Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
bab 7 mulai bertarung


__ADS_3

Doni mulai memandang ke arah dimana amel berada.


"hah, dia teman masa kecil ku?" tanya Doni penasaran


"iya tuan ku"


"Amel dan alex adalah teman tuan muda zean sejak kecil"


"Cobalah tuan muda Zean mengingat-ngingat masa kecil yang pernah tuan muda jalani" ucap kasim suncaka kepada doni.


Doni perpura-pura mengingat sesuatu dan dirinya tak pernah mengingat hal itu karena dirinya bukanlah pangeran zean yang sebenarnya.


"Oh ya kasim suncaka"


"aku akan berusaha mengingatnya pelan-pelan" jawab Doni sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


Tak terasa waktu berlalu, dan Alex hadir memenuhi panggilannya.


"Ha ha ha, alex, kau sudah datang rupanya".


"kemarilah" panggil Doni dengan nada serius.


Alex segera menuju tepat dihadapan Doni dan tatapan Alex sangat ketakutan waktu itu.


"Alex, kenapa kau takut kepadaku?"


"Bukankah kau sering membuly ku?" tanya doni refleks. Doni lupa jika dirinya berada di dunia yang berbeda dengan dunia nya dahulu.


Seluruh pelayan istana maupun orang yang ada di sana terkejut mendengar ucapan yang disampaikan Doni kepada Alex.


"hah, apa yang dibicarakan tuan muda Zean?"


"Sepertinya, dia sudah berbicara ngelantur" ucap salah satu pelayan istana yang tak tahu namanya.


Doni pun mendengar ucapan para pelayan nya yang keheranan mendengar ucapan yang terlanjur terdengar di telinga mereka.


"Oh, maaf, aku hanya bercanda Alex" ucap Doni mengalihkan pembicaraan


Doni mulai sedikit mengontrol dirinya sendiri. Dia mulai paham dengan dunia yang saat ini dilaluinya.


"Hem, aku tak boleh membuat Alex curiga"


"Aku harus benar-benar berperan menjadi pangeran Zean sekarang" gumam Doni sambil memandang sinis ke arah Alex.


"Alex, ayo kau lawan aku dahulu" tantang Doni sembari menatap ke arah Alex.


alex sedikit ketakutan mendengar tantangan Doni. Para algojo istana bersiap melindungi pangeran Zean jika tiba-tiba Alex menyerang Zean secara brutal.


"Baiklah Tuan" jawab Alex sambil mengeluarkan tenaga dalamnya.


Tangan Alex mengeluarkan cahaya merah dan putih. Asap tebal keluar dari dalam tubuhnya.


Doni rupanya kurang paham dengan sistem pertarungan yang saat itu dia jalani. Dirinya terkejut melihat kekuatan Alex yang sangat berbeda dengan ekpetasinya.

__ADS_1


"Hah, kekuatan apa itu?"


"Alex mempunyai kekuatan tenaga dalam?"


"Bentuknya seperti di film-film cina"


"Ah, aku tidak percaya" gumam Doni sambil terus mengamati gerakan Alex yang diluar ekspetasinya.


Karena bingung dengan apa yang akan dilakukan Doni, akhirnya Doni berusaha mengeluarkan pedang yang sudah tersedia di depannya


Pedang yang dipegang oleh Doni rupanya bukan sembarang pedang. Pedang istana itu mengeluarkan cahaya merah dan hijau dan hal itu membuat Doni takjub.


"Hah, pedang ku bisa bercahaya?" gumam Doni sambil berusaha menggerakkan pedangnya kesana kemari.


Saat Doni mengayunkan pedangnya ke arah Alex, keluar percikan api yang diluar dugaannya sama sekali.


Akibat serangan pedang yang dipegang Doni, Alex sedikit ciut nyali dan tenaga yang dikeluarkannya tak sempat keluar dan hilang begitu saja


Rupanya, percikan api yang ada dalam pedang Doni mengenai tangan Alex dan hal itu membuat tangan Alex terluka.


"Ah, sakit" pekik alex


"Oh, Alex"


"Kau terluka?"


"Maaf, aku tidak sengaja"


"Hem, tuan muda Zean"


"Hamba mengaku kalah"


"Lebih baik kita hentikan pertarungan ini" ucap Alex sambil berusaha bersikap setenang mungkin.


"Tidak"


"Pertarungan belum selesai"


" Ayo kita berduel lagi" ucap Doni menantang Alex


"Kau harus mau berduel dengan ku" tantang Doni yang saat itu berada di dalam tubuh pangeran Zean.


"Oh ya, kau telah kalah sekali dengan ku"


"Sebagai hukuman nya, kau harus berlutut di kakiku"


"Kau juga harus mencium kaki ku" ucap Doni dengan nada tinggi.


"Semua yang kau lakukan harus disaksikan oleh semua penghuni istana ini" ucap Doni dengan nada mengejek.


"Tapi tuan?" jawab alex berusaha menghindari hukuman yang diberikan Doni kepadanya.


Namun, belum sempat Alex berkata banyak, Doni mulai memotong perkataan Alex dengan berkata

__ADS_1


"Tidak"


"Kau harus mematuhi segala perintah ku"


"Aku adalah pewaris tunggal kerajaan ini"


"Apakah benar yang aku katakan kasim suncaka?" tanya Doni kepada kasim suncaka yang saat itu berada di sampingnya.


"Be benar tuan muda Zean" jawab Kasim suncaka dengan nada suara yang gugup


Doni tersenyum lebar mendengar jawaban kasim suncaka yang memang berpihak kepadanya.


Seluruh penghuni istana yang menyaksikan hal itu hanya diam terpaku. Beberapa dari mereka saling berbisik dan heran dengan apa yang dilakukan oleh pangeran Zean.


Mereka semua tak menyangka akan perubahan sikap pangeran Zean menjadi lebih agresif semenjak dirinya pingsan selama 10 tahun.


Selama 10 tahun saat pangeran Zean tak sadarkan diri, tubuh pangeran Zean telah dilumuri obat pengawet oleh tabib istana sehingga tubuhnya tetap terjaga walau tidur cukup lama.


Untuk nutrisi dan makanan pangeran, tabib istana memberikan ramuan bubuk penguat raga agar pangeran zean kuat tak makan berhari-hari lamanya.


ramuan bubuk penguat raga didapatkan oleh raja amenor di pegunungan tinggi hirasaki, yaitu pegunungan yang terletak di perbatasan antara kerajaan amenor dan kerajaan terayaki.


"Rupanya, efek dari bubuk penguat ragalah yang membuat pangeran Zean lebih agresif" gumam kasim suncaka sembari melihat perkembangan kasus ini.


Sementara itu, Doni tertegun mendengar perintah Doni yang diluar akal manusia.


Alex merasa dipermalukan oleh Doni dan hal itu membuat hatinya semakin membenci Zean


Karena tak punya pilihan lain, Alex menuruti apa yang diperintahkan Doni yaitu sujud di kaki Doni.


Alex pun mencium kaki Doni dihadapan seluruh penghuni istana. Ada beberapa penghuni istana memalingkan wajahnya karena merasa kasihan melihat Alex, kepala prajurit dipermalukan oleh pewaris tahta kerajaan yaitu pangeran Zean.


Kejadian ini menjadi pro dan kontra bagi seluruh penghuni istana. Bagi pengikut setia raja amenor, mereka senang dengan sikap Doni karena mereka sebagian tahu kejahatan keluarga Alex yang masih terselubung.


Sementara itu, Bagi penghuni istana yang tidak tahu, mereka sangat menyayangkan sikap pangeran Zean yang dianggap tak menghormati teman nya sendiri.


Di balik jendela, amel yang melihat kejadian itu merasa iba dengan Alex karena bagaimanapun, Alex dan zean masih teman kecil nya sejak dulu.


"Pangeran Zean, mengapa sikapmu berubah?"


"Apakah kau sudah dirasuki roh jahat?" gumam Amel dalam hati


"Aku harap, kau tak melakukan hal itu lagi"


"Oh dewa, tolonglah pangeran Zean"


"Jauhkan lah dia dari roh jahat"


"Aku yakin pangeran Zean tak mempunyai sifat jahat seperti ini" gumam Amel


bersambung


Tunggu cerita selanjutnya kawan

__ADS_1


__ADS_2