Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
ketahuan


__ADS_3

Doku berlari sangat cepat menghindari kerumunan prajurit yang sedang dikumpulkan oleh kasim suncaka.


"Sial sekali aku hari ini"


"Ternyata, Pangeran Zean tahu kalau air yang ada di mejanya sudah aku bubuhi racun"


"Darimana dia bisa tahu tanpa mencium aroma nya sama sekali" gumam Doku sambil terus berlari


Saat Doku berlari, terdapat pintu gerbang yang dijaga ketat oleh beberapa pelayan yang dipekerjakan oleh paman Amel untuk menjaga rumah makannya ..


Dengan masih menggunakan pakaian lengkap, Doku berusaha seminimal mungkin menghilangkan kecurigaan para pelayan yang menjaga pintu gerbang rumah paman Amel.


"Tuan prajurit, mengapa anda lari terbirit-birit?"


"Bukankah di dalam rumah makan ada perjamuan untuk menyambut pangeran Zean dari kerajaan Amenor?" tanya salah satu pelayan dengan tatapan curiga.


"Hem, aku hanya terburu-buru saja ingin keluar dari tempat ini"


"Aku sudah meminta ijin kepada pangeran Zean untuk libur hari ini karena aku telah mendapatkan kabar jika salah satu keluargaku ada yang sakit" ucap Doku berbohong.


Mendengar ucapan Doku yang sangat meyakinkan, akhirnya salah satu pelayan kepercayaan paman Amel mulai membukakan pintu untuk Doku.


Saat pintu mulai dibuka, muncul kasim suncaka dari kejauhan dan berteriak memanggil Doku


"Berhenti"


"Jangan lari" panggil kasim suncaka sambil berlari mengejar Doku yang hampir terlepas pantauan nya


Mendengar teriakan kasim Suncaka, salah satu pelayan paman amel mulai menutup kembali pintu gerbang yang hampir saja dibukanya.


Doni yang melihat dari kejauhan segera terbang menyusul Doku yang saat itu masih berusaha lari darinya.


"Hei, berhenti kau" ucap Doni sambil mengaktifkan sistem nya.


Doni mulai mengendalikan medan. Seluruh manusia yang ada di tempat Doni terdiam seketika.


Rupanya, Doni mulai menekan tombol berhenti di layar monitor nya


Saat semua manusia terdiam, Doni berjalan mendekati Doku yang hampir saja kabur darinya.


"Hem, rupanya kau yang ingin membunuhku"


"Siapa yang menyuruhnya?" gumam Doni sambil mengamati wajah Doku yang terdiam seperti patung.


Doni mulai melihat sistem yang ada di layar monitornya. Dirinya mulai melihat kualifikasi Doku yang masih asing baginya.


"Dari cara berpakaian dan atribut yang digunakan, memang seperti prajurit kerajaan Amenor"


"Tapi mengapa dia tega memberikan racun padaku?" gumam Doni sambil melihat sistem layar


Tiba-tiba, terdengar bunyi


"Cling"


Muncullah kualifikasi yang dimiliki oleh Doku dan nilai kualifikasi Doku sebesar 35 persen dari kekuatan Doni.

__ADS_1


Ini berarti, Doni bisa mengalahkan Doku dalam pertempuran, namun konsekuensi nya Doni akan kehilangan kekuatan nya sebesar 35 persen


"Oh, prajurit ini sangat hebat"


"Aku akan menahannya untuk sementara waktu" gumam Doni sambil terus mengamati Doku.


Setelah melihat kualifikasi Doku yang lumayan tinggi, Doni memulai sistem nya kembali dan manusia yang ada di tempat itu mulai bergerak seperti biasa, tak terkecuali Doku.


"Hah, pangeran Zean?"


"Apakah kau memiliki kecepatan cahaya?"


"Aku melihat mu di ujung jalan, dan tanpa aku mengedipkan mata, kau sudah berada di hadapanku sekarang?" tanya Doku penasaran


Doku merasakan jika pangeran Zean mempunyai kekuatan tenaga dalam yang tinggi, hingga secara misterius berada di depannya tanpa dia tahu kapan pangeran Zean berjalan menghampirinya.


"Sudahlah"


"Menyerahlah"


"Siapa namamu, dan atas dasar apa kau berani meracuniku?" tanya Doni penasaran


Doku mulai menundukkan kepalanya. Dirinya sudah menyerah ketika Doni menanyakan alasan kepadanya


"Maafkan aku pangeran Zean"


"Aku diutus oleh A....."


Seketika itu, mulut Doku tak bisa meneruskan ucapannya karena lehernya telah di tusuk oleh anak panah dari kejauhan.


"Hah, sial sekali"


"Siapa yang melakukan ini?" ucap Doni sambil melihat ke arah timur dimana anak panah itu berasal.


"Oh, rupanya, ada musuh yang lebih besar sedang mengintai ku"


"Aku harus hati-hati" gumam Doni sambil melihat anak panah yang menancap di leher Doku.


"Kasim suncaka, bawa mayat Doku ke belakang, dan makamkan dia secepatnya" ucap Doni


Kasim suncaka segera membawa mayat Doku yang sudah terkapar tak berdaya.


Dalam hati Doni, timbul penyesalan yang besar. Doni merasa, sia-sia tak membunuh Doku lebih awal karena jika dia bisa membunuh Doku terlebih Dahulu, Doni akan mendapatkan point lebih banyak lagi dibanding semula.


"Doku dibunuh oleh orang misterius"


"Aku tak bisa mendapatkan point darinya" gumam Doni sambil menutup sistem nya


"Baiklah, kalau begitu"


"Aku akan segera berangkat mengejar Alex"


"Mungkin saja, Doku adalah utusan Alex"


"Karena, musuh ku dalam dunia ini hanyalah Alex tidak ada yang lain"

__ADS_1


Doni segera berbalik arah dan menyusun pasukan ke formasi penuh.


Sambil berdiri di hadapan seluruh prajuritnya, Doni meminta mereka yang ada di sana untuk segera berangkat mengejar Alex dan kasim Suncaka.


Sebelum melakukan pengejaran, Doni terlebih dahulu melihat sistem layar yang ada di depan matanya.


"Posisi musuh anda berjarak 32 km lagi dari tempat semula" ucap suara misterius


"Alex sudah sangat dekat denganku"


"Tapi, mengapa titik tempat Alex tak muncul di layar sistem ini?" gumam Doni


"Arah nya juga berputar tak tentu arah"


"Aku harus kemana?" gumam Doni sambil terus mengamati sistem layar miliknya


Ternyata, energi roh dukun saori menutup arah sistem Doni sehingga sistem layar milik Doni sedikit melenceng dari seharusnya


Tempat kediaman dukun Saori rupanya ditutup oleh energi 1000 roh jahat yang gentayangan. Tujuan nya adalah menangkis musuh agar tidak bisa melacak keberadaan mereka.


Sementara itu, pembunuh Doku yang merupakan orang suruhan Alex telah sampai.


Dirinya melaporkan bahwa dia telah berhasil membunuh Doku hingga tewas.


Alex pun berkata kepadanya


"Baguslah"


"Kau telah menjalan kan apa yang aku mau"


"Jika Doku tidak tewas, pangeran Zean akan menyerang tempat ini"


"Untungnya, panah racun yang kau pakai tepat mengenai lehernya"


"Kau telah berjasa kepadaku"


"Untuk itu, terimalah hadiah ini" ucap Doni sambil mengambil koin emas di saku bajunya.


Koin emas satu bungkus diberikan kepada pemuda misterius suruhan Alex.


"Terimakasih tuan Alex"


"Kalau begitu, aku akan pergi" ucap orang misterius itu


Setelah mengucapkan terimakasih, pemuda misterius itu langsung menghilang melewati gelap nya malam.


"Di kejauhan, tampak perdana menteri limo dan dukun Saori rupanya melakukan ritual.


Ritual yang dilakukan adalah ingin menyerang pangeran Zean menggunakan ilmu spiritual, karena mereka putus asa melawan dengan kekuatan mereka sendiri.


Dukun saori pun mengucapkan mantra, diikuti oleh perdana menteri limo.


Ritual dilaksanakan dengan suasana hening. Tak ada suara apapun di sana.


Beberapa prajurit yang berjaga di depan rumah dukun saori juga diam seribu bahasa. Saat mantra mulai dibacakan, sistem Doni mulai bergerak tak tentu arah.

__ADS_1


__ADS_2