Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
kejadian membingungkan


__ADS_3

Perdana menteri limo yang sejak tadi melihat serangan roh jahat yang dikirim oleh dukun Saori bisa sedikit bernafas lega.


Dirinya yakin jika pangeran Zean kalah telak dengan roh jahat yang dikirim oleh dukun andalannya itu.


Di tempat lain, Doni masih berjuang dengan serangan roh jahat yang menyerangnya. Hingga semakin lama tenaga Doni semakin habis. Sistem yang ada dalam tubuhnya tak berfungsi lagi.


Kekuatan nya lambat laun menurun hingga 50 persen. Melihat hal itu, Doni mundur beberapa langkah dan menghindar dari serangan roh jahat.


Tubuh Doni menjadi sangat aneh. Banyak keriput yang terjadi pada tubuhnya Kelopak matanya, tangannya, kaki Doni semakin menua seiring serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh roh jahat itu.


Doni merasakan hal yang aneh dalam tubuhnya hingga dirinya menutup wajahnya ..


"Tanganku mulai keriput"


"Apakah aku menua?"


"Ada apa dengan tubuh pangeran Zean?" gumam Doni sambik terus menahan serangan dari roh jahat itu.


Sambil memejamkan matanya, tubuh Doni berkultivasi membentuk sebuah kekuatan baru.


Energi aneh terpancar dalam tubuh Doni. Rupanya Doni mengambil satu kotak harta karun nya untuk memperbaiki keadaan.


"Selamat, anda telah menukarkan point kemenangan dengan sebuah kekuatan baru"


"Point anda menghasilkan satu milyar dan bisa untuk membeli kekuatan baru"


"Rasakan sensasinya" suara misterius itu langsung memberi Doni arahan untuk menukarkan point dengan kekuatan yang seimbang dengan roh yang baru saja menyerangnya.


Kekuatan mulai didapat oleh Doni. Tubuh Doni berangsur-angsur pulih namun Doni berusaha menghindari roh jahat itu dengan penghalang roh yang dia dapat dari sistem.


Sistem memberikan alat penghalang roh dengan mengaktifkan pertahanan 4 dimensi.


Roh jahat yang berputar semakin ganas. Doni langsung terbang menghindari amukan roh jahat.


Dalam tubuh roh jahat, ada semacam permata berwarna putih dan permata itu menempel dengan sangat kuat.


Mata Doni mengarah pada permata itu. Sistem layar segera mengaktifkan pembaharuan. Sebuah sistem baru dengan modifikasi tertentu dapat masuk ke dunia roh.


Doni mulai mendekat ke arah roh itu dan berusaha mengambil permata yang sangat menyilaukan matanya


"Mungkin, ini adalah salah satu cara agar aku bisa mengalahkan mereka"


"Permata putih itu tak asing bagiku"


Kacamata ajaib Doni rupanya menjabarkan secara detail point permata itu jika bisa Doni ambil


"Permata putih berasal dari mutiara"


"Fungsi untuk mengontrol para roh dari jarak jauh"

__ADS_1


"Pertambahan point akan didapat jika berhasil mengambil lima permata dalam waktu yang sama"


"apa?"


"Mengontrol dari jarak jauh?"


"Siapa yang mengontrol roh itu hingga secara tiba-tiba menyerangku?"


Doni tak mau banyak berpikir lagi. Setelah sebuah pernyataan dari sebuah sistem yang selalu mengontrol segala tingkah lakunya, Doni mulai mempersiapkan diri untuk mengambil permata yang ada dalam tubuh roh itu.


Tangan Doni mulai menggapai hingga ke dada roh jahat yang sengaja mendekatinya. Energi yang dimiliki Doni keluar sangat banyak, dan setelah menyentuh permata putih milik roh, terdengar jeritan yang sangat kuat


"Ahkhhh"


bejana yang ada di depan dukun saori mengeluarkan air nya hingga tumpah separuh.


Alex dan perdana menteri limo terkejut dibuatnya.


"Dukun Saori, apa yang telah terjadi?" Alex dan perdana menteri limo mengamati dukun saori yang terus membacakan mantranya.


Dengan masih memejamkan matanya, dukun Saori berkata


"Perdana menteri limo, pangeran Zean telah berhasil mengambil satu dari lima permata yang ada pada roh pengikutku"


"Sekarang, aku telah kehilangan satu roh pengikutku"


"Dia terlepas dari pantauan bejana ini" ucap Dukun saori sambil melihat beberapa roh yang masih berada dalam pantauannya.


"Kemanakah pangeran Zean?"


"Dia menghilang di telan bumi" ucap dukun saori lirih.


Di tempat lain, Doni masih kebingungan dengan apa yang terjadi pada dirinya.


"Ah, aku sudah mulai masuk ke dunia roh" ucap Doni sambil memalingkan mukanya


Doni tak sanggup melihat wajah buruk dari roh jahat yang berputar ke arahnya


"Wajahnya sangat buruk sekali"


"Hal ini membuatku ingin muntah" Doni menahan mulutnya agar tak keluar seluruh isi perutnya.


"Jika roh ini tak cepat aku habisi, aku bisa mati karena muntah" gumam Doni


Sesekali Doni melihat kasim suncaka dan hani berdiri layaknya patung. Rupanya kekuatan sistem Doni mulai mengontrol merrka agar tak dapat melakukan pergerakan dan memulai dari sistem awal.


Itu artinya, segala yang dilakukan oleh Doni dalam melawan roh tak masuk dalam sistem pikiran mereka.


Tubuh Doni mulai berputar bagai gasing. Hal ini sama persis dengan saar Doni pertama kali masuk ke dunia game, dimana dirinya harus berada di kerajaan amenor. Kali ini, Doni terperosok ke dalam sebuah dunia yang sangat asing baginya.

__ADS_1


Dunia para roh gentayangan berada. Doni mulai mengaktifkan sistem nya.


"Anda berada di dalam dunia 4 dimensi"


"Berada dalam Dunia 4 dimensi akan membantu anda menambah pundi-pundi harta karun"


"Lakukan untuk memperoleh hasil maksimal"


"Sistem dalam kerajaan amenor terhenti untuk sementara"


Tubuh Doni masuk dalam sebuah tempat yang sangat asing baginya


"Hah, dimanakah aku"


"Aku sendirian di sini?"


"Dimanakah kasim suncaka?" Doni mulai mencari sistem yang memperlihatkan kerajaan amenor namun sistem kerajaan amenor untuk sementara terkunci karena Doni telah mengaktifkan sistem 4 dimensi.


Roh jahat yang menyerangnya tiba-tiba menghilang. Mereka rupanya masih berada di dunia 3 dimensi, dan belum pulang.


"Hem, roh jahat itu masih berada di dunia 3 dimensi"


"Aku akan menunggu mereka di sini" gumam Doni sambil berdiri dan membersihkan kotoran yang ada di bajunya.


Doni mulai memandang ke langit-langit, terlihat langit dalam dunia roh berwarna kekuningan seperti sore hari.


Tak terasa, banyak mata memandang ke arahnya.


"Hei, siapa yang berani mengintai ku dari belakang?"


"Keluarlah kalian semua"


"Aku tak takut" tantang Doni sambil mengeluarkan pedang penangkap roh yang baru saja dibelinya.


Tiba-tiba semilir angin berputar tepat berada di depan Doni.


"Oh, rupanya kalian yang menyebabkan aku harus mau masuk ke dunia kalian" ujar Doni sambil waspada terhadap serangan musuh yang makin mendekatinya.


Secara tiba-tiba, muncullah makhluk aneh dengan tubuh yang sangat besar.


Makhuk itu bermata besar, berhidung pesek, kulit agak kecoklatan


"Siapa kau?" Doni mulai memberanikan diri untuk bertanya pada makhluk aneh itu.


Makhluk itu tak berbicara sepatah katapun. Hanya mengoceh dengan jenis bahasa yang tak dapat dimengerti oleh Doni.


"Rupanya, kau makhluk yang dungu"


"Aku akan menggunakan kebodohan mu untuk menyerang balik para roh yang menggangguku"

__ADS_1


Doni mulai membuka sistem nya dan apa yang diprediksi oleh Doni ternyata benar adanya.


__ADS_2