Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
bab 24 ( lorong keempat)


__ADS_3

Dengan sisa kekuatan yang makin sedikit, Doni rupanya telah berhasil melewati lorong ke tiga dan sampailah dia di lorong ke empat dimana pergulatan sengit akan terjadi di sana.


"Ah, kekuatan ku hampir habis sedangkan pengisian daya baru bisa aku lakukan jika aku telah sampai di lorong ke lima" gumam Doni sambil terus mengatur nafasnya agar tetap stabil.


Kejadian di lorong ketiga rupanya membuat Doni kehabisan tenaga hingga tinggal 50 persen saja.


"Masih tersisa 50 persen lagi"


"Kekuatan panas ku tinggal 20 persen"


$Apa yang harus aku lakukan jika menemukan musuh yang sangat kuat" gumam Doni sambil terus berpikir keras.


Di lorong ke empat, seluruh prajurit mulai membuka pintu masuk dan tampak beberapa algojo kepercayaan Alex dan perdana menteri limo berada di sana.


"Hem, kalian mengapa ada di sini?"


"Kalian tau siapa aku?" tanya Doni sambil berkacak pinggang di depan para algojo yang lumayan banyak.


prajurit kepercayaan Doni mulai berjaga di depan Doni untuk melindungi Doni dari serangan para algojo itu.


Para algojo berjumlah 100 algojo dengan tubuh yang kekar dan kekuatan penuh.


Mereka beserta keluarganya telah diberi nutrisi setiap hari oleh perdana menteri Limo untuk mendukung perkembangan kekuatan mereka.


Sebagai timbal balik atas kebaikan perdana menteri Limo, para algojo dengan suka rela berjaga di lorong ke empat untuk menahan serangan Musuh jika perdana menteri Limo dan Alex dalam situasi genting.


Doni pun segera memakai sarung tinju nya Sarung tinju miliknya memiliki kekuatan 1000 tendangan gajah dan belum terpakai sama sekali selama memasuki lorong itu.


"Kebetulan sekali lawan ku masih bisa aku tangani dengan sisa kekuatan ku saat ini" gumam Doni sambil memperbaiki sistem layar.


Layar mulai diaktifkan oleh Doni dan sarung tinju milik Doni terpakai secara ajaib.


"Hai Algojo, lawanlah aku sekarang juga" tantang Doni sambil memandang ke arah beberapa Algojo yang mempunyai badan lumayan besar.


"Kau menantang ku pangeran Zean?"


"Baiklah"


"Aku akan mengerahkan seluruh tenagaku untuk membunuh mu" ucap salah satu Algojo sambil mengangkat senjatanya .


Pertikaian pun terjadi antara Doni dan salah satu algojo itu. Sementara itu, para prajurit dan kasim suncaka melawan algojo lain dan rupanya hanya dalam sekali pukulan saja, prajurit Doni mengalami kekalahan

__ADS_1


Tubuh mereka terpental keluar dari area pertandingan dan berada kembali di lorong ke tiga dimana terdapat sisa bangkai ular yang sudah hangus terbakar oleh kekuatan sistem panas yang dimiliki oleh Doni.


Satu pukulan Algojo sama dengan 100 pukulan kaki gajah. Sungguh sangat dahsyat.


Doni dengan cepat mengaktifkan sistem di layar dan memilih sepatu miliknya yang mempunyai tendangan super : kekuatan daya 4500 mw.


Kekuatan daya 4500 mw setara dengan 100.000 tendangan gajah dan Doni merasa itu sudah cukup melawan para algojo yang jumlahnya hanya 100 orang saja.


Sepatu Doni memancarkan cahaya yang berkilau hingga membuat mata semua algojo maupun prajurit kepercayaan Doni menjadi silau dibuatnya


"Sepatu apa itu?"


"Aku baru kali ini melihatnya" ucap salah satu algojo kepercayaan perdana menteri Limo.


"Ya, benar"


"Selama aku hidup, aku baru melihat sepatu dengan model seperti itu"


Sementara itu, kasim suncaka dan para prajurit kepercayaan Doni juga keheranan melihat sepatu milik pangeran Zean bisa mengeluarkan cahaya yang berkilauan.


"Benar"


"Ini sungguh di luar dugaan ku"


Doni mulai menyerang Algojo kepercayaan perdana menteri limo dengan satu tendangan sepatu ajaibnya.


"Brak..."


Tendangan itu langsung mengenai kepala algojo yang kebetulan ada di depannya


satu tendangan Doni sama dengan tendangan 100.000 kaki gajah.


Tubuh Algojo yang kekar langsung terpental sejauh beberapa meter dari tempat semula.


"Ah, sakit" ucap algojo itu.


Setelah mengaduh kesakitan tubuh algojo seketika tewas di tempat.


Para algojo yang masih hidup rupanya sedikit gentar karena salah satu teman mereka tewas di depan mata mereka.


Sosok Taong mo sang algojo merupakan salah algojo terkuat dalam kelompok itu.

__ADS_1


Walaupun gentar melihat kekuatan Doni yang sungguh luar biasa, Algojo lain berusaha menyembunyikan ketakutan mereka dengan membentuk sebuah formasi yang diluar dugaan.


Sisa algojo membentuk sebuah lingkaran yang membuat Doni terkepung. Tubuh mereka mulai bersatu dan membentuk kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.


"Ayo..., kita mulai serangan terakhir"


"Kita pertaruhkan nyawa kita untuk mengakhiri pertempuran ini" ucap salah satu pimpinan algojo.


Doni sedikit merasa iba melihat para algojo itu.


"Mereka sungguh sangat bodoh karena mau mempertaruhkan nyawa hanya demi membela perdana menteri yang tak pernah tahu apa kebutuhan mereka"


Namun, rasa iba yang dimiliki Doni dia tepiskan saat itu juga karena jika hal ini terus ada di hati Doni, dirinya tak bisa menyelesaikan misi ini.


"Ah, aku harus melawan tanpa ada penghalang apapun"


"Sekarang aku harus berjuang mengalahkan mereka" gumam Doni sambil memakai baju pelindung untuk menghindari pukulan para algojo yang mungkin saja akan terjadi padanya.


Doni tak bisa mengandalkan kekuatan para prajurit nya saat ini karena kekuatan mereka sangat lemah di mata Doni,


Hingga pada akhirnya, seluruh algojo menyerang ke arah Doni dan Doni berusaha menangkis mereka dengan tendangan sepatu supernya.


Sistem yang ada dalam tubuh Doni mulai menyala dan sepatu Doni mulai berputar bagai gasing begitu juga dengan tubuh Doni yang mengikuti arah sepatu itu berputar.


"Anda telah mengaktifkan tendangan super dan energi anda dalam kekuatan penuh"


"Lakukan sekarang jua" ucap suara misterius itu.


Akhirnya Doni mulai menendang beberapa algojo secara bersamaan dan


"Brakkk" rupanya tendangan Doni mengenai sasaran dan algojo yang ada di depan jatuh tersungkur dan darah segar memenuhi kepala mereka.


Pukulan Doni rupanya telah menghabiskan separuh kekuatan Doni dan hal itu membuat Doni terduduk dengan tubuh yang terlihat tak seimbang.


Untungnya, beberapa algojo yang masih bisa bertahan tak melihat itu. Mereka disibukkan dengan melihat beberapa teman mereka yang telah tewas di depan mata mereka sendiri


Lawan Doni kali ini hanya tersisa 3 algojo lagi dan rupanya ketiga algojo itu menyerah tanpa syarat kepada Doni dan siap membantu Doni untuk melewati lorong berikutnya.


Rupanya, ketiga algojo itu benar-benar takut mati.


"hem, untungnya mereka menyerah"

__ADS_1


"Kekuatan ku hampir habis" gumam Doni sambil melihat sistem yang ada di depannya.


"Kekuatan anda tersisa 40 persen dan lakukan pengisian daya" ucap suara misterius itu


__ADS_2