
Doni tersenyum senang melihat kilauan koin yang sangat memukai matanya.
"Hore"
"Aku bisa kaya mendadak kalau begini caranya" gumam Doni sambil melirik ke arah jam dinding.
"Sekarang sudah Pagi, aku sebaiknya mengajak kakek ku ke toko emas" gumam Doni sambil beranjak dari kamarnya.
Doni sudah bersiap memanggil kakek nya yang saat itu masih berada di dapur
"Kakek"
"Ayo kita berangkat ke toko emas"
"Kita tanya ke penjual emas apakah koin ini benar-benar emas?" ucap Doni sambil bersiap memakai segala perlengkapan pakaiannya yang ada di lemari
"Iya, sabar dulu Doni"
"Kakek sedang bersiap-siap nih" jawab kakek Darma sambil memakai kacamata miliknya yang sejak tadi tersedia di meja kamar.
"Baiklah, kakek sudah siap nih"
"Ayo kita berangkat nak" ucap kakek darma
Doni akhirnya berangkat bersama kakek Darma pergi ke toko emas terdekat untuk menjual satu koin emas milik Doni yang mempunyai berat satu kilogram
Sesampai di toko emas, Doni dan kakek Darma menyodorkan koin itu untuk dijual. Dugaan Doni ternyata benar.
Koin yang diperoleh Doni saat dirinya mengumpulkan harta karun adalah koin emas asli.
"Hah, benarkah?" gumam Doni tak percaya.
Penjual emas langsung memberikan uang tunai pada Doni dan kakek nya.
"Kakek, ayo kita simpan sebagian uang nya di bank"
"Kita menjadi jutawan kali ini" ucap Doni tersenyum senang.
Saat itu juga, Doni dan kakek Darma menjadi jutawan mendadak dan kaya raya.
__ADS_1
Rumah yang semula kumuh, dengan seketika dipermak menjadi rumah mewah yang tak kalah bagus dengan rumah teman-teman nya di sekolah.
"Kakek, besok aku akan sekolah seperti biasa"
"Aku tak kan di buly lagi di sekolah" ujar Doni senang
Keesokan harinya, sekolah Doni dihebohkan dengan perubahan yang Doni alami. Tampak Alex duduk sendirian di pojok bangku sekolah. Tampaknya Alex tak senang dengan perubahan yang Doni alami.
"Dapat dari mana uang anak itu"
"Dia sekarang menjadi kaya raya dan bahkan melebihi kekayaan orang tuaku" gumam Alex dalam hati
Pandangan Alex rupanya dibalas oleh Doni sehingga mereka berdua saling berpandang-pandangan.
"Alex, apa yang kau lihat?"
"Aku yang sekarang?" tanya Doni memancing emosi Alex yang kian memuncak.
"Kau sebelumnya miskin, mengapa kau tiba-tiba kaya?"
"Apakah kakek mu menggunakan pesugihan?" tanya Alex seakan tak percaya dengan keberhasilan Doni yang dibilang instan.
"Ha ha ha"
Ketahuilah Alex, kakek darma mendapatkan warisan dari saudaranya"
"Aku bisa sekaya ini karena kami mendapatkan warisan yang sangat besar dari salah satu keluarga kami"
Alex terdiam mendengar jawaban Doni yang sepintas mencurigakan baginya
"Hem, aku harus mencari tahu darimana dia bisa sekaya ini"
"Jika dia pulang, aku akan membuntutinya dari belakang" gumam Alex
Wajah sinis Alex mulai terlihat. Dirinya tak suka jika Doni lebih kaya darinya
"Tunggu Doni, aku akan membuat perhitungan dengan mu" gumam Alex dalam hati
Karena Doni telah menjadi kaya, teman-teman sekelas akhirnya mulai mendekati Doni karena dalam sekolah Doni, yang paling kaya yang akan jadi pemimpin di kelas mereka.
__ADS_1
Awalnya, Alex adalah pemimpin siswa si kelas, namun karena Doni telah menjadi orang kaya baru, akhirnya Doni lah yang menjadi ketua kelas baru.
"Selamat ya Doni, atas pencapaian nya"
"Teman-teman disini akan menjadikan kamu ketua geng kita"
"Pergantian kepala Geng akan dilakukan hari ini tanpa pemungutan suara" ucap Dio teman mereka
Doni tersenyum senang. Dirinya merasa menjadi orang yang paling dihormati di kelasnya.
Pak Suncaka tiba-tiba datang menemui beberapa murid di kelas.
"Hei, pak Suncaka, bagaimana kabarnya?" tanya Doni sambil melihat ke arah pak Suncaka.
Doni mulai mengamati wajah pak Suncaka yang sangat mirip dengan kasim suncaka di dunia game.
"Di dunia game wajah mereka hampir sama dengan di dunia ku"
Sungguh sangat aneh" gumam Doni dalam hati.
"Nanti, jika aku pulang dari sekolah aku akan melihat sistem yang ada di layar komputer milikku"
"Sepertinya komputer itu akan menjadi ladang uangku nanti" gumam Doni sambil melirik ke arah pak Suncaka yang sejak tadi memperhatikannya.
"Doni" tiba-tiba saja pak Suncaka melihat ke arah Doni. Seperti ada yang hendak disampaikan olehnya
"Oh ya, ada apa pak?" tanya Doni
Pak Suncaka tampak membisikkan sesuatu hingga membuat Doni senang.
Tak lama kemudian, bel berbunyi tanda sekolah sudah selesai. Kini Doni berubah menjadi anak orang kaya dan seimbang dengan teman lainnya. Tak ada yang tahu jika Doni mendapatkannya dari sistem aplikasi komputer tua.
Di perjalanan pulang ke rumah, Doni berlari kecil. Dirinya tak sabar ingin melihat komputer tua yang disimpan di rumahnya. Tampak Alex sedang mengikuti Doni dari belakang.
Dirinya masih tak percaya jika Doni bisa kaya mendadak.
"Tunggu kedatangan ku Doni"
"Aku akan memantau apa yang kau lakukan di rumah"
__ADS_1
"Aku tak percaya jika kau bisa sekaya ini" gumam Alex dalam hati.
Karya tamat kawan tunggu season dua ya ntar mau buat sistem baru pertikaian Alex dan Doni