Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
Alex balas dendam


__ADS_3

Di tempat lain, Alex bersama ayahnya melakukan ritual bersama dengan dukun saori. Roh jahat mulai berterbangan di atas kepala mereka.


Roh jahat berwarna hitam keunguan terbang rendah mendekat ke arah mereka. Sedangkan bejana milik dukun saori rupanya mulai menunjukkan apa yang dilakukan pangeran Zean yang saat itu berada di rumah makan milik paman Amel.


Terlihat Doni sedang melakukan pertarungan dengan seorang wanita cantik yang bernama hani.


"Hani, kaukah itu?" ucap alex sambil melihat Hani, salah satu putri pertama raja almon, suatu kerajaan yang letaknya berbatasan dengan kerajaan amenor.


Perdana menteri limo tampaknya melihat tingkah Alex yang sangat serius melihat sesuatu yang terjadi di dalam bejana.


"Anakku Alex, apa yang kau lihat?" tanya Perdana menteri limo sambil medekati Alex.


"Ayah, Pangeran Zean hampir sampai di tempat kita"


"Apakah dia tau tempat tinggal dukun saori?"


"Mengapa jalan yang di tempuh oleh pangeran Zean sangat mirip dengan jalan yang kita lalui?" tanya Alex sambik terus mengamati Doni dan Hani di bejana.


"Anakku, asal kau tau"


"Pangeran Zean tidak mungkin tahu keberadaan kita"


"Tempat tinggal dukun Saori telah di tutup oleh kabut"


"Pangeran Zean tak mungkin bisa sampai di sini" ucap perdana menteri limo menjelaskan


"Kalau kau kawatir pangeran Zean bisa mengejarmu sampai ke sini, kau perintahkan salah satu prajurit kepercayaan mu untuk pergi ke rumah makan milik paman amel"


"Nanti, berilah tugas kepadanya, untuk menghabisi pangeran Zean secara diam-diam"


"Kita awasi tingkah lakunya melalui bejana inu" ujar perdana menteri Limo.


Alex tampaknya sangat setuju dengan ide gila dari ayahnya itu. Tak menunggu waktu lama, Alex segera memanggil salah satu prajurit yang cakap dalam hal menjadi mata-mata


"Doku, kemarilah" panggil Alex


Doku sang prajurit langsung menghampiri Alex dan menundukkan kepala di hadapan Alex.


"Siap tuanku".


"Apa tugas yang harus hamba laksanakan?" tanya Doku dengan penuh hormat.


Alex segera mendekati telinga Doku dan tampaknya, Alex sedang membisikkan sesuatu yang penting di telinga Doku, dan hanya Doku dan Alex yang tahu


Doku pun menganggukkan kepalanya setelah Alex selesai membisikkan sesuatu di telinganya.


Tanpa berkata-kata lagi, Doku segera bersiap untuk berangkat ke tempat dimana pangeran Zean berada.


Sebelum berangkat, Doku membawa serbuk yang sudah dilumuri racun oleh Alex, ditambah dengan bubuk penenang jiwa yang diperolehnya dari dukun saori.

__ADS_1


Kuda terbaik telah disediakan Alex untuk dipakai oleh Doku. tak menunggu waktu lama, Doku segera berangkat meninggalkan kediaman dukun saori menuju ke tempat dimana pangeran Zean berada.


Di kediaman paman Amel, Doni dan hani asyik bertarung mengeluarkan energi mereka.


Doni mulai melihat di layar setelah hani mulai mengeluarkan energinya .


nama : hani


usia : 15 tahun


energi yang akan dikeluarkan : satu bongkah es seberat 1 ton dengan suhu mencapai - 30 derajat


Doni tersenyum tipis dan mulai mempersiapkan kekuatan tandingan untuk melawan kekuatan Hani.


Di sela pertarungan yang akan dimulai, muncul Amel yang telah selesai memasak untuk Doni


Amel segera mendekati kasim suncaka dan bertanya tentang apa yang telah terjadi antara Doni dan Hani.


"Kasim suncaka, apa yang telah terjadi?" tanya Amel sambil melihat Doni dan Hanu berada di depan rumah makan milik pamannya.


Amel tampak membawa makanan yang hendak di sajikan nya untuk Doni kala itu


"Putri Amel, Ada wanita yang berani menantang pangeran"


"Sekarang, mereka sedang bertarung untuk pembuktian saja" ujar kasim suncaka pendek


Sebelum pergi ke dapur, Amel berpesan kepada kasim suncaka bahwa makanan untuk pangeran Zean telah siap untuk di makan


"Kasim suncaka, ini makanan untuk pangeran Zean"


"Sampaikan kepadanya, jika pangeran telah selesai bertarung melawan wanita itu" ucap amel.


"Baiklah Amel, aku akan menyampaikannya nanti" jawab kasim suncaka.


Sementara itu, Hani dan Doni rupanya mulai menunjukkan nyali mereka masing-masing


Doni kala itu segera mengaktifkan sistem penghancur miliknya.


"Selamat datang di sistem pertarungan satu lawan satu"


"Saat ini, lawan anda bernama Hani"


"Bisa mengalahkan Hani dalam waktu 25 menit"


"Energi anda akan terkuras 10 persen"


"Untuk pengembalian energi diperlukan pengisian daya setelah pertandingan ini selesai"


Doni mulai mengeluarkan penawar es dengan kekuatan penghangat milik nya.

__ADS_1


"Es dengan kekuatan satu ton sangat mudah bagiku" gumam Doni sambil mengeluarkan energi panas yang ada di tangannya.


Energi panas Doni dan energi dingin Hani mulai bertemu. Terdengar suara dentuman hebat kala itu.


Seluruh manusia yang ada di sana menutup telinga mereka.


"Ah, .." Hani berteriak karena kesakitan menahan serangan Doni


Tubuh Hani terlempar sejauh beberapa kilometer dari tempat semula.


"Hani, kau sudah kalah"


"Menyerahlah" ucap Doni sambil mendekat ke arah Hani.


Di tempat lain, prajurit kepercayaan Alex datang menghampiri kerumunan prajurit kepercayaan Doni. Dirinya menyamar menjadi prajurit Doni dengan memakai seragam prajurit yang diperolehnya dari salah satu prajurit yang berhasil di bunuhnya.


"Hem, kali ini aku harus berhasil membunuh Pangeran Zean"


Doku prajurit palsu segera mencari kesempatan untuk mendekati makanan yang disajikan untuk pangeran Zean.


Dengan sembunyi-sembunyi, Doku menuju ke arah makanan itu. Ketika hampir sampai di meja makan milik pangeran Zean, Doku melihat banyak prajurit pangeran Zean yang berjaga menjaga makanan itu.


"Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa masuk ke sana?" gumam Doku terus berpikir keras.


Hingga akhirnya, Doku menemukan cara yang sangat bagus tanpa ada kecurigaan sama sekali.


Doku melangkah ke arah dapur dimana Amel sedang merebus minuman untuk Pangeran Zean dan seluruh prajurit kepercayaan nya


"Nona amel" ucap Doku memberanikan diri menyapa Amel.


"Oh ya, prajurit, ada apa?" tanya Amel sambil memberi gula pada minuman yang akan disajikan untuk pangeran Zean.


"Untuk minuman pangeran Zean, biar aku yang membawa untuk nya" ucap Doku


"Oh, baiklah prajurit"


"Ini minumannya" ucap Amel sambil menyodorkan satu cangkir minuman untuk pangeran Zean.


Amel tanpa curiga menyerahkan minuman itu kepada Doku karena dirinya masih sibuk mempersiapkan minuman yang lain untuk seluruh prajurit kepercayaan Doni.


Doku dengan tersenyum puas segera mengambil minuman yang telah amel serahkan kepadanya. Dengan kewenangan yang dia miliki dari Amel, prajurit Doku dengan leluasa pergi menuju ke tempat dimana makanan Doni telah disediakan.


Tak ada yang curiga akan tingkah prajurit Doku karena pakaian dan seluruh atribut yang dipakai nya sama dengan yang dipakai prajurit kepercayaan Doni.


bersambung


Tunggu kisah selanjutnya jangan lupa like komen, vote agar aku semangat menulis.


.

__ADS_1


__ADS_2