Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
Kesedihan


__ADS_3

Nafas Doni mulai naik turun akibat kekalahan yang dia alami. Alex tersenyum lepas karena dirinya berhasil mengalahkan pangeran Zean tanpa harus melakukan latihan keras


"Kerja sama yang aku lakukan dengan iblis ming rupanya tak sia-sia"


"Aku mengalahkan pangeran Zean dengan sangat mudah"


"Apa yang aku lakukan setelah ini?" gumam Alex sambil mengamati pangeran Zean yang mulai tidak berdaya di depannya.


Doni berusaha bangkit lagi walau darah segar keluar dari mulutnya.


"Aku tak menyangka bisa kalah dengan Alex"


"Di dunia nyata aku telah kalah"


"Haruskah aku di sini juga kalah" gumam Doni sambil terus melihat layar sistem dan pemberitahuan dari layar sistem tetap. Tidak berubah sama sekali...


"Aku tak kan bodoh"


"Jika aku menukar seluruh kekuatan tubuhku, aku tetap kalah karena kekuatan Alex tak terbatas" gumam Doni sambil menarik nafas dalam


"Bagaimana pangeran Zean?"


"Apakah kau tetap akan melawan ku?" tanya Alex


"Keluarkan seluruh kekuatan mu, dan lawanlah aku"


"Jika kau tewas disini, aku akan menyerang kerajaan Amenor dengan mudah"


"Raja dan ratu harus segera aku singkirkan" ucap Alex dengan nada tinggi.


Amel yang mendengar akan hal itu berubah menjadi sangat menyesal. Dari sini, dia tau siapa Alex sebenarnya.


"Oh, ternyata Alex memang jahat"


"Pangeran Zean tidak sejahat yang aku kira" gumam Amel sambil mengepalkan tangannya


"Oh, aku benar-benar bersalah karena telah membuat pangeran Zean semakin menjauh denganku"..


"Setiap apa yang aku lakukan , selalu membela Alex hingga akhirnya pangeran Zean melabuhkan hatinya ke pelukan Hani, wanita cantik selain aku yang baru saja dikenalnya"..


"Aku benar-benar sangat bodoh" gumam Amel terus meratapi kesalahannya


Sementara itu, Doni dengan dibantu sistem yang dimilikinya mulai mengaktifkan energi sedikit demi sedikit. Cahaya mulai terpancar di dada Doni


Pedang pembunuh jiwa milik Doni mulai bisa memancarkan cahaya nya kembali.


"Pangeran Zean"


"Kau tetap saja tak menyerah dengan keadaan yang kau alami sekarang"..


"Harusnya, kau bertekuk lutut di hadapan ku" ucap Alex dengan sedikit menaikkan nada suaranya.

__ADS_1


"Alex, aku tak kan menyerah begitu saja"


"Kali ini, aku akan tetap melawan mu sampai kematian menjemput ku" ucap Doni


Layar misterius mulai terpancar tepat dihadapan Doni.


"Kekuatan anda hampir habis"


"Lakukan pengisian daya"


"Kekuatan musuh mencapai tahap sempurna"


"Musuh mempunyai 1000 nyawa dan hanya bisa di lawan dengan satu kematian" ucap suara misterius itu


"Hah, aku bisa mengalahkan nya dengan satu kematian"


"Nyawa siapa yang akan aku pertaruhkan?" gumam Doni sambil menoleh ke kanan dan kekiri


"Tak ada siapapun di sini"


"Kemanakah semua prajuritku?" gumam Doni sambil melihat ke sekeliling


"Tadi disini adalah sebuah hutan"


"Sekarang, berubah menjadi padang pasir yang sangat luas?"


Tampaknya, Doni tak sadar jika kekuatan pedang pembunuh jiwa dan pedang iblis yang baru saja terpancar menimbulkan badai yang sangat besar. Hingga meluluh lantakkan semua pepohonan dan orang yang ada di tempat itu, termasuk Hani dan kasim suncaka.


"Tak ada manusia yang akan aku korbankan kali ini"


"Prajurit pun tak ada di dekatku" gumam Doni sambil terus mengamati alex yang mulai melancarkan serangan kedua kepadanya


Pedang iblis milik Alex sudah mulai diaktifkan kembali. Sistem pengedalian milik Doni berbunyi alarm tanda bahaya


"Kekuatan musuh akan menghabiskan seluruh daya yang anda miliki"


"Isi ulang daya" suara dalam sistem Doni muncul kembali dan hal itu tak dihiraukan lagi oleh Doni


"Aku tak boleh kalah"


"Kekuatan terakhirku, akan aku keluarkan semua tanpa harus menghabiskan seluruh harta karun ku yang aku simpan dengan susah payah"


"Jika harta karun aku tukar dengan kekuatan, aku pasti akan pulang dalam keadaan miskin" gumam Doni dalam hati.


Pedang iblis mulai memancarkan kekuatan nya. Kali ini Alex tak main-main. Ayunan pedang iblis milik Alex memancarkan warna merah menyala. Itu pertanda, seluruh kejahatan yang ada di muka bumi terkumpul menjadi satu.


"Ah, kekuatan Alex sangat besar"


Doni dengan separuh tenaganya mulai mengeluarkan pedang pembunuh jiwa andalannya walau kekuatan pedang yang dia miliki mulai melemah kekuatannya.


Amel yang melihat hal itu tak tinggal diam. Dengan sekuat tenaga, Amel berlari ke arah dimana kekuatan besar sedang bertarung. Tenaga Amel rupanya bisa menembus tekanan yang semua orang tak dapat masuk ke dalam nya.

__ADS_1


"Hah, ada apa ini?"


"Mengapa aku begitu mudah untuk melangkahkan kakiku menuju ke tempat pangeran Zean dan Alex bertarung?" guman Amel sambil terus berlari menuju ke sumber energi itu.


Tak menunggu waktu lama, Amel telah sampai ke tempat dimana dua sumber kekuatan besar itu bertemu. Energi yang dimiliki Alex semakin lama semakin menyerang ke arah Doni hingga Sedikit lagi mengenai jantung Doni


Amel segera melerai dengan cara menggunakan tubuhnya sendiri untuk menjadi pelindung Donu agar serangan Alex tak sampai mengenai Doni.


"Braaakkk"


Tubuh Amel yang cantik terkena pukulan pedang iblis dari sisi kanan, dan pukulan pedang pembunuh jiwa dari sebelah kiri,


"Ahhhhh" erangan amel sangat keras karena menahan sakit yang amat sangat


Tubuh Amel melayang ke udara dan terjun bebas dengan perlahan. Benturan energi dahsyat itu bersarang di tubuh Amel yang lemah.


"Amelll"


"Apa yang kau lakukan?" .. Alex berlari ke arah Amel yang terbujur kaku karena tubuhnya telah terluka akibat terkena dua kekuatan dahsyat yang saling bertemu


"Bangun Amel"


"Mengapa kau tiba-tiba datang melerai kami?" Alex tak henti-henti nya menggoyangkan tubuh amel yang sudah terbujur kaku.


Doni yang kala itu terluka parah mulai duduk bersila memperbaiki kekuatannya. Darah dari mulut Doni masih saja menetes.


Dengan mata terpejam, sistem Doni mulai bekerja


"Kekuatan musuh telah habis"


"1000 point untuk anda, dan ambillah nomor kematian Amel"


"Akan mengisi daya anda dua kali lipat dari sebelumnya"


Doni sedikit menarik nafas dalam. Dirinya masih tak percaya wanita yang mengisi hari-harinya saat berada di kerajaan Amenor tewas sia-sia hanya karena ingin membantu nya lepas dari serangaj Alex.


Doni mulai mengambil point surat kematian Amel dan terdengar bunyi


"cling"


"Kekuatan Anda pulih dua kali lipat"


"Kesempatan musuh mendapatkan satu nyawa telah selesai"


"Kini giliran anda untuk mengumpulkan harta karun sebanyak-banyaknya"


"Selamat menikmati" setelah berkata demikian, suara misterius itu mulai menghilang.


Tubuh Doni mulai pulih kembali dan sistem yang ada dalam tubuh Doni mulai membaik dan stabil.


"Lukaku sepertinya sudah sembuh" gumam Doni sambil melirik ke arah Alex

__ADS_1


Alex terlihat sangat sedih karena kematian Amel sahabat masa kecilnya.


__ADS_2