Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
Berjalan lagi


__ADS_3

Setelah selesai bernegoisasi dengan Hani, Doni akhirnya kembali ke aula pertemuan. Di tempat itu, Doni berbincang dengan beberapa prajurit kepercayaan nya untuk segera berangkat menuju ke tempat persembunyian perdana menteri Limo dan Alex.


"Kita harus secepatnya pergi mengejar Alex dan perdana menteri Limo"


Kasim Suncaka menganggukkan kepalanya dan berkata


"Siap Pangeran Zean"


"Kami sudah mempersiapkan semuanya"


"Saya memberikan informasi bahwa Amel akan ikut dalam pencarian ini" jawab kasim suncaka


"Oh, mengapa Amel harus ikut?"


"Dia tak bisa berperang"


"Aku takut, dia akan merepotkan ku saja" ucap Doni dengan menunjukkan wajah tak senang


"Tidak Tuan" tiba-tiba Amel datang menghampiri Doni dan kasim suncaka yang sedang berbincang


"Kenapa kau bilang tidak?" tanya Doni


"Lebih baik, kau di sini menungguku"


"Aku tahu jika kau sahabat dekat Alex"


"Aku tak ingin terhalang dengan kehadiran mu dalam perang ini" ucap Doni berterus terang.


"Nanti jika aku mengumumkan kemenangan ku, kau bisa merayakannya di sini" ucap Doni sambil memandang dingin ke arah Amel.


"Aku tetap ingin ikut tuan muda Zean"


"Mungkin, aku berguna nantinya"


"Kau jangan kawatir"


"Aku netral dalam hal ini"


"Aku hanya ingin melihat kalian damai nantinya" jawab Amel berusaha menenangkan Doni


"Damai katamu?"


"Sampai dunia hancur, aku tak kan bisa berdamai dengan Alex dan perdana menteri Limo"


"Mereka telah menyerang ku dengan sangat licik'


"Kau tak tahu apa-apa dengan hal ini" ucap Doni berusaha mempertahankan pendapatnya


"Kalau begitu, aku tetap tak mengijinkan mu untuk ikut"


Amel hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya. Dirinya sudah menyerah dengan keputusan Doni


"Alangkah baiknya, kau memasak saja di sini"

__ADS_1


"Aku tak terlalu memerlukan bantuan mu" ucap Doni sinis


"Baiklah tuan muda Zean"


"Aku akan menunggu pangeran di sini"


"Jika nanti pangeran sudah selesai melaksanakan tugas, pangeran bisa kembali ke tempat ini untuk berkunjung" jawab Amel sambil pergi meninggalkan Doni


Kali ini, Doni benar-benar tak memikirkan hal apapun selain kemenangan nya melawan Alex dan Perdana menteri Limo.


Rombongan Doni ditemani Hani dan beberapa prajurit setianya mulai berangkat menuju arah timur dimana Alex dan perdana menteri Limo berada. Arah mata angin yanh ada dalam sistem Doni mulai bekerja.


Posisi perdana menteri Limo dan Alex sudah bisa dilacak oleh Doni. Tabir penghalang rupanya sudah lepas.


Asap tebal tak ada lagi, dan sistem bisa membacanya dengan jelas.


"Selamat"


"Anda telah melakukan perjalanan menuju ke arah timur"


"Perjalanan akan dilakukan selama 3 hari lagi"


"Sebelum mencapai lokasi, anda memerlukan energi ekstra karena akan melakukan pendakian beberapa kilometer dari arah semula"


Begitu arahan dari suara misterius yang ada di sistem Doni.


Doni mulai bersemangat melancarkan aksinya. Hani selalu mendampingi Doni dengan perasaan Senang. Dirinya merasa jika Doni sosok pria yang tepat untuk mendampinginya.


Di tempat lain, tampak Amel sedang patah hati. Amel rupanya sudah mendengar kabar dari salah satu prajurit yang pernah dia minta untuk mrngawasi gerak-gerik Doni dan Hani, bahwa mereka berdua sudah menjadi sepasang kekasih


Jika dulu, pangeran Zean sangat perhatian kepadanya, sekarang tak ada perhatian untuknya


Amel mulai mengambil pena yang ada di meja kerjanya. Amel tulis sebuah surat untuk Alex dan mengabarkan pada Alex bahwa dirinya tak bisa menghalangi pangeran Zean untuk tetap berada di tempat makan milik pamannya


Setelah selesai menulis surat, Amel menitipkannya kepada merpati yang pernah mengantarkan surat Alex untuknya. Merpati itu terbang rendah di depan Amel. Surat mulai diantar dan burung itu terbang menuju ke tempat Alex berada.


Surat yang ditulis Amel untuk Alex rupanya telah sampai terlebih dahulu dibandingkan kedatangan Doni.


Alex yang saat itu berada di tempat kediaman dukun Saori mulai membacanya.


"Apa?"


"Pangeran Zean saat ini dalam perjalanan menuju ke tempatku?" ucap Doni


Perdana menteri Limo terkejut mendengar ucapan Alex yang mengatakan bahwa musuh besar mereka hampir saja sampai.


"Apa yang harus kita lakukan?"


"Pertahanan kita sudah melemah"


"Sistem yang sudah kita bangun dalam lorong pertahanan berhasil di kalahkan oleh pangeran Zean" ucap Alex


Dukum Saori yang ada di tempat itu segera memberikan arahan yang membuat perdana menteri Limo dan Alex terkejut

__ADS_1


"Perdana menteri Limo"


"Alangkah baiknya, kalian pergi ke perbatasan gunung Amenor"


"Disana, ada raja iblis yang mempunyai kekuatan sangat dahsyat"


"Kau bisa mengadakan perjanjian dengan nya" ucap dukun Saori


"Oh, benarkah"


"Kalau begitu, ayo kita lari dari sini sebelum pangeran Zean sampai di tempat ini"


"Tempat ini sudah tidak aman lagi" ucap Perdana menteri Limo


Tak menunggu waktu lama, perdana menteri Limo dan Alex beserta para prajurit yang masih tersisa pergi menuju ke perbatasan gunung amenor dimana raja iblis berada di sana.


Raja iblis berasal dari klan iblis dan bernama iblis ming.


Iblis ming telah hidup selam ribuan tahun yang lalu. Banyak manusia yang mengadakan perjanjian dengan nya untuk memenangkan sesuatu.


Selama beberapa abad, tak ada sejarah apapun yang mencatat kalau iblis ming pernah terkalahkan.


Sementara itu, dukun saori tetap berada di tempat kediaman nya. Dirinya berusaha mengaktifkan energi roh yang ada di sekitarnya. Beberapa roh yang telah kehilangan permata putih telah melemah dan kembali ke fitrah suci.


Tak ada angkara murka, karena permata putih yang mengendalikan mereka telah diambil oleh Doni.


Saat ini, Doni sedang menikmati panen kekayaan. Dengan beberapa permata putih, dirinya bisa membeli sesuatu yang diinginkan.


Di tempat lain, Amel rupanya pergi mengejar Doni secara diam-diam. Keinginan nya hanya satu yaitu, ingin agar Alex dan Doni bisa rukun kembali.


Amel tak tahu kejahatan Alex sebenarnya. Di mata Amel, Alex adalah sosok lelaki yang teraniaya akan kejahatan pangeran Zean yang membabi buta


Disisi lain, Amel juga tak mau jika pangeran Zean tewas di tangan Doni, karena mereka bertiga adalah teman masa kecil.


Dengan berbekal makanan dan senjata seadanya, Amel pergi mengejar Doni ke arah timur


Selama perjalanan menuju ke tempat dimana Alex berada, Doni mulai menghitung pundi-pundi uang nya di dalam sistem


"Selamat datang di sistem penghitung kekayaan"


"Saat ini, harta karun yang anda miliki sebesar 10 triliun dolar" jawab suara misterius itu


"Hah, aku kaya" ucap Doni hingga terdengar oleh beberapa orang yang berada di dekat Doni tak terkecuali Hani


"Pangeran Zean?"


"Apa yang kau katakan?"


"Aku kaya?" tanya Hani penasaran


"Oh, tidak"


"Aku hanya mengatakan sesuatu hal yang tak penting" jawab Doni pendek.

__ADS_1


bersambung


Tunggu episode selanjutnya ya


__ADS_2