Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
Bab 6 ( pertemuan pertama)


__ADS_3

Sementaa itu, Doni tak sabar menunggu kedatangan Alex dan dirinya berjalan kesana kemari sambil melihat dari jarak jauh Bagaimana Kasim Suncaka menyampaikan pesan nya kepada Alex.


Tampak Kasim Suncaka berbincang dengan Alex dari kejauhan dan beberapa lama kemudian, Alex tampak pergi meninggalkan Kasim Suncaka.


"Hem, apa yang sedang dilakukan oleh Alex?"


"Mengapa dia meninggalkan Kasim suncaka disana?"


"Apakah Alex menolak ajakan ku untuk bertarung?" gumam Doni dalam hati sambil terus memperhatikan gerak-gerik kasim Suncaka dan Alex.


Setelah Alex meninggalkan dirinya untuk meminta ijin berganti pakaian perang, Kasim suncaka segerw pergi menuju ke arah nya.


"Tuan muda Zean, aku sudah menyampaikan ajakan tuan muda untuk berperang dengan Alex" ucap kasim suncaka sambil menundukkan kepalanya. Raut wajah ketakutan masih terpancar dari wajah Kasim Suncaka.


"Trus apa katanya?" tanya Doni penasaran


"Alex meminta waktu sebentar karena dia akan menggunakan baju perangnya"


"Hem, baju perang?"


"Mengapa dia sampai menggunakan baju perang?"


"Apakah dia takut terluka melawan ku?"


"Ha ha ha" ucap Doni tertawa lepas.


"Entahlah tuan ku"


"Mungkin sebentar lagi, Alex akan segera menemui tuan muda"


"Tuan muda bisa menunggu sambil menyantap hidangan yang sudah disiapkan oleh pelayan istana" ucap kasim suncaka kepada Doni.


"Baiklah"


"Bawa makanan yang enak ke hadapan ku" ucap Doni sambil memandang ke arah kasim suncaka.


"Baik tuan muda" jawab kasim Suncaka.


"Pelayan, cepat ambilkan makanan kesukaan pangeran" ucap kasim suncaka memberi perintah.


"Baik tuan" jawab pelayan lin lin sambil menundukkan kepalanya.


Pelayan lin lin adalah kepala koki istana. Dia sangat setia dengan raja. Setiap makanan yang akan dihidangkan untuk raja, selalu dicicipi dulu oleh pelayan Lin lin.


Semua itu untuk menghindari sang raja dan keluarga nya keracunan makanan yang disebabkan oleh para pengkhianat terselubung.


Pelayan lin lin pun langsung menuju dapur istana. Dirinya rupanya mempunyai seorang putri yang cantik jelita yang masih berusia 15 tahun. Panggil saja Putri Amel.


Putri Amel rajin membantu ibunya memasakkan hidangan untuk sang raja. Dia juga pintar meracik beberapa makanan yang disukai raja.


"Amel, ibu minta tolong buatkan sarapan untuk pangeran Zean"


"Jangan beri dia makanan yang berlemak karena sebentar lagi pangeran Zean akan bertarung dengan kepala prajurit kita, tuan Alex" ucap lin lin

__ADS_1


"Baiklah ibu, jawab amel sambil pergi mempersiapkan makanan untuk pangeran Zean.


Amel mulai berpikir mengapa sampai tuan muda zean menantang Alex untuk bertarung. Tak biasanya pangeran Zean bertarung dengan sahabatnya sendiri.


Amel sangat tahu jelas jika pangeran Zean dan Alex adalah teman masa kecil karena dirinya waktu itu juga bermain bersama mereka.


Hanya saja, semenjak pangeran Zean tak sadarkan diri, amel jarang bermain lagi dengan pangeran.


Ditambah lagi, semenjak siuman dari pingsan nya, pangeran zean tak pernah mencarinya. Amel menganggap pangeran Zean lupa terhadap dirinya.


"Ah, sebentar lagi aku akan menemui pangeran Zean"


"Apakah dia akan menyapaku?"


"Selama siuman, dia tak pernah mencariku"


"Apa mungkin dia lupa kepadaku?" gumam Amel sambil meracik makanan untuk pangeran Zean.


Sementara itu, Amel tetap menjalin hubungan baik dengan Alex dan setiap waktu mereka bertemu hanya sekedar berbincang sebentar.


Wajah Amel yang semakin hari semakin cantik membuat Alex suka padanya. Hanya saja Amel menganggap Alex sebagai teman biasa saja.


"Amel, apakah racikan makanannya sudah selesai?" tanya Lin lin sembari mengintip amel yang saat itu sedang mengaduk makanan.


"Sudah bu, hampir selesai" jawab amel sambil terus mengaduk makanan.


"Bagus, kalau sudah letakkan makanan itu di piring yang sudah ibu sediakan" ucap lin lin sambil menyodorkan piring istana yang lumayan besar ukurannya.


Setelah meletakkan makanan, giliran Lin lin mencicipi terlebih dahulu makanan yang akan dihidangkan untuk pangeran Zean.


"Sekarang, antarkan makanan ini ke tempat dimana pangeran Zean berada"


"Dia sekarang berada di tempat pertandingan dan sedang menunggu makanan ini" ucap lin lin kepada Amel.


"Baiklah ibu" jawab amel pendek.


Amel segera mengantarkan makanan ke hadapan pangeran Zean.


"Tuan muda Zean, ini makanan untuk tuan muda"


"Silahkan dinikmati mumpung masih hangat" ucap amel sembari menatap mata Zean.


Zean tampak cuek melihat amel yang merupakan teman masa kecil nya.


"ya, letakkan disitu saja" ucap Zean dengan nada ketus.


Zean tak melihat wajah amel sedikitpun dan hal itu membuat amel sangat kecewa.


"hah, mengapa tuan muda Zean sudah berubah semenjak dia pingsan?"


"Aneh"


"Dia tak mengenaliku sama sekali?" gumam Amel sambil terus berdiri di depan zean.

__ADS_1


"Hei, mengapa kau tetap berdiri di depan ku?"


"Cepat pergi dari sini"


"Aku ingin menikmati makanan ini sendirian" tiba-tiba saja zean berkata ketus kepada Amel.


"Baik tuan" jawab Amel dengan wajah penuh kekecewaan.


Amel tak menyadari jika jiwa yang ada dalam tubuh Zean adalah jiwa orang lain. Amel tetap merasakan sosok Zean yang memang benar ada di depannya.


Amel pun tak banyak berharap lagi kepada Zean semenjak Zean berkata kasar padanya.


"Ahz biarlah"


"Mungkin saja pangeran Zean kehilangan ingatan nya terhadapku"


"Aku akan memberikan makanan yang berguna untuk melancarkan pikiran nya dikemudian hari"


"Siapa tahu, kandungan dalam makanan itu akan membuat ingatan pangeran Zean pulih" gumam amel dalam hati.


Tak berapa lama setelah Amel pergi menjauh dari Doni, kasim suncaka mempersilahkan doni untuk menyantap makanan yang sudah dihidangkan mumpung Alex belum datang menemuinya.


"Tuan muda Zean, ayo santap hidangan yang ada di depan tuan muda"


"Hidangan ini diracik oleh koki istana yang tak diragukan lagi masakannya" ucap kasim suncaka sambil menyodorkan makanan itu kepada doni


"baiklah kasim suncaka"


"aku akan mencobanya" jawab Doni pendek.


Doni pun mencoba hidangan yang ada di depannya. satu suapan membuat lidah Doni menari.


"Hem, makanan apa ini?"


"Mengapa enak sekali?"


"Kakek ku tak pernah membelikan ku makanan seenak ini"


"Bahkan, makanan terlezat yang ada di kantin sekolahku, tak sama dengan makanan ini" gumam doni dalam hati.


Doni pun melahap habis hidangan yang sudah disantap nya dan dengan sangat senang, Doni bertanya pada kasim suncaka.


"Kasim suncaka, kemarilah" panggil Doni memanggil kasik suncaka yang duduk tak jauh darinya.


"Iya tuan ku zean, ada apa?" tanya kasim suncaka.


"Makanan nya sangat lezat"


"Siapakah yang memasak?" tanya Doni dengan nada lembut


"Oh tuan muda zean, yang memasak makanan ini adalah koki lin lin bersama amel putri lin lin yang sekarang beranjak dewasa"


"Apakah kau lupa pangeran Zean?"

__ADS_1


"Amel adalah teman bermain mu sejak kecil" ucap kasim suncaka sambil memandang ke arah amel yang sejak tadi diam di pojok ruangan istana.


__ADS_2