Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
bab 16 (rencana pemberontakan)


__ADS_3

Setelah berbincang dengan dukun saori dan mendapat kepastian bahwa dukun saori akan membantunya membunuh pangeran Zean, perdana menteri limo akhirnya kembali ke istananya.


Dirinya sudah tak sabar ingin melihat keadaan Alex, anak satu-satunya.


Prajurit setia perdana menteri limo menemani perdana menteri dengan setia. Mereka melakukan perjalanan pulang dengan membawa secercah harapan yang diberikan oleh dukun Saori.


Sesampai di istana nya, perdana menteri limo pergi menuju ke kamar Alex


Tampak beberapa prajurit kepercayaan nya berada di depan pintu kamar Alex.


"Oh, perdana menteri limo, maaf kami sedang bertugas menjaga kamar tuan muda Alex"


"Dia sedang melakukan rapat penting dengan prajurit ling ceng" ucap prajurit penjaga pintu.


"Alex sedang sakit"


"Mengapa melakukan rapat tertutup?" tanya perdana menteri limo penasaran


Prajurit penjaga pintu kamar alex hanya terdiam karena dirinya pun tak tahu apa yang sedang dibicarakan oleh alex dan prajurit ling ceng.


Tiba-tiba dari dalam kamar, keluarlah prajurit ling ceng. Sepertinya Alex dan ling ceng telah selesai melakukan kesepakatan.


"Oh ,perdana menteri Limo,"


"Silahkan masuk"


"Tuan Alex sedang menunggu perdana menteri limo untuk memberikan saran nya"


"Memang rapat ini mendadak tanpa memberi kabar kepada tuan ku perdana menteri"


"Tapi, tuan muda Alex sudah memberi tahu hamba jika apa yang direncanakan oleh tuan ku Alex pasti akan selalu mendapat persetujuan dan restu dari perdana menteri limo" ucap prajurit ling ceng.


"Oh, baiklah"


"Aku akan berbincang dengan Alex sekarang juga" ucap perdana menteri limo


Setelah berbincang dengan prajurit ling ceng, perdana menteri limo segera masuk ke dalam kamar Alex. Tampak nya, Alex memang sedang menunggu ayahnya datang karena masih ada banyak hal yang perlu mereka bicarakan.


Sempurna sudah rencana Alex setelah kedatangan perdana menteri limo. Alex hanya tinggal mengatur formasi untuk melakukan penyerangan di kerajaan Limo kapanpun dia mau.


Di istana pangeran Zean, suasana bahagia tetap berjalan. Mereka tak henti-hentinya merayakan pesta dan makan bersama.


Acara tersebut ditutup dengan tarian para penari istana yang memiliki tubuh indah.


"Ah, apa yang harus aku lakukan setelah ini?"


"Sistem belum memberikan tanda akan adanya penyerangan dari musuh-musuh ku"

__ADS_1


"Apa aku harus mencari musuh untuk aku bunuh dan dengan membunuh musuh akan membuat aku naik level berikutnya?" gumam Doni sambil melihat ke sekitar.


Doni selalu menunggu sistem layar yang selalu ada ketika dirinya akan menghadapi masalah. Namun sistem itu tak kunjung ada. Seolah, Doni terperangkap dalam dunia itu dan tak bisa kembali.


Walau Doni merasa sangat nyaman di dunia game, namun Doni sedikit memikirkan kakek nya yang ada di dunia masa depan.


Dirinya merasa berat meninggalkan kakek nya seorang diri sementara Doni asyik bersenang-senang di dunia game.


"Kemanakah layar itu?"


"Sayangnya, aku tak bisa memanggil nya karena keinginan ku sendiri"


"Aku seperti diperbudak oleh game ini"


"Sial" gumam Doni dalam hati.


Tak ingin dirinya berlarut dalam dunia yang dianggapnya semu itu, Doni pergi menuju ke tempat kediaman Alex. Dirinya ingin melihat musuh besar nya itu terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.


Saat mengunjungi Alex, Doni datang sendirian. Tak ada pengawal istana yang melindungi dirinya karena Doni merasa, dirinyalah sang penguasa kerajaan Amenor setelah ayahnya.


Alex yang sedang berbincang dengan ayahnya sangat terkejut melihat kedatangan Doni yang berwujud pangeran Zean ke tempat kediaman mereka.


Zean dengan kekuatan nya berhasil mendobrak pintu kamar Alex hingga pintu kamar Alex rusak parah. Ruangan kedap udara yang dibangun dengan biaya yang sangat mahal rusak dalam satu hari saja akibat ulah Doni.


"Pangeran Zean, mengapa kau datang kemari tanpa memberi tahu kami sebelumnya?" tanya Alex dan perdana menteri limo.


"Kenapa kau kaget?"


"Kau sudah sembuh rupanya" ucap Doni sambil melihat wajah Alex yang duduk di ranjang bersama perdana menteri limo.


"Iya pangeran Zean, saya sudah mulai membaik"


"Hanya saja, bekas luka masih belum kering" ucap Alex sambil menundukkan kepalanya


"Baguslah kalau begitu"


"Aku tak sabar ingin bertarung dengan mu sekali lagi" ucap Doni tersenyum lepas.


Perdana menteri limo tak bisa berkata apapun karena dirinya tak mau gegabah dengan berkata kasar terhadap pangeran Zean.


Dia hanya menunduk di depan Doni, untuk menghindari kemarahan Doni yang terlihat semakin memuncak.


"Pangeran Zean, ayo kita pulang" tiba-tiba saja kasim suncaka menarik tangan Doni


"Kasim, apa yang kau lakukan?"


"Aku ingin membuat perhitungan dengan Alex" ucap Doni

__ADS_1


"Sudahlah tuan ku pangeran Zean, nanti saja" ucap kasim suncaka mengingatkan Zean.


Doni pun terpaksa menuruti ajakan kasim suncaka dan pergi kembali ke istananya.


Beberapa hari kemudian, kerajaan Amenor heboh. Terdapat penyerangan tak terduga dari para pemberontak dan hal itu membuat raja dan ratu terluka.


Doni segera menuju ke tempat kediaman ayah dan ibunya yang berada di istana pusat.


"Ayah, ibu tidak apa-apa?" tanya Doni penasaran


"Ayah dan ibu tidak apa-apa nak"


"Pakai pakaian pelindungmu"


"Para pemberontak masih berada di pintu gerbang utama" ucap permaisuri lin menjelaskan.


Doni segera pergi menuju ke arah dimana permaisuri Lin menunjukkan arah dimana tempat pemberontak itu berada.


Setelah Doni pergi ke depan pintu gerbang istana, dirinya melihat segerombolan pemberontak berlari hendak keluar gerbang.


Tanpa pikir panjang, Doni segera menyerang beberapa pemberontak itu hingga mereka jatuh tersungkur


Saat Doni mulai melakukan penyerangan, tiba-tiba sistem muncul di hadapan Doni dan sistem itu menempel di mata Doni dan berubah menjadi ssbuah kacamata ajaib.


Muncullah suara misterius yang berbunyi


"Anda telah datang di pertarungan selanjutnya"


"Lihatlah kekuatan musuh dan perkirakan kekuatan anda untuk menyerangnya"


Doni tertegun sejenak namun ditepis nya dengam cepat. Doni mulai melihat di layar monitor seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh para pemberontak misterius itu.


"Kekuatan yang dimiliki pemberontak itu berada dalam kekuatan penuh" ucap suara misterius dan dalam sistem muncul angka 100 persen.


Melihat angka itu, Doni segera mengambil tindakan yaitu menyerang pemberontak dengan kekuatan yang dimiliki sebelumnya. Pertandingan yang dilakukan Doni dan para pemberontak tampak seimbang karena keduanya punya kemampuan khusus.


Karena merasa geram, Doni berusaha membuka cadar yang dipakai pemberontak itu namun gagal. Beberapa pemberontak berhasil kabur dan berlarian ke hutan.


"Ah, sial"


"Mereka berhasil kabur"


Doni terduduk lemas karena misinya gagal dalam membunuh pemberontak itu


Sementara itu dari kejauhan kasim suncaka memanggil Doni dan berkata dengan terbata-bata


"Tuan muda Zean, sang raja dan permaisuri sekarang dalam kondisi kritis"

__ADS_1


__ADS_2