Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
bab 29 (lorong 7)


__ADS_3

Pintu lorong ke tujuh mulai dibuka oleh beberapa prajurit dibantu oleh ketiga algojo kepercayaan Doni.


Pintu ke tujuh pun dibuka. di dalam lorong ke tujuh ternyata ada sesuatu yang tak terduga sebelumnya oleh Doni.


Tampak beberapa prajurit dengan pakaian lengkap ada di lorong itu. Jumlah prajurit itu melebihi prajurit yang sekarang menemani Doni.


"Hah, kenapa begitu banyak prajurit kepercayaan perdana menteri Limo?"


"Dari mana dia mendapatkan prajurit sebanyak itu dan mempunyai perlengkapan pakaian yang tak pernah dimiliki oleh prajuritku sendiri?" gumam Doni dalam hati.


Doni pun memanggil kasim suncaka dan bertanya kepadanya


"Kasim, kemarilah" panggil Doni kepada kasim suncaka


"Ada apa tuan muda memanggil hamba?" tanya kasim suncaka penasaran


"Lihatlah beberapa prajurit yang ada di depan kita"


"Mengapa mereka sangat banyak dan membawa pedang dan pedang itu lebih baik daripada pedang yang kita miliki?" tanya Doni penasaran


Kasim suncaka diam sejenak dan berbisik kepada Doni


"Maaf tuan muda Zean, perdana menteri limo terkenal sebagai perdana menteri yang kaya raya. Entah uang darimana kami tidak tahu. Dan aku pun baru tahu ternyata perdana menteri limo memiliki sistem kekuatan di luar dugaan ku selama ini.


Mungkin saja, dia menggunakan uang kerajaan untuk membangun pertahanan nya sendiri.


"Asal pangeran Zean tahu, perdana menteri limo dan putranya yang bernama Alex dipercaya oleh sang raja untuk memegang kekuatan pertahanan kerajaan Amenor"


"Merekalah yang mengatur semua nya mulai dari penyediaan baju perang maupun fasilitas pertahanan kerajaan"


"Wajar jika perdana menteri limo mempunyai sistem pertahanan yang kuat" ucap kasim suncaka sembari melihat ke arah prajurit lawan yang berbaris di depan nya.


"Kau tau banyak tentang kerajaan Amenor"


"Mengapa kau tak melaporkannya kepada ayahku?" tanya Doni penasaran


Kasim suncaka menggeleng-gelengkan kepala sambil berkata


"Pangeran Zean, ruang lingkup ku sangat kecil sekali"


"Aku hanya seorang kasim istana dan tugasku hanya menjagamu dari serangan musuh" jawab kasim suncaka


"Sudahlah kasim suncaka"


"Kalau begitu, minggirlah"


"Aku akan melawan mereka" ucap Doni sambil memakai baju pelindung nya.


"Pangeran Zean"


"Jangan gegabah"


"Lihatlah persenjataan yang dimiliki musuh kita saat ini sangatlah lengkap" ucap kasim suncaka menahan pangeran Zean supaya tidak maju berperang.

__ADS_1


"Kasim, mengapa kau meragukan kemampuan ku saat ini?" tanya Doni dengan menunjukkan kekuatan nya dihadapan kasim suncaka.


"Bukan begitu tuan muda Zean"


"Kau belum mengerti sistem pertahanan mereka"


"Lebih baik, beberapa prajurit kepercayaan kita saja yang maju terlebih dahulu"


"Ini demi keamanan tuan muda saja" ucap kasim suncaka


"Baiklah, sekarang kerahkan prajurit kita untuk menyerang mereka"


"Ayo cepat" ucap Doni memberi perintah.


"Baiklah tuan"


"Akan kami laksanakan" jawab kasim suncaka


Kasim suncaka akhirnya memimpin langsung beberapa prajurit yang masih tersisa dalam melawan musuh.


Mereka semua melawan musuh dengan sangat gigih sementara itu Doni melihat mereka dari kejauhan.


Doni mulai membuka sistem nya dan dia tersenyum senang.


"Kekuatan ku masih dalam keadaan baik"


"Sepertinya, aku akan menang melawan mereka"


Melalui layar kacamata yang ada di depannya, Doni mulai melihat tingkat kekuatan para musuh yang ada di depannya.


Yang pertama Doni mulai melihat sosok lawan Doni yang berada di pojok sendiri bagian kanan. Musuh itu berbadan kurus dan sangat tinggi. Memakai topi lengkap dengan baju pelindung dan pedang di pundaknya.


Tampaknya, orang itu sedang mengawasi prajuritnya yang berada di barisan bagian kanan.


Tertera nama lawan di layar Doni lengkap dengan jenis kekuatan mereka.



Nama : Alung


Usia : 30 tahun


Kekuatan daya : 90 persen


Tingkat kekuatan daya menunjukkan label berwarna kuning



Setelah melihat sistem kekuatan yang dimiliki Alung, Doni mulai menyusun kekuatannya sendiri. Alung yang sibuk memimpin prajurit nya tak menyadari ketika Doni mengintai nya secara diam-diam.


"Hem, rupanya Alung tak menyadari keberadaan ku di sini"


"Sepertinya dia sangat sibuk mengatur prajurit nya untuk menyerang prajurit ku"

__ADS_1


"Aku harus mengaktifkan daya kekuatan ku sekarang" gumam Doni sambil menghidupkan sistem yang ada dalam tubuhnya.


Doni mulai mengaktifkan sistem yang ada dalam tubuhnya melalui layar pengontrol, dan terdengar bunyi yang sangat keras


"Duar.."


Bunyi menggelegar secara tiba-tiba terdengar memekikkan telinga seluruh manusia yang ada di sana kecuali Doni.


Kekuatan hawa panas yang ada di tangannya sudah diarahkan tepat ke arah salah satu pemimpin prajurit musuh yang bernama Alung.


"Yah, tepat sasaran dan 100 persen tembakan ini akan mengenai kepala Alung" gumam Doni dengan sangat yakin.


Bola api mulai dilemparkan Doni ke arah Alung dan kekuatan itu disaksikan oleh seluruh manusia yang ada di sana.


"Bola apa itu?" beberapa prajurit musuh ada yang berlari karena ketakutan akan dahsyat nya bola api yang dilempar Doni ke arah mereka.


Bola api mulai berbelok tepat ke arah kepala Alung dan


"Dummm"


Tubuh Alung tersungkur dan jatuh ke tanah. Doni tersenyum puas melihat misi tersulit nya berhasil. Yaitu menjalankan misi dimana dirinya harus menyusun kekuatan dan melemparkan nya ke arah satu orang yang letaknya tersembunyi dengan ketepatan yang akurat.


"Ha ha, aku berhasil mengalahkan nya" ujar Doni tersenyum kegirangan.


Prajurit Lini kanan musuh merasakan dampak nya ketika Doni berhasil menghabisi nyawa Alung salah satu pemimpin mereka dengan sangat mudah.


Mereka berhamburan dan kocar-kacir karena tak ada lagi yang mengarahkan mereka.


Doni yang telah berhasil mengalahkan Alung mulai melihat sistem yang ada di depannya dan segera mengambil nomor kematian milik Alung.


Nomor kematian Alung diletakkan di brankas harta karun yang berada dalam sistem layar dan tak lupa Doni mengunci kotak harta karun itu.


"Hem, aku akan menyimpannya dengan baik"


"Nanti, aku akan menukarkan nomor kematian dengan kekuatan baru"


"Akulah sang penguasa sejagad" teriak Doni


Walau Doni telah berhasil mengalahkan Alung, prajurit musuh tak semua nya menyerah kepadanya.


Mereka tetap melakukan penyerangan sampai para prajurit yang berada di pihak Doni merasakan kewalahan.


"Tuan ku, kekuatan musuh di luar dugaan kita"


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya salah satu prajurit Doni


Doni melihat sekilas kekuatan prajurit nya dan mengaktifkan sistem bantuan.


Dengan ajaib, para prajurit kesetiaan Doni mendapatkan baju berlapis baja. Baju itu mereka dapatkan dari sistem yang Doni mainkan.


"Hem, kalian telah memakai baju perisa"


"majulah dan jangan gentar"

__ADS_1


"Aku berada di belakang kalian" ucap Doni kepada seluruh prajuritnya.


"Baik tuan muda" jawab Salah satu prajurit dan setelah mendapat perintah dari Doni mereka semua dengan semangat menyerang pasukan musuh


__ADS_2