
Doni dengan nafas yang masih naik turun segera mengaktifkan sistem pengisian daya.
"waktu pengisian daya anda membutuhkan 30 menit"
"Pilih nomor kematian musuh anda"
Doni mulai melihat musuh yang baru saja tewas saat bertarung dengannya.
Mulai dari musuh di lorong pertama maupun di lorong ke empat.
Doni mulai memilih nomor kematian musuh nya dan menyatukan nya dengan sistem.
"Kling"
"Nomor kematian pada penghuni lorong pertama telah berhasil ditukarkan*"
"Kini, anda telah memiliki kekuatan api sebesar 1000 derajat celcius dan berada pada kekuatan penuh" ucap suara misterius itu.
Doni tersenyum kegirangan karena tubuhnya terasa lebih hangat daripada sebelumnya.
Setelah berhasil menukarkan nomor kematian penghuni lorong pertama, Doni mulai menukarkan nomor kemenangan di lorong ke dua.
Nomor kemenangan itu berjumlah 100.000 ribu point sama dengan jumlah pedang yang berhasil doni lelehkan waktu itu dengan kekuatan apinya.
Doni mulai menekan tombol hijau untuk menyetujui penukaran point dan secara ajaib, sistem mulai memindahkan point ke tubuh Doni.
Kekuatan Doni mulai bertambah berkali-kali lipat dari sebelum nya.
Begitu juga seterusnya. Doni menukarkan setiap point yang dia dapatkan dari perolehannya memenangkan point saat dirinya bisa mengalahkan musuh.
"Aku tak kan mengulang kebodohan yang sama"
"Sekarang, aku akan menukarkan point ku seluruh nya agar aku tak kehabisan tenaga lagi" gumam Doni sambil memainkan sistem nya.
Tak terasa Doni telah menukarkan seluruh point kemenangannya dengan energi dan senjata secara lengkap.
Dalam layar, muncul seluruh kekuatan Doni yang baru.
Doni melihat sistem kekuatan nya yang bertambah berkali-kali lipat dari biasanya dan mengalami penambahan energi yang sangat luar biasa.
Suara misterius tiba-tiba muncul di sela-sela Doni memainkan sistem layarnya.
"Anda telah berhasil menukarkan point kemenangan anda"
"Sekarang, lakukan perjalanan panjang anda"
"Sistem akan menutup semua aksi penukaran karena anda telah menukarkan seluruh point kemenangan yang anda miliki"
Setelah memperbaiki sistem miliknya, Doni melihat di layar seberapa besar kekuatan yang dimiliki nya sekarang
Nama : Doni / pangeran Zean
usia : 18 tahun
kekuatan yang dimiliki : pedang pembunuh jiwa kekuatan daya 10000 mw
kacamata ajaib : kekuatan daya 5000 0mw
__ADS_1
sepatu tendangan super : kekuatan daya 20000 mw
kekuatan api : kekuatan panas 5000 derajat celcius
baju pelindung : berat jenis 1 kilogram, kekuatan pertahanan 100.000 tendangan.
helm pelindung kepala: kekuatan pertahanan 100.000 tendangan
hasrat cinta : 0 persen
Kekuatan lain tak terduga 2000 persen
Setelah melihat sistem kekuatannya yang bertambah berkali-kali lipat, akhirnya Doni tersenyum puas.
"Kekuatan hasrat cintaku sudah 0 persen"
"Dalam sistem ku, kekuatan hasrat cinta tak terlalu berguna"
"Aku tak perlu menambahnya lagi" gumam Doni dalam hati.
Setelah puas melihat sistem layar yang ada di depannya, Doni mulai menutup kacamata ajaibnya dan Doni mulai melihat ke sekeliling.
Tampak kasim suncaka dan beberapa prajurit kepercayaan nya berjalan dibelakangnya.
Sementara itu, ketiga algojo itu juga tetap setia mendampinginya menuju ke lorong 6, Dimana rahasia kekuatannya masih misteri.
"Algojo, tolong"
"Bukalah pintu di lorong ke enam" ucap Doni memberi perintah..
Doni melihat sosok wanita cantik di sana. Wanita cantik itu rupanya memiliki pedang di punggung nya.
"Hem, kenapa wanita cantik ini ada di lorong ke enam?"
"Siapakah dia?"
"Perdana menteri limo rupanya ingin bermain-main dengan ku" gumam Doni sambil terus memandang wanita yang berada tepat di depannya
Wanita itu hanya diam tak menyerang Doni. Donipun kebingungan dengan tingkah laku wanita itu.
"Pangeran senang bertemu dengan mu"
"Aku penunggu lorong ke enam"
"Singgahlah disini bersamaku" ucap wanita cantik itu berusaha merayu Doni
"Tidak, aku tak mau menghabiskan waktuku dengan mu" jawab Doni tegas
"Minggir, biarkan aku dan seluruh prajuritku pergi dari sini"
"Aku tak butuh dengan mu" ucap Doni setengah mengejek.
Wanita itu hanya diam dan beberapa menit kemudian dia mulai tersenyum.
"Mengapa kau tersenyum?"
"Kau mengejek ku?" tanya Doni sambil mendekati wanita cantik itu.
__ADS_1
"Oh, tentu tidak pangeran"
"Aku hanya ingin bermain dengan mu saja" ucap wanita cantik itu.
"Sudahlah"
"Lebih baik kau pergilah dari hadapanku" ucap Doni
"Tidak pangeran"
"Aku tidak akan pergi dari sini" ucap wanita cantik itu.
.
"Kau tidak mau pergi?"
"Jika kau tak mau pergi, biar aku yang pergi" ucap Doni sambil pergi meninggalkan wanita itu
"Aneh"
"Setiap kali aku menghindari wanita itu, tubuhnya selalu ada di depanku dan menghalangi jalan ku"
"Ilmu apa lagi ini" gumam Doni sambil terus mengamati gerak gerik wanita yang saat itu didepannya.
Doni pun mulai membuka kacamata ajaibnya dan melihat seberapa besar kekuatan wanita itu dan layar pun terbuka
Wanita itu hanya mempunyai kelemahan jika mendapat hasrat cinta dari lawan yang di incarnya dan kekuatan hasrat cinta milik Doni tidak tersisa sedikit pun.
Ternyata, wanita itu sebelum nya adalah wanita penghibur di istana perdana menteri limo. Karena mempunyai gairah cinta yang sangat tinggi, perdana menteri limo memberinya tugas untuk menjaga lorong ke enam.
Tujuannya adalah memperlambat jalannya musuh jika sampai di ruang itu. Paling tidak, musuh terhambat beberapa hari karena masih harus bercinta sepanjang malam dengan wanita itu.
Wanita cantik itu juga memiliki sistem pengikat laba-laba, salah satu ilmu yang dimiliki beberapa wanita dalam dinasti kerajaan Amenor.
Tentunya, untuk memperoleh ilmu itu, beberapa wanita penghibur melakukan ritual dibawah gunung amenor dan nanti jika ritual berhasil mereka akan didatangi roh gentayangan yang haus akan cinta.
Ilmu itu sangat diperlukan para wanita penghibur untuk menguatkan tubuh mereka dalam memberi pelayanan pada lelaki hidung belang.
Selain itu, ilmu pengikat laba-laba berguna mengikat tubuh lawan jenis agar tidak lari dari jeratan tubuhnya sehingga kemanapun lawan pergi, maka dalam mata lawan, wajah wanita itu yang akan selalu muncul.
"Hah, sial sekali aku"
"Aku tak punya kekuatan hasrat cinta sama sekali"
"Padahal, dalam lorong ini, aku bisa dengan mudah mengalahkan nya tanpa mengeluarkan banyak tenaga"
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Aku tak mungkn membunuh nya karena dalam peraturan game ini, aku tak boleh melawan jika lawan ku tak ada keinginan untuk membunuhku"
"Hem, sial sekali" gumam Doni sambil terus berusaha mencari cara agar dirinya bisa terlepas dari jeratan wanita itu.
Sambil terus berpikir, rupanya kasim suncaka datang menghampiri Doni
Tuan muda pangeram zean, apa yang bisa saya bantu?" tanya kasim itu sambil menundukkan kepalanya.
Doni mulai melihat ke arah kasim suncaka dan akhirnya dia tertawa senang.
__ADS_1