Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
Episode 33 ( lorong ke sembilan)


__ADS_3

Doni mulai merasakan kekuatannya bertambah berkali-kali lipat setelah dirinya berhasil membunuh gorilla di lorong ke delapan.


Tubuhnya berubah menjadi hangat dan dalam layar tertulis kekuatan sempurna. Harta karun milik Doni juga sudah penuh.


Kasim suncaka dan para prajurit tampaknya tak mengetahui jika ketiga algojo itu telah tewas di tangan Doni. Yang mereka tahu adalah ketiga Algojo telah diberi hadiah dan diletakkan di suatu tempat yang nyaman oleh Pangeran Zean.


"Kapan aku bisa seberuntung itu" gumam kasim suncaka dan beberapa prajurit yang lain.


Setelah menyerap energi dengan sempurna, Doni mulai membuka lorong ke sembilan dan kali ini dirinya tak meminta bantuan para prajurit nya.


Cukup mudah bagi Doni untuk membuka pintu masuk lorong kesembilan karena kekuatan Doni telah penuh dan tubuh Doni dalam kondisi prima berkat energi yang diserap nya.


"Energi ku setara dewa jika aku hidup di jaman ini"


"Ha ha ha" Doni tersenyum sendirian dan hal itu membuat heran beberapa prajurit terutama kasim suncaka.


Lorong kesembilan mulai terlihat dan di dalamnya terdapat benteng yang sangat kokoh. Benteng itu terbuat dari besi yang sangat kuat.


"Hem, sepertinya sangat mudah bagiku untuk menghancurkan benteng ini" gumam Doni sambil membuka sistem layar ajaib miliknya.


Layar terbuka dan Doni mulai berusaha menebak apa yang ada di balik benteng itu.


Rupanya sistem yang doni miliki sedang kacau karena sinyal tiba-tiba terganggu.


"Mengapa sistem ku mulai tak berfungsi?" gumam Doni sambil memperbaiki sistem layar yang ada di depannya.


Tiba-tiba suara misterius yang ada dalam sistem berkata


"Arahkan layar ke samping kanan"


"Mohon tunggu sebentar"


"Sistem masih bekerja" ucap suara misterius


Doni terdiam sejenak, hingga kasim suncaka dan beberapa prajuritnya tertegun melihat perubahan sikap yang tak biasa dari Pangeran Zean.


"Ada apa tuan ku Zean?" tanya kasim suncaka kepada Doni


"Aku bingung, kenapa sistem terhenti" ucap Doni sambil melihat layar yang ada di depannya.


"Sistem apa maksud tuan muda Zean?" tanya kasim suncaka makin tak mengerti dengan jalan pikiran Doni yang diluar nalar mereka.


"Ah, sudahlah"


"Kau tak mungkin tahu apa yang aku pikirkan sekarang" ucap Doni sambil memalingkan wajahnya


Kasim suncaka terdiam mendengar jawaban Doni. Setelah beberapa waktu kemudian,


"Ayo tuan muda Zean, kita menaiki tembok ini" ucap kasim suncaka


"Kenapa kita harus naik?"

__ADS_1


"Aku akan menghancurkan tembok ini" ucap Doni sambil mengeluarkan tenaga nya yang masih penuh.


Bola api yang sangat besar berada dalam genggaman Doni dan terlempar ke arah tembok besar yang menghalangi nya menuju ke lorong selanjutnya.


"Hah, kenapa tembok itu tetap berdiri kokoh" gumam Doni sambil terus mengamati tembok itu.


Beberapa tenaga ekstra telah dikeluarkan oleh Doni namun sia-sia


Tembok itu kokoh berdiri di depannya.


"Hem, apa yang harus aku lakukan"


"Sistem ku juga tak memberikan arahan kepadaku"


"Haruskah aku hanya berdiri disini menunggu keajaiban?" gumam Doni sambil terus mengamati tembok yang saat itu berdiri kokoh di depannya.


Beberapa prajurit Doni maupun kasim suncaka mencoba menaiki tembok yang tinggi itu. Mereka saling bahu membahu dan ada beberapa prajurit yang bisa mencapai atas tembok.


"Ayo pangeran"


"Naiklah kemari" ajak salah satu prajurit yang sudah mencapai atas tembok.


Doni rupanya malas untuk naik karena dirinya menunggu arahan dari sistem layar miliknya.


Kacamata ajaib mulai digunakan oleh Doni dan muncul gambar tembok kokoh berdiri tegak didepannya.


Tak ada keterangan dalam sistem layar milik nya mengenai kekuatan yang dimiliki oleh tembok itu.


"Disini, tak ada musuh yang harus kita singkirkan"


"Hanya saja, ada tembok tinggi dan besar yang menjadi penghalang kita untuk pergi dari lorong selanjutnya" ucap kasim suncaka memberi penjelasan.


Doni mulai sedikit bisa berpikir jernih.


"Bukankah aku bisa terbang dengan kekuatan ku?"


"Aku tak perlu menghancurkan tembok ini"


"Bukankah tembok di depan ku ada celah sehingga aku bisa melewati tembok ini dengan terbang?"


"Ah, aku memang bodoh"


"Pantas saja sistem tak merespon apa yang aku lakukan" gumam Doni


"Kasim suncaka"


"Apakah kau bisa merangkak naik sampai ke atas dengan dibantu dengan prajurit yang kita miliki?" tanya Doni


"Siap tuanku"


"Sudah saya laksanakan sebelum tuan muda memberi perintah"

__ADS_1


"Lihatlah ke atas tuan muda Zean"


"Beberapa prajurit kita ada yang telah sampai di atas tembok" jawab kasim suncaka sambil menunjuk ke atas tembok.


"Oh baguslah"


"Untuk beberapa prajurit yang masih ada di bawah, aku akan menarik nya ke atas dengan kekuatan ku" ucap Doni


Doni segera terbang dan dengan cepat sampai ke atas tembok yang sangat tinggi menjulang itu


Dalam dunia modern, sebenarnya Doni sangat takut dengan ketinggian. Namun, dalam dunia game ini, keberanian nya muncul karena dirinya percaya pada sistem layar yang selalu menemaninya.


"Hah, aku sudah mencapai atas tembok"


Doni langsung melihat ke bawah dan dirinya melihat hutan belantara yang sangat gelap.


"Sepertinya, lorong yang aku lewati hanya 9 lorong, dan aku bisa bebas setelah ini" gumam Doni.


Beberapa prajurit yang sampai atas tembok rupanya kebingungan untuk turun ke bawah menyeberangi tembok karena tembok yang dilewati mereka sangat tinggi. Sementara sebagian prajurit masih berada di balik tembok.


Akhirnya Doni lah yang berperan dalam hal ini. Doni secara bergantian terbang mengangkut prajurit untuk menyeberangi tembok.


Tentunya, dirinya menggunakan kekuatan sistem nya.


Rupanya, tembok itu merupakan penghalang terakhir bagi Doni dan seluruh prajuritnya. Namun, perjuangan terakhir ini rupanya cukup menguras energi Doni karena dirinya harus mengangkat beberapa prajuritnya untuk menyeberangi tembok dan keluar dari tempat itu.


Sistem layar rupanya mulai terbuka dan muncul sisa kekuatan terbang Doni yang tinggal 50 persen.


"Kekuatan terbang anda tersisa 50 persen, lakukan pengisian daya dengan menjual harta karun yang anda miliki" ucap suara misterius itu.


"Hem, aku tak kan menukarnya untuk kali ini"


"Harta karun ku adalah sumber kekayaan ku"..,


"Aku akan meninggalkan sebagian prajurit di lorong ke sembilan karena sepertinya mereka tak terlalu berguna" gumam Doni


Sampai di balik tembok, Doni mulai melihat ke depan dan tampak hutan belantara ada di sana.


"Kasim, kita telah keluar dari istana dan bisa mengejar Alex kembali"


"Ayo" ucap Doni


Sisa prajurit dan kasim suncaka mengikuti Doni kemana Doni pergi dan mereka pun berjalan menyusuri hutan mencari keberadaan Alex dan perdana menteri yang sudah menghilang entah kemana.


"Tampaknya kita sudah tertinggal jauh" ucap Doni kepada kasim suncaka.


"Aku akan mencarinya menggunakan sistem ku" guman Doni sambil membuka sistem layar miliknya.


Melalui sistem itu, Doni bisa melacak keberadaan musuh dalam radius yang sangat jauh sekalipun.


.

__ADS_1


__ADS_2