
Doni mulai berjalan menuju ke arah utara disusul oleh beberapa prajuritnya yang masih setia kepadanya.
Tampak Amel sedang berada di toko makanan milik pamannya. Terlihat raut wajah Amel sedang menunggu seseorang.
"Kebetulan sekali"
"Ada Amel" gumam Doni sambil melihat ke arah Amel
"Kenapa dia ada di luar istana?" gumam Doni sambil mengamati apakah wanita yang duduk di tempat makan itu adalah Amel
"Oh, sepertinya dugaan ku tidak salah"
"Dia adalah Amel" gumam Doni
"Kasim suncaka" panggil Doni
Terlihat suncaka sedang asyik berbincang dengan beberapa prajurit yang ada di sampingnya.
"Oh ya siap tuan"
"Ada apa?" tanya kasim suncaka sambil menundukkan kepalanya.
"Kau lihat ke depan"
"Apakah dia amel?" tanya Doni penasaran
Kasim suncaka segera melihat ke depan dan langsung menganggukkan kepalanya.
"Benar tuan muda Zean"
"Dia Amel, aku tak mungkin salah" ucap kasim suncaka membenarkan ucapan Doni
"Baiklah kalau begitu, aku ingin mampir sebentar untuk makan, sepertinya tempat makan itu milik kerabat Amel" ucap Doni
"Siap tuan muda Zean"
"Lalu, bagaimana dengan misi kita tuan muda?" tanya kasim suncaka berusaha mengingatkan misi sebenarnya kepada Doni
"Tenanglah"
"Aku akan segera berangkat mengejar Alex setelah aku makan" jawab Doni sambil berjalan mendekat ke arah Amel.
Amel yang saat itu membersihkan meja makan terkejut melihat kedatangan sosok pangeran Zean.
"Pangeran Zean?"
"Silahkan mampir sebentar" ucap Amel menyapa Doni
"Oh, kau Amel"
"Lama tak bertemu" jawab Doni pendek.
Doni mulai membuka sistem layar miliknya. Terlihat wajah Amel di dalam sistem itu.
Tiba-tiba, terdengar suara misterius di telinga Alex dan berbunyi
"Ding"
"Selamat datang di petualangan cinta"
"Kali ini, banyak menu yang tersedia untuk anda"
"Pilihlah yang tepat sesuai selera, maka akan menambah harta karun yang anda miliki" ucap suara misterius
Doni mulai memilih menu. Banyak pilihan wanita cantik di sana.
Wajah Amel rupanya masuk dalam daftar menu yang disajikan di layar, dan hal itu membuat Doni penasaran.
__ADS_1
Doni segera melihat kualifikasi Amel yang terpampang di layar ajaibnya
Nama : Amel
Usia : 18 tahun
Hal yang disukai : pria romantis
hal yang dibenci : pembohong
Keahlian : mampu bercinta lebih dari 10 jam
memasak makanan yang enak
menghangatkan tubuh yang dingin
Kelemahan : mudah di rayu dengan kata-kata manis
mudah kasihan dengan penderitaan orang lain
Doni dengan serius melihat kualifikasi amel dalam sistem layar dan tanpa berpikir panjang Doni mengklik wajah amel. Setelah mengklik wajah amel muncul keterangan dalam sistem layar
Pemilihan pemeran utama telah berhasil.
"Silahkan pilih orang ketiga dalam hubungan ini" ucap suara misterius itu
Doni bingung dengan keterangan yang ada di sistem. Untuk anak seusia Doni, yang ada dalam pikiran nya hanyalah permainan. Tak terbesit dalam pikiran Doni jika dia akan mengalami hal yang dialami orang dewasa pada umumnya
Tanpa pikir panjang, Doni memilih foto wanita cantik selain amel yang ada di daftar layar itu.
"Cling" sosok gambar wanita yang di pilih oleh Doni mulai ada di layar beserta kualifikasinya.
Nama :Hani
usia : 15 tahun
Hal yang disukai : pria tangguh
Hal yang dibenci : pria lemah
mampu bercinta selama 10 jam
bisa menari
kelemahan : tak bisa memasak
ada bekas luka di tangannya.
Sistem layar monitor milik Doni menjelaskan dengan detail wanita yang akan dihadapi oleh doni. Rasa penasaran Doni terhadap Hani masih saja ada walaupun wajah hani yang sesungguhnya belum muncul dihadapannya.
Yang ada hanyalah Amel..wanita dengan kualifikasi yang sudah di tulis dalam layar oleh sistem komputer ajaib milik Doni.
"Kemanakah Hani yang juga sudah aku pilih?" gumam Doni sambil menoleh kesegala arah.
Saat Doni mencari Hani, amel yang ada di samping Doni pergi menghampiri Doni dan menggandeng tangan Doni agar masuk ke dalam toko makanan milik paman nya itu.
"Silahkan tuan muda Zean, pilihlah menu kesukaan mu"
"Aku akan memasak kan makanan untuk mu" ucap Amel sambil memberikan daftar menu kepada Doni.
Doni memilih menu makanan untuk nya, tak lupa Doni memesankan menu makanan untuk beberapa prajurit dan kasim suncaka.
"Baik tuan muda Zean"
"Aku akan memasakkan menu untukmu" ucap Amel sambil pergi menuju ke dapur.
Sementara itu, saat Doni beristirahat, Doni melihat sosok wanita cantik duduk bersama para pengawal nya. Dia memandang ke arah Doni dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Hem, siapa wanita cantik itu" gumam Doni sambil melihat ke arah gadis itu tanpa berkedip
Doni mulai berpikir dan ingatan Doni kembali
"Aha, dia wanita yang ada di sistem"
"Wajahnya sangat mirip" gumam Doni
"Baiklah, aku akan berpetualang mendapatkan hatinya"
"Dengan begini, aku akan mendapatkan point yang lebih banyak dan bisa mengisi harta karun ku" gumam Doni sambil berjalan mendekati wanita itu.
"Hani" tiba-tiba Doni memanggil wanita muda itu.
Wanita cantik itupun menoleh. Dirinya tak menyangka ada orang asing yang tau namanya tanpa bertanya terlebih dahulu kepadanya.
"Siapakah kau?"
"Mengapa kamu tahu namaku?"
"Bukankah sebelumnya kita belum pernah kenal?" tanya Hani penasaran
Hani dengan sigap berjaga-jaga melindungi dirinya dengan mengambil pedang yang ada di bahunya
Doni tertawa lepas melihat Hani tegang di hadapannya.
"Sekarang, bolehkah aku duduk di samping mu?" tanya Doni setengah menggoda.
"Kau pemuda yang tidak sopan"
"Untuk duduk di depanku, kau harus melawan ku terlebih dahulu" tantang Hani
Doni mulai mengaktifkan sistem nya dan melihat tubuh Hani dari atas sampai bawah.
Tertulis lengkap di sistem kondisi emosi Hani, teman barunya itu.
Nama :Hani
usia : 15 tahun
Hal yang disukai : pria tangguh
Hal yang dibenci : pria lemah
mampu bercinta selama 10 jam
"Kekuatan mu dibawahku jauh"
"Kau sepertinya suka dengan sosok pria tangguh"
"Aku akan mewujudkan nya dihadapan mu" gumam Doni sambil tersenyum senang.
"Hei manusia jahil, mengapa kau tertawa sendiri?"
Doni terdiam mendengar ucapan Hani dan dengan sigap, tangan Doni menarik Hani dan membawa nya keluar dari tempat makan milik paman Amel itu.
Doni tak mau barang-barang yang ada di sana porak poranda akibat ulahnya dengan Hani.
"Lepaskan, jangan tarik tanganku sembarangan" ucap Hani
"Oke baiklah"
"Aku sudah melepas tangan mu"
"Sekarang, disini adalah tempat yang bagus untuk kita bertarung" tantang Doni kepada Hani.
Hani pun segera memulai pertarungan. Hal pertama yang dilakukan Hani adalah membuka kucir rambutnya dan membiarkan nya terurai. Hal itu membuat Doni kagum karena wajah cantik Hani makin terpancar.
__ADS_1