Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
Mulai dari awal


__ADS_3

Alex memandang Doni dengan tatapan tajam. Doni yang ada di depan Alex segera mengaktifkan energi untuk menyerang Alex kembali.


Pedang pembunuh jiwa milik Doni mulai bisa beroperasi lagi setelah sebelum nya terperangkap oleh pedang iblis milik Alex.


"Alex, sekarang kau akan mati" ucap Doni


Tatapan sinis Doni membuat Alex dan perdana menteri limo semakin ciut saja nyalinya.


Di tempat lain, Hani dan kasim suncaka melakukan perjalanan menuju ke tempat dimana Doni bertarung.


Tak ada tekanan energi yang membuat mereka kesulitan untuk melangkah. Situasi mulai sedikit hening


Alex berdiri dengan gontai. Dirinya tak bersemangat hidup lagi setelah Amel meninggalkannya.


"Alex, lihatlah Pangeran Zean"


"Dia akan menyerang kita" ucap perdana menteri limo memperingatkan Alex dengan caranya...


Sementara itu, Alex tak bergeming. Pedang iblis yang dipegangnya tak menunjukkan sinar apapun dan hal itu membuat perdana menteri limo semakin cemas saja.


"Alex terimalah tekanan pedang ku" tiba-tiba Doni mulai mengayunkan pedang nya menuju ke arah Alex.


Alex yang saat itu berdiri terpaku di hadapan Doni mulai kewalahan dan tak bisa mencegah nya.


Pedang iblis yang dipakai Alex rupanya tak berfungsi lagi.


"Mengapa pedang iblis ku tak berfungsi lagi?" gumam Alex sambil mengamati pedang iblis miliknya yang tak berfungsi lagi.


Doni mengamati dari kejauhan gelagat Alex yang terlihat bingung mengayunkan pedang iblis miliknya.


"Oh, rupanya Alex telah kehilangan kekuatannya sekarang" Doni terus saja mengamati setiap gerakan yang dilakukan oleh Alex.


Hingga akhirnya sistem layar milik Doni berbunyi


"Energi lawan telah hilang karena telah selesai melaksanakan tugas nya yaitu membunuh satu jiwa"


"Energi yang dimiliki musuh anda saat ini tersisa 50 persen"


"Lakukan penyerangan ekstra, maka anda telah mencapai tahapan yang sempurna"


"Menjadi pemenang dalam game ini"


"Dan jadilah milyader tahun ini" ucap suara misterius


Doni tersenyum kegirangan.


"Baiklah Alex"


"Sekarang, akulah yang akan menyerangmu terlebih dahulu" tantang Doni sambil mengayunkan pedang pembunuh jiwa ke arah Alex


Dentuman keras terdengar hingga ke telinga Hani dan kasim Suncaka yang saat itu masih dalam perjalanan menuju ke arah Doni.


"Kasim Suncaka"


"Suara apa itu?" tanya Hani sambil terus berjalan menuju ke tempat dimana Doni bertarung


"Oh, aku dengar itu adalah suara kekuatan pangeran Zean yang sedang berperang melawan Alex dan perdana menteri Limo.

__ADS_1


"Kalau begitu, apakah pangeran Zean berhasil mengalahkan kekuatan Alex dan perdana menteri limo?" Hani mulai penasaran karena dirinya tak ingin jika Doni kalah dalam pertarungan ini


"Aku tak tahu juga putri Hani"


"Sebentar lagi kita akan sampai di sana"


"Ayo kita percepat langkah kita agar kita bisa melihat dan turut membantu perjuangan pangeran Zean" kata kasim suncaka sambil berlari menuju ke pusat suara


"Ahhh" Alex menjerit histeris


Satu tusukan pedang telah menusuk jantungnya. Darah segar mengalir begitu derasnya dari dada nya.


"Uekkk" Alex muntah darah


Darah berwarna merah kehitaman keluar dari mulut Alex dan akhirnya tubuh Alex terjatuh dan tak berdaya lagi.


Air mata alex menetes dan tak menutup. Tetap melotot seperti masih ada dendam yang belum terbalaskan dari lubuk hatinya yang paling dalam.


"Alex...."


"Putraku..." panggil perdana menteri limo sambil berlari menuju ke arah Alex dan menggendong tubuh anaknya yang sudah tewas itu


Doni yang melihat keadaan ini seakan merasa iba terhadap mereka berdua. Kasih sayang sosok ayah sangat besar terhadap anaknya.


"Aku tak mendapat kasih sayang dari ayahku seperti Alex mendapatkannya"


"Sebenarnya, kau sangat beruntung Alex" gumam Doni sedikit menyesal.


"Mengapa aku sangat menyesal setelah membunuh Alex?"


"Ah, kenapa dengan hatiku ini?" guman Doni sambil mengelus dadanya.


Tampak perdana menteri Limo mulai berdiri dan memegang pedangnya.


Tak menunggu waktu lama, perdana menteri limo menusuk dadanya sendiri hingga dia tewas seketika.


Darah mengalir hingga mengenai kaki Doni.


"Oh, apa yang dilakukan perdana menteri limo?"


"Mengapa dia mengakhiri hidupnya sendiri?"


"Sasaran utamaku adalah Alex dan aku tak kan membunuh siapapun setelah ini"


Doni melangkahkan kaki untuk pergi meninggalkan tempat pertarungan. Sebelum melangkah pergi, Doni mulai menyimpan nomor kematian milik perdana menteri limo dan Alex.


"Silahkan tukarkaj nomor kematian musuh dengan satu kotak harta karun"


"Harta karun yang anda miliki mencapai 100 triliun"


"Pertandingan telah selesai, lakukan restart ulang untuk memulai pertandingan kembali" suara misterius itu berkata lagi


Kali ini Doni tak menghiraukan ucapan sistem Dirinya menunduk lesu karena kematian Alex ternyata tak membuatnya senang sama sekali.


Hingga akhirnya, Doni melihat lambaian tangan Hani dan kasim Suncaka yang mendekat ke arahnya.


"Pangeran Zean?"

__ADS_1


"Syukurlah"


"Kau selamat" ucap Hani dengan menunjukkan wajah senang.


Doni hanya melihat mereka dengan tatapan hampa.


"Hani, kasim suncaka" tiba-tiba Doni mulai memanggil kedua orang kepercayaan nya itu


"Oh ya pangeran"


"Apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanya kasim suncaka begitu pula dengan Hani


"Ayo kita pulang dan kembali ke kerajaan Amenor"


"Aky harus mengumumkan berita kematian Amel" ucap Doni sambil berbalik arah


"Tuanku, aku tak sanggup melihat orang tua Amel nantinya"


"Dia sosok wanita yang sangat lincah dan pintar" ucao kasim suncaka


Doni hanya menarik nafas dalam-dalam


"Kasim suncaka, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu" ucap Doni sedikit berbisik ke telinga kasim suncaka


"Aku ingin pergi dari kerajaan Amenor dan memulai kehidupan baru di alam ku" ucap Doni tiba-tiba


"Hah, alam ku?"


"Apa maksud tuan muda Zean?" tanya kasim suncaka sedikit tak percaya


"Aku bukanlah pangeran Zean seperti yang kau kira"


"Aku adalah Doni, manusia yang hidup di masa depan"


"Sekarang, tugas ku di tempat ini sudah selesai"


"Biarkan aku pulang" ucap Doni dan hal yang diucapkan Doni tetap saja membuat kasim suncaka kebingungan. Begitu juga dengan Hani yang sejak tadi ternyata telah menguping pembicaraan mereka berdua.


"Pangeran Zean, lalu bagaimana dengan pangeran Zean yang asli?" tanya kasim suncaka penasaran


"Aku tak tahu juga"


"Sistem ku akan melihat semuanya setelah ini" ucap Doni sambil berjalan pergi


"Oh, apakah pangeran Zean menjadi gila setelah membunuh Alex?"


"Pangeran Zean sangat aneh sekali hari ini"


"Kalau begitu, aku akan menuruti saja apapun perintahnya"


"Sepertinya, dia membicarakan hal yang benar dan serius"


"Hanya saja aku kesulitan untuk menangkap maksud nya"


Kasim suncaka akhirnya mengikuti kemana Doni pergi begitu juga dengan Hani.


Hari ini, terdapat agenda kembali ke kerajaan Amenor untuk memulai kehidupan baru serta menyusun pertahanan kerajaan Amenor yang sedikit rapuh karena kepergiannya yang begitu lama.

__ADS_1


__ADS_2