Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
Bab 19 (memperbaiki sistem)


__ADS_3

Setelah berhasil memperoleh kekuatan daya nya kembali, Doni mulai menguatkan langkah nya dan pergi meninggalkan Amel yang sudah bersusah payah menolong nya. Dia merasa tak perlu berterimakasih karena hal ini hanyalah sebuah sistem permainan.


"Amel, pergilah dari sini"


"Aku akan pergi menemui raja dan ratu" ucap Doni sambil meninggalkan Amel.


Ternyata, Doni tak pergi ke tempat raja dan ratu melainkan pergi ke ruang kosong di belakang istana.


Dirinya mulai memperbaiki sistem yang dimilikinya.


Doni mulai melihat tubuhnya sendiri dan mencoba kekuatan sistem yang ada pada tubuhnya.


"Aku harus segera menemukan sistem apakah yang ada dalam tubuh ini"


"Seberapa mampukah aku mengendalikan sistem ini hingga aku bisa menjadi penguasa dunia?" guman Doni sambil terus berkonsetrasi


Setetes air turun ke wajah Doni entah tak tahu air itu berasal dari mana, dan muncul cahaya warna merah dan hijau bersatu membentuk sebuah cincin yang bercahaya.


Cincin itu merasuk dalam tubuh Doni dengan tiba-tiba.


"Ah, benda apakah yang masuk ke dalam tubuhku?"


"Ini bukan seperti tubuhku"


"Aku berada dalam raga orang lain yang mati, dan jiwaku berada di raga ini"


"Aku harus bisa menguasai nya untuk membalaskan dendam ku pada Alex" gumam Doni sambil terus berkonsetrasi


Ternyata benda yang mirip cincin dan masuk ke dalam tubuh adalah sebuah sistem penghubung antara dunianya dan dunia pangeran Zean.


Sistem itulah yang menyatukan tubuh Doni dan pangeran Zean menjadi satu kekuatan yang utuh sehingga dirinya bisa mengendalikan tubuh nya yang ada di dua zaman dalam waktu yang bersamaan.


Pangeran zean dan doni adalah satu kesatuan yang sama, hanya saja sistem yang mempertemukan mereka di alam yang berbeda. Satu macam jiwa yang berenkarnasi dalam sistem waktu yang jauh berbeda.


Doni mulai mengambil nafas secara perlahan untuk mengembalikan stamina yang dia miliki dan terdengar sistem mulai memberikan pilihan


Dan sebuah sistem yang ada di komputer tua itu yang menyatukannya.


Alam pikiran Doni mulai melayang jauh hingga dirinya mengetahui dari mana sistem itu mengalir dan berasal, sehingga menyatukan jiwanya dan menjadi satu kesatuan yang utuh yaitu menjadi sosok pangeran Zean yang mempunyai kekuatan super tanpa tanding.


Tubuh Doni mulai menghangat dengan sempurna dan


"Ting.."


Sistem mulai membacanya bahwa Doni memiliki kekuatan penuh.


Setelah tau kalau tubuhnya mulai kembali seperti semula, Doni pergi keluar dari ruang kosong itu dan pergi ke tempat dimana para prajurit berkumpul untuk merencanakan sesuatu.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, Doni mulai naik ke mimbar untuk mengumumkan hal yang membuat seluruh penghuni istana geger dibuatnya


"Para prajurit yang setia kepadaku"


"Sekarang, aku memerintahkan kepada kalian semua untuk mengusir Alex dan perdana menteri limo keluar dari istana ini" ucap Doni secara tiba-tiba


Mendengar perintah Doni yang diluar dugaan, seluruh penghuni istana terkejut dan apa yang pro dan kontra dalam menanggapi hal itu


"Pangeran Zean, apa yang kau inginkan dari mereka?


"Kesalahan apa yang telah mereka perbuat sehingga kau sangat membenci mereka?" tanya salah satu prajurit kepercayaan pangeran Zean.


Sementara itu, kasim suncaka tak memberikan pendapat apa-apa karena tahu kalau pangeran Zean tak suka ada bantahan.


Kasim suncaka hanya duduk diam membisu. Tak ada pencegahan apapun darinya.


"Perintahku tak bisa diganggu gugat"


"Sekarang, siapkan seluruh pasukan untuk menyerang mereka" ucap Doni memberi perintah


Sebagian prajurit yang berpihak pada perdana menteri limo dan Alex terkejut.


Mereka tak siap jika berperang saat itu karena sistem pertahanan Alex dan Pangeran Zean masih seimbang dan bahkan ketika melihat kekuatan pangeran Zean yang diluar dugaan, nyali mereka semakin ciut saja.


"Desas - desus penyerangan yang diumumkan oleh Doni (pangeran Zean ) rupanya sampai terdengar ke telinga perdana menteri Limo. Mereka tak percaya hal ini terjadi pada mereka.


Dengan sisa kekuatan yang mereka miliki dan beberapa prajurit setia yang mereka miliki, mereka pun akhirnya mempersiapkan diri dengan persenjataan ala kadarnya.


Doni mulai mengaktifkan sistemnya melalui konsentrasi yang mulai di kuasai nya.


"Ting.. "


"Selamat datang di sistem pembelian"


"Persiapkan diri anda untuk membeli semua peralatan pertahanan"


"Sistem pertahanan bisa dibeli dengan beberapa point yang anda miliki"


"Lihatlah di layar berapa jumlah point anda"


"Tukarkan dengan beberapa alat pelindung diri"


"Nikmatilah kehebatan anda"


"Petualangan akan menjadi sempurna" ucap suara misterius yang ada di layar


Doni segera menekan tombol pembelian dan Doni pun melihat beberapa point yang dia miliki.

__ADS_1


Point permainan yang Doni miliki rupanya telah berada dalam level dua.


"Hem, aku sudah mencapai level 2 dan aku kurang 8 level lagi untuk mencapai point kesempurnaan"


"Baiklah, akan aku kejar semua ini dengan hatiku sendiri"


Doni menukarkan point nya ketika menang mengalahkan Alex saat pertandingan pertamanya dan membeli peralatan perang khusus terbaru.


1. Sabuk pengaman kekuatan daya 1000 watt


2. baju pelindung musim dingin kekuatan daya 1000 persen


3. Tongkat ajaib kekuatan pukulan 1000 kali tendangan gajah


4. Baju penghilang jejak kekuatan daya 1000 kecepatan cahaya.


5. Benteng pertahanan Akhir ketebalan 1000 lapis baja.


Alat yang dibeli Doni akhirnya sudah tersedia dan berada tepat dalam genggaman Doni.


Telapak tangan Doni memancarkan cahaya merah, kuning dan hijau tanda bahwa semua alat lengkap dan siap digunakan.


Lambat laun, alat perang yang dibeli Doni mulai masuk ke dalam tubuh Doni melaluo cincin yang bersarang di dada Doni


Cincin itu sebagai jalan untuk masuknya beberapa energi sistem luar mengisi daya sistem dalam tubuh kuat yang dimiliki Doni.


"Cling.."


"Sistem anda sudah siap bekerja"


"Manfaatkan waktu dengan baik"


"Pertandingan ini memiliki waktu 24 jam 10 menit dan pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya"


"Dasar permainan gila"


"Ada sistem waktu disini"


"Bukankah awal aku bertarung tak perlu ada waktu maksimal" gumam Doni sambil terus mengecek waktu yang dimilikinya dalam sistem.


Layar menunjukkan sebuah angka yang terhitung mundur dan Doni tak bisa merestart ulang kembali.


"Tampaknya, aku harus secepatnya bertindak sebelum waktuku habis sia-sia" gumam Doni


"Prajurit..."


"Sekarang juga, ayo kita berangkat menuju kediaman perdana menteri Limo dan Alex"

__ADS_1


"Aku sudah tak sabar ingin menghabisi mereka" teriak Doni.


Seluruh prajurit membentuk barisan pertahanan di depan Doni dan salah satu pemimpin prajurit kepercayaan Doni mulai memberi aba-aba kalau saat itu juga mereka akan pergi ke tempat dimana musuh mereka berada.


__ADS_2