Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
bab 13 (Rasa kecewa)


__ADS_3

Sementara itu, perdana menteri limo telah sampai ke tempat dukun sakti yang biasa menjadi langganan nya. Tarif dukun sakti itu memang mahal, namun hasil nya tak pernah mengecewakan perdana menteri limo maupun pelanggan lainnya.


"Permisi, apakah dukun saori ada di tempat?" tanya perdana menteri limo sambil melihat ke sekitar rumah dukun sakti itu.


penjaga rumah dukun saori tampaknya sangat mengenal perdana menteri limo dan mulai menyambutnya dengan baik.


"Oh tuan ku perdana menteri Limo, silahkan masuk" ucap penjaga rumah.


"Oh baiklah" jawab perdana menteri limo.


Setelah mendapat sambutan yang baik dari penjaga rumah, perdana menteri langsung masuk ke dalam rumah dukun itu tanpa pengawalan.


Para pengikut nya menunggu di luar rumah. Perdana menteri limo memang tak pernah mengijinkan satupun pengawal nya untuk menemaninya saat dirinya berbincang dengan dukun Saori, karena dirinya tak ingin satu orang pun tahu tentang rencana jahatnya.


Selama menjadi perdana menteri limo, tak ada satupun orang yang tahu tentang segala kegiatan perdana menteri limo, kecuali Alex dan istrinya saja.


Selebihnya, tak ada yang tahu apapun mengenai kebiasaan maupun rencana perdana menteri limo dalam melakukan semua tindakannya.


Kesan perdana menteri Limo masih baik di kalangan penghuni kerajaan oleh karenanya, dirinya dipercaya oleh penghuni istana, rakyat kerajaan amenor maupun raja amenor sendiri untuk menjadi perdana menteri di kerajaan Amenor.


"Dukun Saori, aku datang menemui mu kembali" ucap perdana menteri limo setelah bertemu empat mata dengan dukun Saori.


"Oh ya tuanku perdana menteri limo, ada apa kau datang kemari?" tanya dukun Saori penasaran


"Aku mengalami masalah serius"


"Pangeran Zean salah satu pewaria tunggal sudah sadar" ucap perdana menteri limo.


"Hah, sudah sadar?"


"Bukankah jiwanya sudah aku simpan dalam sebuah botol dan sudah aku buang ke laut?"


"Apakah jiwa itu terlepas?" ucap dukun Saori terkejut.


"Entahlah dukun Saori"


"Aku juga heran"


"Setelah putraku mendorong pangeran Zean ke danau, pangeran Zean pingsan dan baru sekarang dia siuman"


"Anehnya lagi, sifatnya berubah menjadi seorang pangeran yang sangat brutal" ucap Perdana menteri Limo dengan menunjukkan wajahnya yang serius.

__ADS_1


"Aku curiga ada roh jahat yang merasuk dalam tubuhnya"


"Tingkah nya tak menunjukkan sama sekali sosok pangeran Zean yang terdahulu"


"Dulu saat pangeran Zean berusia 8 tahun, sikapnya sangat sopan ke semua orang"


"Dia tak pernah sekalipun bertarung dan sepertinya tak tertarik dengan pertarungan"


"Pangeran Zean yang dulu hanya suka duduk di kamar dan tak mempunyai kemampuan berperang sama sekali"


"Dirinya juga tak pernah belajar ilmu bela diri sejak kecil"


"Anehnya lagi, saat dia sadar, sifatnya berubah menjadi brutal"


"Dirinya bahkan bisa mengalahkan putraku Alex"


"Saat ini, alex sedang terluka parah dan masih dalam perawatan tabib terbaik istana" ucap perdana menteri limo panjang lebar


Dukun Saori mengambil nafas dalam-dalam. Selama menjadi dukun, dia tak pernah gagal dalam membelenggu korban nya


Korban nya akan mati pelan - pelan tanpa ada jejak apapun. Jiwa yang belum waktunya meninggal akan terus mengambang dalam botol ajaib milik dukun saori.


Tubuh yang ditinggalkan jiwa akan berangsur-angsur mati dan inilah yang ditunggu oleh dukun saori dan perdana menteri limo.


Untuk melihat perkembangan pangeran Zean, akhirnya dukun saori menerawang menggunakan air yang berisi mantra-mantra doa di dalam sebuah bejana yang sangat besar.


Air dalam bejana itu nanti jika sudah diberi mantra, akan muncul sosok korban yang akan dihancurkan kehidupannya.


Sambil memandang ke arah perdana menteri limo, dukun saori mengatakan sesuatu dan perkataan itu hanya di dengar oleh perdana menteri limo saja.


"Perdana menteri limo, aku akan menerawang pangeran Zean"


"Jika dia dirasuki roh halus, gambarnya akan muncul di sini" ucap dukun saori dengan penuh keyakinan.


"Oh, baiklah dukun saori"


"Aku akan menunggu disini sambil melihat perkembangan nya" jawab perdana menteri limo.


"Oh ya, tapi tuan ku perdana menteri harus rela menunggu selama satu minggu lamanya karena penerawangan ini menggunakan kekuatan iblis" ucap dukun saori sambil memandang wajah perdana menteri limo dengan sangat tajam.


"Ya, baiklah"

__ADS_1


"Aku akan meminta izin cuti kepada pihak istana"


"Nanti, prajurit kepercayaan ku yang akan menyampaikan kepada kasim Suncaka" ucap perdana menteri limo sambil terus memandang air yang ada di dalam bejana.


"Baiklah kalau begitu"


"Aku akan memanggil roh-roh jahat untuk membantu ku dalam mencari jiwa pangeran Zean"


"Jika roh pangeran Zean masih ada di dalam botol yang pernah aku buang di laut, maka pangeran Zean tak kan menunjukkan reaksi apapun"


"Tapi, jika pangeran Zean menunjukkan reaksi kedinginan, berarti, yang saat ini ada di istana adalah benar-benar pangeran Zean yang asli" ucap dukun Saori penuh keyakinan.


"Baiklah kalau begitu, sekarang mari kita mulai ritual nya" ucap dukun Saori sambil menghidupkan lilin di samping bejana.


Suasana menjadi gelap, sementara itu prajurit setia perdana menteri Limo kembali ke istana untuk menjalankan tugas masing - masing.


Tinggallah perdana menteri limo dan dukun Saori di tempat itu.


Sementara itu, di tempat lain, karena tak tahan dengan rasa lapar, Alex akhirnya memakan makanan yang dihidangkan oleh koki ibun. Dalam hati Alex muncul rasa kecewa yang amat sangat karena Amel dianggap telah mengkhianati dirinya.


Padahal, dugaan Alex itu salah besar. Amel tak punya pilihan lagi selain menuruti perintah pangeran Zean karena sifat pangeran Zean telah berubah drastis dari seorang pangeran yang penyabar dan juga pemalu menjadi pangeran Zean yang bringas, suka bertarung, suka makan dan suka mempermainkan para pelayan nya


Sementara itu, Doni yang saat ini berada dalam tubuh pangeran Zean mulai menenangkan diri nya setelah bermimpi bertemu dengan sosok lelaki misterius yang sangat mirip dengan dirinya.


Doni pun berusaha menenangkan hatinya, dan saat hatinya mulai tenang, Doni tersadar ada yang kurang dalam dirinya.


"Sepertinya ada yang kurang di istana ini"


Doni melihat ke sekeliling dan barulah dirinya tersadar jika Amel tak ada di samping nya.


"Hem...kemanakah Amel pelayan ku?" tanya Doni sambil berkacak pinggang.


"Kasim suncaka"


"Kemanakah Amel?" tanya Doni


"eh, tuan..maaf" jawab kasim suncaka gugup


"Putri Amel sedang berada di dapur untuk memasak" jawab kasim suncaka. Wajah kasim suncaka penuh ketakutan karena hari itu Doni benar-benar marah dengan apa yang dilakukan oleh Amel.


"Kenapa dia pergi ke dapur?"

__ADS_1


"Aku tak meminta makanan apapun padanya" ucap Doni sambil berdiri melihat ke arah pintu istana.


__ADS_2