Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
bab 31 ( mencari sasaran)


__ADS_3

Mendengar jawaban dari prajurit kepercayaan nya, Doni makin tersenyum kegirangan.


"Mengapa tuan muda tersenyum seperti itu?" tanya kasim suncaka penasaran


Terlihat kasim suncaka merasa kecapekan karena tubuh nya remuk akibat peperangan ini.


"Kasim Suncaka, aku akan memberikan energi kepadamu agar tenagamu pulih seperti sedia kala" ucap Doni secara tiba-tiba


"Tuan muda Zean, benarkah itu?" tanya kasim suncaka sambil melihat Doni dari atas sampai bawah.


"Iya benar, kemarilah" ucap Doni sambil memandang ke arah kasim suncaka


Kasim suncaka mulai mendekat ke arah Doni, dan Doni mulai memainkan sistem layar yang ada di depannya.


Tampak kekuatan kasim suncaka tersisa 25 persen.


Doni segera mengambil beberapa menu penambahan energi dalam layar itu dan ajaib.


Tak menunggu waktu lama, kasim suncaka menerima energi misterius dan energi itu merasuk ke atas kepalanya.


Energi itu berputar-putar dan berwarna kuning kemerahan. Setelah energi misterius itu berhasil masuk ke dalam tubuh kasim suncaka, terlihat kasim suncaka dalam kondisi baik kembali dan bergairah.


"Tuan muda Zean, tubuhku lebih baik dari sebelum nya"


"Terimakasih banyak" ucap kasim Suncaka sambil tersenyum senang.


"Baiklah"


"Aku juga akan mentransfer energi ku untuk seluruh prajurit ku yang telah membantuku berperang hari ini" ucap Doni


Dengam cepat, Doni mulai memainkan remot kontrol nya dan layar ajaib muncul di depan Doni.


Menu layar menunjukkan gambar seluruh prajurit yang Doni miliki.


Penambahan energi Doni dilakukan dengan cepat dan sistem layar misterius itu mulai memberikan kode pemulihan kepadanya.


Setelah kode pemulihan itu muncul, Doni segera mengambil nya dan meletakkan nya di alat penukar koin yang berada di samping kiri menu layar.


Secara ajaib prajurit yang semula lemah lunglai mulai terlihat aktif kembali dan segar.


Mereka semua takjub melihat kekuatan Doni yanh diluar nalar mereka.


"Terimakasih Tuan muda" ucap seluruh prajurit kepercayaan Doni.


Setelah berhasil mengisi energi para prajurit nya, Doni melihat kekuatan musuh yang ada di depannya

__ADS_1


Sebagian besar musuh yang ada di depannya telah tewas dan Doni mencari beberapa lawan yang masih hidup.


Dalam layar kontrol yang Doni punya, musuh Doni hanya tersisa 10 orang dengan kondisu sangat lemah. Kondisi ini membuat Doni mempunyai peluang emas karena jika Doni melakukan pembantaian kepada mereka, point Doni akan bertambah dan harta kekayaaan Doni dalam hal persenjataan akan semakin lengkap.


"Aku akan melakukan pembantaian masal"


"Tunggu lah nasib tragis kalian" ucap Doni sambil tersenyum sinis.


Doni mulai memilih menu pembantaian dan mengambil kekuatan panas yang dia miliki dan terdengar suara menggelegar


"Boom"


Suara berdentum hebat layak nya suara bom dalam ukuran sedang. Dengan cepat, musuh jatuh terkapar ke tanah dan energi jiwa mereka mulai berterbangan. Nomor kematian juga telah muncul dan Doni mulai memungut nya dan memasukkan nya ke dalam kotak harta karun.


Kotak harta karun Doni rupanya mulai penuh dan untuk membuat agar kotak harta karuj tetao terisi, Doni mulai mengambil kotak harta karun cadangan dan memasukkan seluruh kekuatan musuh ke dalam nya.


"Ha ha ha, aku telah berhasil mengambil semua nya"


"Sekarang, aku benar-benar telah menang" ucap Doni sambil tertawa senang.


"Para prajurit, ayo kita lanjutkan perjalanan kita"


"Sekarang, kita hampir mencapai titik puncak"


"Jika aku telah berhasil melewati semua pintu, aku akan menemukan Alex, musuh ku yang selama ini aku cari baik di dunia ini maupun Dunia lain"


"Baik tuan muda" jawab mereka.


Sekarang, seluruh prajurit dan ketiga algojo Doni mulai membuka lorong ke delapan dimana musuh besar Doni akan segera datang.


"Pintu lorong kedelapan rupanya mulai terbuka dan Doni terkejut melihat apa yang ada di dalam lorong ke delapan.


"benarkah ini?" gumam Doni dalam hati.


Dalam lorong ke delapan, Doni melihat sosok raksasa tinggi besar. Tubuh Doni dan seluruh prajurit tak bisa mengimbangi besarnya tubuh raksasa itu.


"Hah, darimana perdana menteri limo mempunyai raksasa sebesar ini?" gumam Doni setengah panik.


Setelah ditelusuri, raksasa itu adalah sebuah ilusi yang telah dipersiapkan dukun Saori untuk melindungi lorong pertahanan perdana menteri Limo.


Raksasa itu telah ada sejak lorong itu dibuat oleh perdana menteri limo.


Kasim Suncaka dan seluruh prajurit yang ada di sana merasa sedikit takut karena tubuh mereka sangat jauh jika dibandingkan dengan raksasa Itu.


Sementara itu, ke tiga algojo juga tak dapat mengimbangi raksasa itu.

__ADS_1


Raksasa yang berada di lorong kedelapan memiliki tubuh berwarna hitam dan wajahnya mirip dengan gorilla yang menakutkan.


Seluruh tubuhnya dipenuhi bulu yang lebat. Pukulan dari beberapa prajurit Doni tak mempan untuknya.


Ternyata, gorila itu merupakan peliharaan Alex sejak dahulu dan telah menjadi pengikut setia Alex. Gorila itu disimpan di lorong ke delapan dan berguna untuk menjaga pertahanan Alex selama ini.


Doni mulai membuka layar dan dirinya sangat terkejut karena kekuatan Gorilla melebihi kekuatan yang dimilikinya.


Layar menunjukkan laporan yang sangat luar biasa kepadanya.


"Apakah aku akan kalah?"


"Semua senjata aku arahkan kepadanya mengapa tidak berhasil sama sekali" gumam Doni sambil terus mengeluarkan energinya untuk menghambat Gorilla itu mendekat kepadanya.


"Anda sedang berhadapan dengan lawan yang tangguh"


"Tukarkan koin harta karun untik menambah kekuatan" ucap suara misterius yang datang tiba-tiba


"Hah, apa aku harus menukarkan koin harta karun ku yang sudah aku kumpulkan dengan susah payah?"


"Percuma saja aku melakukan pengisian daya"


"tak berguna sekali bagiku" gumam Doni sambil melihat ke arah Gorilla yang semakin dekat dengannya.


Beberapa prajurit mulai banyak yang terluka. Sementara Gorilla yang ada di depan Doni semakin kuat saja.


"Aku harus secepatnya membuat keputusan"


Doni segera membuka layar dan mencoba melihat alternatif pilihan yang sekiranya tak memerlukan penukaran dengan harta karun miliknya


Berbagai pilihan mulai dicoba oleh Doni namun tak ada yang bisa mengimbangi kekuatan gorilla yang ada di depannya.


"Baiklah kalau begitu"


"Aku akan membuka harta karun ku"


"Sia-sia aku mengumpulkan nya dengan susah payah" gumam Doni sambil membuka kotak harta karun nya


Harta karun mulai dibuka oleh Doni dan point mulai dipindahkan oleh Doni untuk menambah kekuatan nya.


"Silahkan melakukan penukaran koin harta karun yang telah anda kumpulkan"


Mendengar arahan dari layar, Doni segera menukarkan koin harta karun nya setengah untuk ditukar dengan perlengkapan perlindungan dari serangan gorilla yang semakin membabi buta.


"Cling"

__ADS_1


"Selamat Koin anda berhasil ditukar"


"Silahkan tukarkan koin sisa jika anda membutuhkannya" ucap suara misterius yang ada di layar


__ADS_2