
"Kasim Suncaka" panggil Doni
"Iya tuan ku" jawab kasim suncaka sambil terus mendekat ke arah Doni.
"Boleh aku minta tolong?" tanya Doni sembari memegang pundak kasim suncaka.
"Siap tuan ku"
"Segala perintah tuan muda akan hamba laksanakan" jawab kasim suncaka
Doni tersenyum sendirian karena melihat kasim suncaka yang terlihat sangat lucu.
"Ha, anak sekecil aku bisa dihormati oleh lelaki tua ini" gumam Doni
"Tuan ku, mengapa kau tersenyum sendiri?"
"Apa ada yang salah dengan ku?" tanya kasim suncaka
"Hem, tidak" jawab Doni pendek
"Kau tidak bersalah apa-apa" jawab Doni
"Aku minta kau melayani wanita itu sekarang" ucap Doni dengan nada serius
Kasim suncaka terkejut mendengar perintah Doni yang aneh baginya
"hah, bagaimana mungkin aku bisa melayani seorang wanita?"
"Aku hanya seorang kasim yang tak bisa berbuat apa-apa?"
"Apakah tuan muda Zean tahu kalau kasim itu adalah seorang abdi istana yang tak bisa melakukan kegiatan pria pada umumnya?" gumam kasim suncaka sembari terus berpikir
"Hai kasim?"
"Mengapa kau diam saja?"
"Kau tak mau melaksanakan perintahku?" tanya Doni dengan nada keras
"Bu...bukan begitu tuan ku?" ucap kasim suncaka dengan wajah yang ketakutan.
"Aku ditakdirkan bukan sebagai seorang lelaki normal"
"Aku memiliki keterbatasan" ucap kasim suncaka berusaha menerangkan dengan sangat jelas kepada Doni.
"Kasim, aku tidak paham dengan apa yang kau katakan"
"Bukan kah kau adalah pria dewasa?"
"Mengapa kau tak sanggup melakukan nya?" tanya Doni penasaran
"Apakah kau seorang penyuka sesama jenis?"
"Hah?" tanya Doni sembari berbisik ke telinga kasim suncaka
"Tuan muda Zean, bukan begitu maksudku" ucap kasim suncaka lirih.
Dirinya tak ingin prajurit tahu apa yang dikatakan nya kepada pangeran Zean karena posisi nya sebagai kasim yang tak bisa melayani wanita memang sudah menjadi rahasia umum kerajaan.
__ADS_1
Seluruh penghuni istana pun tahu, dan hanya Pangeran Zean saja yang tak tahu mengenai dirinya.
"Aduh, tuan muda zean apakah tidak mengerti jika seorang kasim tak bisa melakukan hal layaknya laki-laki normal" gumam Kasim suncaka sambil mengelus dada nya.
"Oh, sangat mungkin pangeran Zean tidak tahu peran seorang kasim"
"Dia tak sadarkan diri sejak usia 8 tahun dan pastinya dia belum tahu banyak tentang peraturan di istana ini" gumam kasim suncaka dalam hati.
Kasim suncaka berusaha berpikir keras agar Doni bisa menangkap apa yang dia jelaskan.
"Kasim, mengapa kau diam saja" ucap Doni sambil menatap tajam kepada kasim suncaka
Karena tak ingin Doni semakin marah padanya kasim Suncaka akhirnya membisikkan sesuatu ke telinga Doni dan hal itu membuat Doni terkejut.
"Hah, kau tak punya alat itu?"
"Dan alat itu sudah dilenyapkan oleh petugas kerajaan?" ucap Doni dengan suara agak keras.
"Pangeran zean, jangan keras-keras" ucap kasim suncaka sambil berusaha menenangkan hati Doni.
Doni terdiam sejenak dan dia terkejut akan jawaban dari kasim suncaka.
"Hem, sial sekali aku"
"Kenapa aku baru tahu jika seorang kasim istana tak punya alat pemuas nafsu wanita" gumam Doni dalam hati.
Karena penasaran, Doni membuka sistem layar yang ada di depannya. Dia menekan tombol mengenai profil seorang kasim suncaka dan keluarlah semua riwayat, kekuatan dan kepribadian sosok kasim itu.
"Oh, aku sangat bodoh"
"Aku baru tahu jika memang seorang kasim tak kan bisa melakukan hal itu" gumam Doni sambil menutup layar nya kembali.
"Aku harus beralih ke orang lain"
"Mengapa aku tidak mempergunakan prajuritku dna para algojoku saja"
"Mereka bisa beramai-ramai menikmati wanita ini" gumam Doni dengan perasaan penuh gairah.
"Aku hanya melihat saja aksi mereka"
"Mereka pasti menuruti semua perintah ku" gumam Doni sambil menatap beberapa prajurit yang saat itu berada di belakang nya.
"Seluruh prajuritku dan 3 algojoku"
"Mendekatlah padaku sekarang" panggil Doni sembari mengangkat tangannya ke atas.
"Baiklah tuan ku" jawab salah satu prajurit dan akhirnya mereka semua berkumpul menerima panggilan Doni.
Doni pun mengutarakan maksud nya kepada mereka semua dan tentunya hal itu membuat mereka semua terkejut
"Pangeran Zean, mengapa bukan pangeran Zean saja yang menikmatinya?"
"Kami sangat lancang jika kami dahulu yang menikmati wanita itu" ucap salah satu prajurit dengan penuh hormat.
"ha ha ha" Doni tertawa lepas melihat keluguan prajurit nya yang terlihat sangat lucu baginya.
"Tidak"
__ADS_1
"Aku tidak bernafsu dengan wanita penghibur"
"Misi ku hanya pertarungan tidak untuk yang lain" ucap Doni sambil bertingkah selayaknya orang dewasa.
"Hem, mereka tak tahu jika aku ini adalah anak dibawah umur"
"Jika sampai tahu, habis lah aku" gumam Doni dalam hati.
Salah satu prajurit akhirnya menjawab perintah Doni
"Baiklah tuan ku jika itu yang tuan muda mau" jawab prajurit itu.
Akhirnya, beberapa prajurit maju dan mendekati wanita penghibur yang ada di depan Doni
Dengan malu-malu, mereka semua bergilir menikmati kecantikan wanita itu dengan riang gembira.
"Ha ha ha, aku puas sekarang"
"Sama, aku juga puas"
Tak membutuhkan waktu lama, kebutuhan hasrat cinta telah terpenuhi dan wanita penghibur itu rupanya kewalahan melayani beberapa prajurit Doni yang jumlah nya banyak.
"Pangeran Zean, aku menyerah"
"Kau bisa melanjutkan perjalan mu sekarang" ucap wanita penghibur itu dengan nafas yang tidak beraturan karena kelelahan.
"Bagus sekali"
"Aku senang sekali kau mengatakan hal itu sekarang"
"Terimakasih banyak"
"Apakah kau akan tetap sendirian sendiri atau ikut dengan ku?" tanya Doni sambil melemparkan senyum nya pada wanita itu.
"Tuan muda Zean, aku akan kembali ke kerajaan Amenor dan tinggal disana"
"Pergilah sekarang"
"Kau hampir mencapai pintu terakhir, dan pastinya perjuangan mu hampir mencapai akhir" ucap wanita penghibur itu.
Dengan tubuh lemas lunglai, wanita penghibur itu berjalan pergi meninggalkan Doni.
Doni mulai sedikit lega dengan kemenangan nya kali ini. Rupanya kemenangannya kali ini tak membutuhkan energi yang banyak baginya.
Dan Doni juga bisa mengisi daya kekuatan supernya hingga mencapai tingkat yang sempurna.
"Ayo prajuritku, bukankah kalian sudah puas menikmati kemolekan tubuh wanita itu?" tanya Doni
"Sekarang, bukalah pintu di lorong ke tujuh" ucap Doni sambil mengalihkan pandangan nya ke sebuah pintu yang sangat aneh.
Pintu di lorong ke tujuh sangat berbeda dengan pintu di lorong sebelumnya.
"Siap tuan muda"
"Kami sangat puas"
"Terimakasih banyak" ucap salah satu pemimpin prajurit.
__ADS_1
Sementara itu kasim suncaka tampak memegang kumisnya sambil tersenyum.
Dia tak menyangka jika tuan muda Zean tak terlalu berhasrat kepada wanita. Biasanya raja-raja terdahulu selalu haus akan wanita dan meminta nya untuk memilih selir untuknya.