
perdana menteri limo dan Alex berlari tanpa henti dan tiap memasuki lorong tertentu, mereka segera menutup pintu dan memasang jebakan.
Jebakan pedang hingga jebakan panah beracun telah ada di sana.
Lorong itu memang lorong yang disediakan oleh kerajaan Amenor jika sesuatu yang genting terjadi. Sayangnya Doni belum menguasai medan dengan baik. Dia tak melihat di sistem layar tentang seluk beluk kekuatan yang ada di kerajaan Amenor. Yang hanya Doni lakukan adalah persiapan dalam pertempuran saja dan senjata yang dia gunakan untuk bertanding.
Wajar hal itu dilakukan karena jalan pikiran Doni masih bocah usia 8 tahun yang hanya memikirkan kesenangan saja tanpa mempertimbangkan hal lain yang dianggap perlu.
"Ah, kasim suncaka"
"Kenapa kau menarikku?"
"Aku bisa dengan mudah menyerang mereka sekarang"
"Ini adalah kesempatan ku" ucap Doni sedikit marah
"Sudahlah pangeran Zean"
"Lebih baik kita pergi mengejar mereka lewat jalan yang lain"
"Kau tau lorong itu sangat berbahaya?"
"Kau bisa terperangkap di sana selamanya" ucap Kasim suncaka memperingatkan Doni.
"Kau meragukan ku kasim?"
"Aku akan tetap mengejar mereka melalui lorong sempit ini"
"Lepaskan aku" ucap Doni sambil menepis tangan kasim suncaka.
"Baiklah pangeran, kalau begitu, aku akan menjaga pangeran dan ikut bersama mengejar Alex dan perdana menteri limo melalui lorong sempit ini"
"Ayo pangeran, kita berangkat sekarang juga"
Perdana menteri limo dan Alex tampaknya belum terlalu jauh" ucap kasim suncaka sambil memberikan penutup kepala untuk Doni
"Baiklah, ayo" jawab Doni
Doni dibantu kasim suncaka dan para prajurit istana akhirnya melakukan pengejaran. perdana menteri limo dan Alex tampaknya telah sampai di lorong ke 5 dan Doni masih sampai di tahap awal.
Lorong pertama pintu sudah terkunci rapat sehingga membuat Doni kesulitan untuk membukanya.
Doni akhirnya memakai sistem kacamata yang mulai dipakainya lagi.
Mata Doni mengamati perubahan sistem yang terjadi.
Suara misterius pun membantu Doni dalam menghadapi hal ini
"Anda memasuki lorong berbahaya"
__ADS_1
"Lakukan persiapan pengamanan untuk tubuh anda"
"Di depan ada pintu darurat 1, yang akan anda buka untuk menuju ke pintu berikutnya" sistem telah memberi peringatan kepada Doni dan Doni pun mempersiapkan diri sepenuhnya.
Pintu pertama mulai dibuka dan anak panah penuh racun mulai menyerang Doni dan seluruh prajurit nya.
Doni menahan serangan itu dengan baju perisa anti tusukan yang sudah ada di dalam sistem tubuhnya
"Kasim suncaka dan seluruh prajurit, cepat kalian mundur"
"Anak panah itu akan sampai ke sini dan kalian tak mungkin bisa menahannya"
"pangeran Zean, kami sebagai prajurit harus di depan untuk melindungi pangeran" jawab prajurit setia Doni dan kasim suncaka.
"Tidak"
"Untuk kali ini, aku tidak mengijinkan nya"
"Bersembunyilah di balik jubahku" ucap Doni
Doni mengeluarkan jubah hitam nya dan saat anak panah hampir sampai untuk menyerangnya, Doni menepis anak panah itu dan sangat ajaib
Anak panah yang menyerang Doni mulai berjatuhan ke tanah dan tak bisa menembus pertahanan Doni
Racun yang ada di dalam anak panah terburai ke bawah. dan menjalar ke lantai.
Untungnya, Doni menggunakan sepatu perisa yang bisa melindungi kaki nya dari serangan sisa racun yang ada keluar dari anak panah itu.
Sedangkan seluruh prajurit dan kasim suncaka bersembunyi di bahu Doni.
Rupanya, Doni menggunakan sistem kekuatan seribu gajah untuk mengangkat tubuh para prajurit kesayangannya.
Dengan kekuatan sapu ajaib yang dimilikinya, Doni mulai menyingkirkan sisa racun ke tepian sehingga jalan pada terowongan pertama bisa mereka lalui dengan baik.
Setelah berhasil menangkis di pintu pertama Doni dan seluruh prajurit beristirahat sejenak. Mereka membayangkan apa yang akan terjadi di terowongan berikutnya
Mereka semua tak mungkin kembali ke istana karena sudah dengan susah payah melewati tahap ini.
Doni mulai membuka sistem nya dan layar ajaib berada tepat di hadapan nya.
"Kekuatan anda terkuras 20 persen, segera isi daya"
Doni mulai melihat seluruh kekuatan nya yang tersimpan dalam sistem itu.
Rupanya, dirinya terlalu boros menggunakan kekuatan sistem nya hingga dirinya lupa masih ada 9 pintu terowongan lagi yang harus dia lewati.
Jika dihitung menggunakan sistem matematika, harus nya Doni menggunakan kekuatan nya maksimal 10 persen setiap kali masuk pintu.
"Ah, aku kurang bisa melakukan penghematan daya"
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan untuk mengisi daya?" gumam Doni sambil berpikir serius
Sistem tiba-tiba muncul dan berkata
"Tukarkan kekuatan prajurit yang anda miliki dan masukkan ke dalam sistem"
"Kekuatan anda akan terisi dan anda bisa melakukan permainan selanjutnya" ucap suara misterius yang ada di sistem
Doni mulai melihat beberapa prajuritnya yang masih utuh. Dirinya tak tega jika harus membuang prajuritnya dan menyerap energi mereka.
Kasim suncaka yang saat itu berada di sebelah Doni bertanya kepada Doni apa yang sedang dipikirkannya sehingga Doni menghentikan seluruh aktivitas nya tanpa memberi komando apapun
"Pangeran Zean, apa yang sedang engkau pikirkan?"
"Ayo kita buka pintu gerbang ke dua, agar secepatnya bisa mengejar Alex dan perdana menteri Limom
"Tampaknya, mereka berdua telah berada di pintu tengah terowongan ini" ucap kasim suncaka memberi peringatan kepada Doni
"Kasim, aku harus segera mengisi energiku" ucap Doni secara tiba-tiba
"Energi apa yang akan tuan pakai?"
"Bukankah Tuan muda telah menjadi sosok pangeran yang hebat dengan ilmu yang diluar dugaan kami?" tanya kasim suncaka penasaran
Kasim suncaka tak menyadari jika kekuatan Doni adalah kekuatan sistem yang berasal dari layar. Dirinya menyangka kekuatan sosok pangeran Zean yang saat itu di depannya adalah kekuatan yang dibantu oleh para Dewa yang ada di langit.
Dan hal itu Doni peroleh saat dirinya tak sadarkan diri.
"Kasim suncaka"
"Kau tak kan tahu"
"Sekarang, aku minta padamu, carikan prajurit terlemah diantara mereka semua"
"Aku ingin menyerap energi mereka" bisik Doni di telinga kasim suncaka.
"Hah, menyerap energi mereka?"
"Lalu, mereka akan mato setelah tuan muda serap energinya?" tanya kasim suncaka penasaran
"Kasim, aku tak tahu juga"
"Aku belum pernah melakukan nya dan sekarang, aku ingin mencobanya" ucap Doni
Kasim suncaka tak kuasa menolak perintah Doni, dan dengan berat hati, Kasim suncaka memanggil 5 prajurit terlemah untuk menghadap.
Tibalah Doni bermeditasi untuk mengambil energi mereka. Mata Doni terpejam dan sistem di layar mulai muncul kembali di hadapannya.
Dalam layar, muncul kekuatan mereka dan Doni pun menghitung seberapa besar energi yang akan bertambah dalam tubuhnya
__ADS_1