Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
episode 32 (mendapatkan rejeki nomplok)


__ADS_3

Doni berhasil menukarkan harta karun nya dengan kekuatan yang sangat dahsyat.


"Yah, aku akan mencoba kekuatan baruku"


"Kekuatan yang lebih besar dari semua kekuatan sebelum nya yang pernah aku miliki" gumam Doni sambil melihat gorilla yang telah membuat prajurit nya terluka dan tewas.


Doni segera beranjak dari tempat nya dan dirinya terbang menuju ke atas. Rupanya dengan menukarkan harta karun miliknya, Doni bisa terbang layak nya elang yang bisa terbang dengan bebas.


"Hah, kekuatan ku sungguh luar biasa"


"Aku bisa terbang dan bisa berada di atas kepala gorilla sialan ini" gumam Doni sambil membawa pedang pembunuh jiwa miliknya.


Prajurit yang masih tersisa maupun kasim suncaka sangat takjub melihat kemampuan Doni yang diluar nalar mereka.


Doni langsung terbang dan sampailah Doni di kepala sang gorilla. Kepala gorilla sangat besar hingga Doni bagaikan semut yang berada di kepala manusia.


"Yah, wajar aku tak mampu mengalahkan nya"


"Gorilla ini sangatlah besar dan titik lemah gorilla ada di kepalanya"


Tanpa kekuatan terbang yang baik, Doni tak kan mampu melawan gorilla yang ukurannya sangat besar dan daging nya juga sangat tebal.


Saat Doni berhasil berada di atas kepala sang gorilla, Doni mulai menancapkan pedang pembunuh jiwa di kepala sang gorilla dan ketika pedang itu menancap, gorilla tampak berteriak kesakitan.


"Hahhhh"


"errrgh"


Suara erangan gorilla semakin dahsyat membuat seluruh prajurit yang masih hidup menutup telinganya.


Tubuh gorilla itu mulai goyah dan berjalan sempoyongan. Prajurit yang ada di bawah kakinya segera berhamburan pergi menjauh dari gorilla itu supaya tubuh mereka tidak tertindih tubuh gorilla yang sangat besar dan berat.


Lambat laun, kekuatan sang gorilla semakin melemah dan akhirnya tubuh gorilla jatuh ke tanah dan terkapar lemas tak berdaya.


Nafas gorilla masih tersengal-sengal kecapekan. Semakin lama semakin memberat dan mulai melemah.


Hingga, tak terdengar lagi gerakan tubuhnya lagi. Seluruh prajurit kepercayaan Doni mulai bersorak sorai menyaksikan kekuatan pangeran mereka yang tangguh tiada tanding.


Doni mulai turun dari tubuh sang gorilla dan berdiri tegak seolah dirinya yang berkuasa penuh.


Sambil berdiri, Doni mulai membuka sistem layar yang ada di depan kacamata ajaibnya


"Selamat"

__ADS_1


"Anda telah berhasil mendapatkan point 1000 kali lipat"


"Apa benar yang aku dengar ini?" gumam Doni sambil terus melihat ke layar monitor yang ada di depannya


"Benar, sistem ini membuat aku terkejut"


"Aku tak menyangka bisa memenangkan pertarungan ini"


"Kemampuan ku bisa bertahan sampai saat ini, aku sudah sangat puas" gumam Doni sambil melebarkan senyumnya.


Doni mulai mengambil nomor kematian sang gorilla dan menyimpannya di sistem harta karun


Doni mulai mengumpulkan point kemenangan nya dengan menyimpannya di sistem harta karun miliknya.


"Harta karun ku bisa bertambah seribu kali lipat"


"Untung saja aku menukarkan nya tadi"


"Jika tidak, aku bisa saja menerima kekalahan dan kembali ke awal lagi" gumam Doni sambil terus mengumpulkan point kemenangannya.


Kotak harta karun milik Doni rupanya telah penuh disela dirinya mulai mengumpulkan point nya.


"Aduh, kotak ku sudah penuh"


"Apa yang harus aku lakukan untuk menyimpan nya lagi" gumam Doni sambil melihat beberapa point yang terbuang sia-sia hanya karena kotak harta karun miliknya tak sanggup lagi menampung jumlah point yang berkali-kali lipat diperolehnya.


Doni mulai mencari cara agar point miliknya tertampung dalam kotak harta karun nya karena dengan tersimpan di sana, Doni bisa mengeruk pundi-pundi kekuatan maupun kekayaan miliknya


Saat melihat sistem layar yang sedang berjalan, Doni melihat terdapat penjualan kotak harta karun baru namun, kotak harta karun itu akan terbeli jika Doni mau menukarkan salah satu prajurit miliknya saat itu.


"Hah, sistem permainan gila"


"Mengapa aku harus mengorbankan prajurit yang telah setia kepadaku"? gumam Doni kesal.


Doni mulai berpikir dan terus berpikir mencari cara agar jangan sampai dirinya mengorbankan prajurit yang telah berjuang bersama dirinya melawan musuh.


Disaat Doni mulai bingung, Doni melihat ketiga algojo mantan pengawal Alex dan perdana menteri limo yang terdiam di belakang para prajurit mereka yang sedang berjuang.


"Hem, sepertinya, ketiga algojo ini tak berguna bagiku"


"Aku harus menukarkan mereka dengan kotak harta karun yang baru"


"Mereka berani mengkhianati perdana menteri Limo dan Alex"

__ADS_1


"Ini berarti, suatu saat nanti jika aku mengalami kekalahan, mereka akan meninggalkan ku dan berpihak pada lawan"


"Baiklah kalau begitu,"


"Aku akan menukarkan ketiga algojo ini dan mereka akan menjadi ketiga kotak harta karun ku yang baru"


"Ha ha ha"


"Ideku sangat cemerlang" ucap Doni sambil melirik ke arah ketiga Algojo itu.


Donipun memanggil ketiga algojo itu.


Ketiga Algojo itu dengan sangat senang datang menemui Doni. Mereka berpikir, mereka akan mendapat hadiah oleh pangeran Zean karena telah dengan setia menemani nya sampai ke lorong ke delapan.


"Baik tuan muda Zean, ada apa engkau memanggil kami bertiga?" tanya salah satu Algojo itu penasaran


"Oh, aku ingin kau ikut masuk ke sistem ku"


"Di dalam sistem ini, kalian bertiga akan bisa menjadi kaya raya" ucap Doni sambil memperlihatkan sebuah bola bercahaya di tangannya.


"Pangeran Zean, apa yang harus kami lakukan agar kami bertiga bisa kaya raya" tanya salah satu algojo.


Sepertinya mereka bertiga sangat penasaran melihat tangan Doni yang memegang benda gemerlap kekuningan.


Mereka menyangka, benda itu sebongkah emas yang berasal dari langit.


"Baiklah, kalau kalian berkenan, aku akan menarik kalian bertiga masuk ke dalam bongkahan kristal ini"


"Apakah kalian bertiga bersedia?" tanya Doni sambil tetap memperlihatkan bola kristal ke hadapan ketiga algojo.


"Siap pangeran"


"Kami bertiga bersedia" jawab ketiga algojo sembari menunjukkan wajah senang.


"baiklah kalau begitu, sekarang pejamkan mata kalian" ucap Doni sambil memandang lembut ke arah ketiga algojo


Ketiga algojo akhirnya memejamkan mata mereka dan mereka bertiga percaya sepenuhnya kepada Doni yang telah memberikan janji manis yaitu sebuah kekayaan yang kekal abadi


Tubuh ketiga algojo itu akhirnya terserap ke dalam bongkahan kristal yang sebenarnya bola kristal itu adalah sebuah sistem layar yang dimiliki Doni


Lambat laun tubuh ketiga algojo itu masuk ke dalam sebuah sistem dan menghilang.


Dengan menghilangnya tubuh ketiga algojo itu, Sistem layar mulai mengolah ketiga tubuh algojo itu lengkap dengan surat kematian mereka

__ADS_1


Setelah surat kematian muncul, nomor kematian ketiga algojo itu keluar dan Doni mulai menukarkan salah satu nomor kematian itu dengan satu kotak harta karun, sedangkan sisanya Doni simpan sebagai point yang akan disimpannya kembali di kedua kotak harta karun miliknya.


__ADS_2