
"Oh, celakalah aku"
"Kekuatan yang baru saja aku lempar sangat besar sekali"
"Dan sekarang, kekuatan itu berbalik menyerang ku?" gumam Alex dalam hati
Alex berusaha tenang melihat kekuatan nya berbalik menuju ke arahnya.
Dirinya mulai membentuk kekuatan baru untuk menangkis kekuatan yang tadi telah dikeluarkan nya.
Sementara itu, seluruh penghuni istana sangat takjub melihat kekuatan pangeran Zean yang diluar dugaan mereka.
"Hah, kekuatan itu berbalik arah"
"Bagaimana nasib Alex" ucap salah satu algojo istana yang sangat setia pada kerajaan
"Entahlah, kita hanya melihat saja"
"Lebih baik, kita tak usah ikut campur urusan mereka" ucap kasim suncaka mengingatkan
"dengarkanlah" ucap Doni sambil mengangkat perisanya ke atas
"Jangan sampai ada yang membantu menahan serangan balikku"
"Jika sampai menbantu, aku akan menghukum kalian" ucap Doni setengah mengancam.
Akibat peringatan Doni itu, semua penghuni istana tak ada yang berani bergerak lagi. Mereka terdiam seperti patung, namun mata mereka bergerak mengikuti arah cahaya dahsyat yang mengarah ke tubuh Alex.
Alex berusaha dengan sekuat tenaga kekuatan nya yang baru saja dikembalikan oleh Doni, namun, sial bagi Alex.
Dirinya tak mampu menahan kekuatan itu dan tiba akhirnya tubuh Alex terpental jauh hingga tak terlihat lagi batang hidungnya
"Ah..sakit" teriak Alex menjerit dan jeritan Alex terdengar oleh seluruh penghuni istana.
Tubuh Alex ternyata terpental jauh sampai keluar gerbang istana.
"Alex, aku tak menyerangmu, ingat itu"
"Semua itu berasal dari kekuatan mu sendiri yang aku kembalikan kepadamu" ucap Doni sambil memandang Alex dari kejauhan.
Sementara itu, tubuh Alex terpental dan jatuh di hutan dekat istana.
Seluruh tubuh Alex terluka, tak terkecuali baju perisa nya tak mampu menangkis kekuatan nya sendiri
Tubuh Alex benar benar kalah telak.
"Aku telah kalah" ucap Alex sambil menahan sakit yang dideritanya
Sementara itu, perdana menteri limo yang mendengar berita anak nya terluka segera memerintahkan prajurit nya untuk menolong Alex dan membawa nya kembali ke istana untuk diberikan perawatan.
"Prajurit, bawa Alex ke tempat ku sekarang" ucap perdana menteri limo memberikan perintah.
__ADS_1
Dengan cepat, prajurit kepercayaan perdana menteri limo segera pergi menuju ke tempat dimana Alex berada.
Tubuh Alex yang lemah segera dibawa oleh beberapa prajurit istana dan langsung dibawa ke istana perdana menteri Limo.
Sementara itu, Doni mengamati dari kejauhan. Dirinya sudah cukup puas bisa menghajar Alex dengan kekuatan yang dimilikinya.
"Kasim Suncaka, bawa aku ke dalam kamarku dan jangan lupa, sediakan makanan untukky" ucap Doni sembari tersenyum tipis
"Hah, tuan muda lapar lagi?" gumam kasim suncaka dalam hati
"Bukan nya dia baru saja menghabiskan satu piring besar makanan dan dalam waktu sebentar dia minta lagi?" gumam kasim suncaka setengah tak percaya.
Tampaknya, Doni melihat gelagat kasim suncaka yang kebingungan mendengar perintah nya.
Karena tak kunjung mengiyakan perintahnya, Doni mulai berteriak tepat di telinga kasim suncaka dan hal itu membuat kasim suncaka terkejut.
"Kasim suncaka, apakah kau tak mendengar perintahku baru saja?" tanya Doni sambil menatap sinis kasim suncaka.
"hah, baiklah Tuan" jawab kasim suncaka sambil beranjak pergi menuju dapur istana.
"Lin, lin, tolong secepat nya buatkan menu kedua untuk sanga pangeran"
"Akibat pertarungan dengan Alex, tampaknya pangeran Zean kehabisan energi dan dia meminta hidangan lagi" ucap kasim Suncaka memberikan perintah kepada Lin lin.
"Baik tuan" jawab lin lin tanpa bertanya lagi.
Tentunya, lin lin meminta bantuan putri semata wayang nya lagi untuk membantunya memasak hidangan.
"Amel, ayo kita masak lagi" ajak Lin lin sambil menarik tangan amel.
"Pangeran Zean yang sekarang berbeda dengan pangeran Zean yang dulu" gumam Amel sambil mengernyitkan dahinya.
"Dulu, pangeran Zean tak suka makan banyak-banyak"
"Sekarang, satu jam makan, satu jam minta lagi" gumam Amel dalam hatinya.
Lin lin yang melihat hal itu segera menegur amel dan berkata
"Amel, cepat laksanakan"
"Pangeran Zean tak mungkin bisa menunggu lama"
"Ibu sudah mempersiapkan kayu bakar dan apinya" ucap lin lin sambil tersenyum lebar
"Baiklah ibu" ucap amel sambil beranjak menuju ke dapur istana.
Sementara itu, perdana menteri Limo mendapati putra kesayangannya terluka merasa sangat terpukul.
Tubuh Alex tak karuan. Terdapat luka di kepala, wajah, lengan dan kaki. Tentunya luka itu akan membekas selamanya Butuh perawatan tabib yang sangat lama untuk memperbaiki bekas lukanya jika Alex sembuh nanti.
Alex berteriak karena rasa sakit pada tubuhnya semakin terasa.
__ADS_1
"Ayah, ambilkan cermin" ucap Alex meminta ayahnya untuk mengambilkan cermin untuk nya.
Karena tak tega akhirnya perdana menteri Limo segera mengambilkan cermin dan memberikan nya kepada Alex.
"Sungguh memalukan"
"Kau kalah telak dengan pangeran Zean anakku"
"Ayah akan berusaha membantumu kelak"
"Sekarang pulihkan tenaga mu terlebih dahulu"
"Ayah tak tega melihat mu terluka seperti ini" ucap perdana menteri Limo sembari meneteskan air mata.
"Ayah, lihatlah, bagaimana dengan wajahku?" tanya Alex sembari melihat wajahnya dengan cermin yang ada di dalam kamarnya.
"Tenanglah anakku"
"Wajahmu akan pulih seperti sedia kala"
"Aku akan mencarikan tabib kecantikan untukmu"
"Tabib yang terbaik di kerajaan ini" ucap perdana menteri Limo menenangkan Alex.
"Sekarang, kau istirahatlah" ucap perdana menteri Limo.
Alex mulai istirahat, dan tidur dalam kamarnya. Wajah lelah terlihat jelas daro raut wajah Alex.
Sementara itu, perdana menteri Limo tak terima putra kesayangan nya diperlakukan seperti itu oleh Pangeran Zean dan berencana akan melakukan perhitungan dengan nya
"Pangeran Zean, kau telah berani membuatku malu"
"Kau juga menyiksa putra kesayangan ku"
"Aku akan membalas mu kelak"
"Tunggu saja, cepat atau lambat kau akan menerima hasil nya" ucap perdan menteri Limo sambil menarik nafas dalam.
Perdana menteri Limo merasa curiga melihat perubahan pangeran Zean yang diluar ekpetasinya.
Sebagai perdana menteri senior, dirinya curiga melihat gelagat pangeran Zean yang berrbeda dari biasanya
Yang dia tahu, kekuatan pangeran Zean tak sebaik kekuatan yang dimiliki putranya . Namun, setelah pangeran Zean sadar dari siumannya, kejadian mustahil dan aneh sering terjadi pada pangeran Zean dan hal itu selalu dipantau dari kejauhan oleh perdana menteri Limo.
"Apa mungkin pangeran Zean bukanlah pangeran Zean yang sebenarnya?"
"Atau mungkin, dia dirasuki roh jahat sehingga bertindak brutal?" gumam perdans menteri Limo.
"hem, aku harus segers menemui dukun sakti istana, sepertinya dia bisa menerawang tubuh pangeran Zean yang sekarang.
"Aku akan memanggil dukun Saori"
__ADS_1
"Pastinya, dia tau melawati kartu miliknya" gumam perdana menteri limo dalam hati.
Setelah mempunyai ide yang cemerlang, akhirnya perdana menteri limo langsung pergi menuju ke tempat kediaman dukun saori yang rumah nya tak jauh dari istana