengan sang raja
Doni mulai teringat akan ayah ibunya yang sudah meninggal dan aneh nya wajah mereka berdua sangatlah mirip dengan ayah dan ibu Doni di dunia nyata.
"Ah, apakah aku sudah terlalu masuk ke dunia game"
"Ini adalah wujud palsu"
"Aku tak boleh menangis" gumam doni sambil terus memandangi raja dan permaisuri kerajaan Amenor.
"Kasim suncaka"
"Mengapa kau lengah?"
"Seharus nya, kau menjaga raja dan ratu dari mara bahaya" ucap Doni sedikit kesal.
Kasim suncaka menundukkan kepalanya di hadapan Doni. Tampaknya kasim Suncaka merasa bersalah karena dirinya lebih mengkhawatirkan Doni dibanding raja dan ratu.
"Tuan muda Zean, raja dan ratu telah di jaga ketat oleh beberapa prajurit istana"
"hamba sudah yakin jika keselamatan raja dan ratu terjamin"
"Namun, aku tak menyangka jika beberapa prajurit penjaga raja dan ratu berbalik arah menyerang mereka" ucap kasim suncaka.
Tampak raut muka penyesalan di wajah kasim suncaka.
"Sudahlah, sekarang, panggil tabib dan bawa dia kemari"
"Mereka harus bisa menyembuhkan raja dan ratu" ucap Doni sambil berusaha mencari sistem komputer yang biasa datang jika suasana mulai genting.
"Hem, banyak pengkhianat di kerajaan ini"
"Aku harus segera menemukan nya dan menumpas habis menggunakan sistem game ku"
"Masalah nya, sistem tak pernah hadir tepat waktu saat aku membutuhkannya" gumam Doni sambil melihat ke sekeliling.
Sementara itu prajurit ling ceng dan kawan-kawan yang telah berhasil melakukan penyerangan awal ke kerajaan Amenor tampak tersenyum senang.
Mereka telah paham titik kelemahan benteng pertahanan kerajaan Amenor setelah melakukan penyerangan mendadak.
Semua sistem pertahanan kerajaan Amenor akhirnya dilaporkan kepada Alex. Tentu saja Alex senang karena korban dari pihak prajurit ling ceng sangat sedikit.
"Ling ceng"
"Kerjamu sudah cukup bagus"
"Setelah kita berhasil melihat pertahan mereka, alangkah baiknya sebulan lagi, kita lakukan pemberontakan dan mengambil alih kekuasaan kerajaan amenor" ucap Alex sambil tersenyum senang
"Untuk sekarang, susun kekuatan dengan banyak berlatih" ucap Alex sambil memberikan satu kantong uang emas kepada Ling ceng.
"Terimakasih tuan ku"
__ADS_1
"Baiklah tuan ku"
"prajurit dibawah komando ku akan melakukan latihan ketat terlebih dahulu"
"Bulan depan, kita semua akan melakukan penyerangan" ucap ling ceng penuh percaya diri.
Sementara itu di tempat lain, Doni terus saja melihat ke sekeliling. Dirinya berharap sistem aneh itu muncul di depan nya saat itu juga.
Tak beberapa lama kemudian, Doni melihat layar ajaib berada di depan matanya.
"Ah, baguslah kau datang" ucap Doni sambil berusaha memencet tombol yang ada di layar aneh itu.
Berbagai macam menu pilihan terpampang di sana. Tiba-tiba suara misterius datang kembali di hadapannya.
"Anda telah sampai di tahap kedua permainan game ini"
"Silahkan mengambil menu pilihan" ucap suara misterius itu.
Doni mulai melihat menu pengobatan dan dia menemukannya.
"Ha ha ha"
"Aku bisa melakukannya"
Doni mulai memencet tombol Yang ada pada pilihan dan "cling"
keajaiban terjadi. Sistem layar mulai mengeluarkan pilihan untuk penyembuhan raja dan ratu dengan cara yang aneh
"Ding...sistem penyembuhan mulai terbuka"
"Satu pilihan menentukan tingkat kesembuhan"
"Untuk melakukan itu, tukar separuh kekuatan anda, dan anda akan mendapatkan sistem kekuatan penyembuhan" ucap suara misterius itu.
Layar mulai menunjukkan seberapa besar kekuatan Doni yang harus dipertaruhkan untuk penyembuhan sang raja dan ratu.
Dalam sistem tertulis nama Doni dengan pakaian yang persis dengan yang dipakainya sekarang
"Hah, sungguh aneh"
"gambar ku ada di layar, wajah dan bajuku juga sama persis" gumam Doni tersenyum senang.
"Kekuatan anda 90 persen dan hampir mencapai kekuatan penuh"
"Lakukan pengisian daya untuk mendapatkan kekuatan 100 persen" ucap suara misterius
Doni mulai mengklik tombol hijau untuk memperhitungkan kekuatan nya yang akan dipertaruhkan.
"Kling" tiba tiba saja layar mengeluarkan gambaran kekuatan dan kualifikasi yang dimiliki Doni
Nama : Doni / pangeran Zean
usia : 18 tahun
kekuatan yang dimiliki : pedang pembunuh jiwa kekuatan daya 1000 mw
__ADS_1
kacamata ajaib : kekuatan daya 5000 mw
sepatu tendangan super : kekuatan daya 4500 mw
kekuatan api : kekuatan panas 1000 derajat celcius
baju pelindung : berat jenis 1 kilogram, kekuatan pertahanan 100.000 tendangan.
helm pelindung kepala: kekuatan pertahanan 700.000 tendangan
hasrat cinta : 50 persen
Kekuatan lain tak terduga 1000 persen
Setelah melihat jenis kualifikasi kekuatan nya, akhirnya Doni mulai menemukan dan bisa mengendalikan sistem itu. Doni ingat betul ketika sistem layar bekerja dan muncul dihadapannya, Doni perlu memusatkan pikiran dan harapan terlebih dahulu.
Ternyata, sistem akan bekerja sesuai emosi yang dimiliki oleh Doni
"Hem, baguslah" aku sudah paham sekarang
Doni akhirnya mulai bisa mengendalikan sistem itu dengan baik.
"Baiklah, aku akan memilih sistem penyembuhan ekstra" ucap Doni sambil mengklik tombol yang ada di bawah sistem.
"cling" Sistem berbunyi dan muncul di layar seberapa besar kekuatan di ambil.
Doni memilih pengurangan energi sebesar 25 persen untuk menukar dengan sistem penyembuhan.
Ketika tombol di klik, sistem penyembuhan mulai bereaksi dan mengalir dalam aliran tubuh Doni..
Tubuh Doni terasa dingin karena sebagian energinya ditukar dengan energi penyembuhan.
"Ah, aku sangat kedinginan" gumam Doni sambil jatuh terduduk di lantai.
Setelah menguras energi Doni, sistem layar menghilang dan Seluruh penghuni istana bergerak normal kembali
"Pangeran Zean, kau tidak apa-apa?" tanya kasim suncaka sambil melihat ke arah Doni yang terlihat berat dalam bernafas.
"Tidak apa-apa"
"Aku hanya perlu pemulihan energi saja"
"Sekarang, bawa raja dan permaisuri kemari" ucap Doni sambil menghela nafas panjang
"Baiklah pangeran" ucap kasim suncaka
Kasim suncaka segera pergi menuju ke kamar raja dan ratu. Terlihat raja dan ratu berada di kamar. Kondisi mereka sangat lemah. Kasim Suncaka dan beberapa prajurit istana segera membopong tubuh raja dan ratu menuju ke tempat dimana Doni berada.
"Kasim Suncaka, letakkan tubuh Raja dan ratu di depan ku" ucap Doni
Kasim suncaka tak banyak bertanya lagi, dia pun segera membawa rajabdan ratu tepat di depan Doni
Kedua Tangan Doni segera memegang tubuh raja dan ratu, seketika itu timbullah warna biru memancar dari tubuh Doni dan mengalir ke tubuh raja dan ratu.
Suasana sangat tegang saat itu. Aktifitas Doni disaksikan beberapa pengawal setianya dan kasim suncaka.
__ADS_1