Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
reaksi guna-guna dukun saori


__ADS_3

Mantra yang diucapkan Dukun Saori rupanya membentuk sebuah kabut hitam yang gelap. Kabut hitam yang gelap itu terbang menuju ke arah dimana Doni dan beberapa prajurit nya berada.


Kabut hitam muncul secara mendadak sesaat setelah Doni menyelesaikan kegiatannya di tempat makan paman Amel


"Sungguh sangat aneh"


"Aku melihat awan tebal berjalan di sekitar kita" ucap Doni sambil melihat awan tebal yang menyelimutinya.


Awan tebal itu semakin mengganas dan berputar di atas kepala Doni dan beberapa prajurit kepercayaannya.


Sistem terbuka, dan muncul sebuah keterangan yang membingungkan bagi Doni.


"Cuaca hari ini sangat buruk"


"Sebentar lagi akan terjadi hujan"


"Sediakan mantel untuk menghindari hujan" ucap suara misterius itu


Doni segera membuka sistem miliknya dan membeli mantel sesuai dengan instruksi dari sistem


"Cling"


Secara ajaib, mantel keluar dan Doni mulai menggunakannya.


Tak lupa, Doni memberikan mantel yang sama dengannya untuk dipakai oleh Hani, amel dan seluruh prajurit nya


"waw"


"penutup tubuh ini sangat bagus"


"Tak pernah aku melihat sebelum nya" ucap salah satu prajurit.


"pangeran Zean, apakah kau mempelajari sihir?" salah satu prajurit bertanya kepada Doni karena segala fasilitas yang doni pakai selalu ada dan berlangsung tiba-tiba.


"ah, pertanyaan mu sungguh sangat lucu"


"Aku tak menggunakan sihir apapun"


"Aku hanya menggunakan sebuah sistem"


"Super sistem" jawab Doni pendek.


Tak ada yang mengerti tentang perkataan Doni waktu itu, dan setelah mendengar jawaban Doni, tak ada satupun yang berani bertanya lagi kepadanya.


"Oh, lihatlah"


"Ada angin yang sangat kencang"


"Alangkah baiknya, kita sembunyi di dalam rumah makan paman Amel" ucap kasim suncaka kepada Doni


Doni tak menghiraukan kasim suncaka. Dirinya terus berdiri di luar untuk melihat suasana alam yang berubah drastis.


"Sial aku hari ini"

__ADS_1


"Mengapa ada angin kencang datang tiba-tiba"


"Pertanda apakah ini?" gumam Doni sambil terus mengawasi perubahan cuaca yang telah terjadi


Di tempat lain, kasim suncaka dan beberapa prajuritnya telah bersembunyi di rumah makan paman Amel.


Mereka terlihat sangat takut karena angin yang menyerang mereka semakin kencang saja.


Anehnya, angin hanya berputar di bawah tubuh Doni. Sedangkan tempat lain tak ada serangan apa-apa.


Semakin menjauh dari tubuh Doni, maka akan semakin aman dari serangan angin yang sangat dahsyat.


Roh-roh suruhan dukun saori rupanya mengelilingi tubuh Doni hingga Doni kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya.


Beberapa diantara mereka ada yang memegang seluruh tubuh Doni dengan kuat. Cengkeraman mereka tak berwujud tapi terasa berat.


"Ah, siapa yang menahan gerakanku?"


"Mengapa aku tak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali?" gumam Doni sambil terus melawan serangan dadakan itu.


Doni mulai mengeluarkan seluruh tenaganya namun terasa berat. Sistem yang ada pada Doni tak bekerja karena Doni belum menyentuh tombol yang ada di dalam layar. Sedangkan seluruh tubuh Doni kaku, termasuk tangan dan kaki Doni sehingga dirinya belum bisa menekan tombol sistem nya.


"Aku tak boleh kalah dalam peperangan ini"


"Hani, tolong aku" Doni memanggil Hani dan saat Hani mendengar panggilan Doni, hani segera menuju ke arah Doni.


Sepertinya, untuk pergi menuju ke tempat Doni, Hani harus melawan arus angin yang sangat besar. Hal itu memberatkan nya hingga Hani tak mampu berdiri sama sekali.


"Pangeran Zean, tenagaku tak kuat untuk sampai ke tempat mu"


"Semakin aku mendekatimu, angin bertiup sangat kencang hingga menekan tubuh ku" ucap Hani sambil terus berusaha menggapai tubuh Doni.


"Kalau begitu, kau diam saja di sana"


"Aku akan mencoba menangkis serangan ini sendiri saja" ujar Doni sambil terus menahan tubuh nya agar tidak sampai terjatuh.


Doni mulai memejamkan matanya. Ada beberapa roh jahat yang semakin mendekati Doni hingga Doni mulai tak kuat lagi menahannya.


energi roh kiriman dari dukun Saori rupanya mempunyai energi di luar batas kemampuan sistem milik Doni.


Belum sempat Doni menggunakan sistem nya, roh yang berwarna kemerahan dan bermata lebar mendekati Doni.


Doni mulai membuka matanya dan kacamata ajaib nya langsung membuka tabir dua dunia.


Roh dengan warna aura kemerahan bisa terlihat oleh Doni.


"Hah siapa kamu?" tanya Doni sambil berusaha mengapai roh jahat yang semakin mendekati dirinya


Wujud roh jahat itu sangat aneh di mata Doni. Bentuknya seperti asap merah dan menyala sangat terang sekali. Wajahnya sangat aneh dengan lidah menjulur keluar.


Mata melotot dan hanya punya satu mata di tengah. Wujud nya sangat menakutkan bagi Doni.


Roh jahat yang mendekati Doni mulai terkejut karena tak menyangka jika Doni bisa melihatnya dengan jelas.

__ADS_1


Karena Doni bisa melihatnya dengan mudah, roh jahat itu mulai mundur dari tempat nya semula. Hal ini membuat Doni mempunyai kesempatan mengaktifkan sistem nya yang sebelumnya sulit untuk dia buka.


"Yah, aku berhasil membuka sistem ku" gumam Doni dalam hati


Tiba-tiba, layar muncul di depannya, dan kualifikasi roh jahat yang dikirim dukun Saori mulai terlihat.


Sistem layar mulai memberikan keterangan sesuai dengan sinyal yang ditangkap nya


"Wujud makhluk asing : asap merah"


"Nama : tak mempunyai nama"


"Berasal dari klan siluman"


"Mempunyai usia 1000 tahun"


"Menghisap darah dan sasaran nya adalah manusia"


"Darah yang berhasil dihisap mengurangi energi sebesar 80 persen"


"Penderita akan melemah selama satu minggu"


"Tak bisa isi daya selama satu tahun waktu game"


"Hindari bersentuhan dengan nya"


"Satu sentuhan membuat lemah 100 energi berkurang"


"Point berkurang separuh"


"Sebelum menyentuh, tukarkan harta karun anda untuk mempertahankan game ini" begitu ucapan suara misterius yang ada di layar.


Doni semakin bingung dengan arahan dari sistem layar yang ada di depannya ..


Karena terus berpikir, Doni sedikit lengah hingga roh jahat lainnya yang berada dibelakang roh merah mendekati nya dengan cepat.


Ada beberapa roh jahat yang berwarna hitam berhasil menyentuh tangan Doni.


Doni pun terjatuh karena kekuatan roh hitam telah mengurangi energi supernya sebesar 100 point.


Nafasnya naik turun karena menahan serangan roh jahat yang berjumlah banyak.


Keringat Doni mulai bercucuran dan semakin lama tubuh Doni semakin melemah.


Di tempat lain yaitu dimana Dukun saori dan perdana menteri limo berada, terlihat sangat senang melihat kekuatan Doni yang semakin melemah.


Alex pun berkata kepada ayahnya


"Ayah, sepertinya, pangeran Zean tak bisa bertahan dengan serangan dari roh jahat kiriman dari dukun Saori"


"Jika ini sampai terjadi, kita harus merayakan nya dengan mengadakan pesta besar-besaran di tempat ini" ucap Alex sambil tersenyum lebar


Bersambung

__ADS_1


Tunggu episode selanjutnya ya kawan beri like dong..


__ADS_2