Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
bab 20 (perang sengit)


__ADS_3

Pasukan Doni mulai sampai ke tempat dimana perdana menteri Limo dan Alex berada.


Perdana menteri Limo sangat terkejut dan menutup semua pertahanan nya. Prajurit kepercayaan perdana menteri Limo dan Alex membentuk formasi pertahanan yang sempurna.


Doni dengan wajah yang sadis mulai melihat ke sekeliling dan menemukan titik kelemahan pertahanan perdana menteri Limo dan pasukannya.


"Hem, rupanya wajah-wajah yang di depan ku ini adalah para pengkhianat kerajaan amenor"


"Kalian sudah terkepung dan tak kan bisa melawan ku" ucap Doni dengan nada menantang


Kaca ajaib yang dipakai Doni mengeluarkan sebuah layar monitor yang dapat menembus seluruh kekuatan yang dimiliki oleh para prajurit kepercayaan perdana menteri limo.


Hanya Doni yang tau situasi itu karena kacamata ajaib Doni hanya bisa dilihat oleh Doni secara transparan tanpa seorang pun penghuni istana yang tau.


"Selamat datang di layanan sistem kami"


"Anda akan memasuki pertarungan dengan musuh besar anda"


"Layar akan memberitahukan seberapa besar kekuatan musuh saat ini"


"Perhatikan baik-baik" tiba-tiba suara misterius muncul dan hanya di dengar oleh Doni saja


"Cling"


Tiba-tiba muncul berbagai wajah musuh Doni mulai dari perdana menteri Limo, Alex dan para prajurit nya.


Wajah mereka yang ada di layar sama persis dengan wajah yang ada di depan Doni saat itu.


Doni mulai mengeluarkan senjata andalannya yaitu sebuah pedang pembunuh jiwa yang diperolehnya dari kemenangannya saat melawan Alex tempo hari.


"Anda memakai pedang pembunuh jiwa yang mempunyai kekuatan 100.000 sayatan"


"Kekuatan daya pedang yang anda miliki adalah 100 persen"


"Lakukan penyerangan sekarang juga" suara misterius langsung memberi arahan dan Doni pun melakukan nya


Doni mulai menyerang ke arah Alex


"Serang" Doni rupanya memerintahkan prajurit kepercayaan nya untuk menyerang prajurit yang sampai detik itu masih berpihak pada Alex.


Beberapa prajurit yang masih setia kepada Alex mulai melawan prajurit kerajaan Amenor.


Pertarungan sangat seru kala itu. Sementara itu Doni dan Alex masih siap siaga menunggu waktu yang tepat, kapan mereka berdua akan bertarung.


Hingga sistem layar yang ada di depan Doni mulai berbunyi.


"Kliing"


"Lakukan penyerangan terhadap musuh"

__ADS_1


Suara misterius itu memberi aba-aba pada Doni sebanyak 3 kali, dan setelah aba-aba ke tiga, Doni mulai memberikan serangan mendadak kepada perdana menteri Limo dan Alex.


Sementara itu, prajurit ling ceng terus melindungi Alex dan perdana menteri Limo dengan memberikan perisa kekuatan nya.


Doni mulai menghunuskan pedang nya ke arah ling ceng dan


"Brak.."


pedang itu tepat mengenai tubuh prajurit ling ceng hingga terbelah menjadi dua bagian.


Seluruh orang yang ada ditempat itu tak henti-hentinya terkejut dengan sikap pangeran Zean yang sedikit lebih kejam dari biasanya.


"Pangeran Zean, hentikanlah serangan ini"


"Pertandingan ini tak seimbang"


"Alex dan perdana menteri Limo bukan tandingan kita" ucap kasim suncaka sambil terus berusaha menahan serangan yang dilancarkan Doni.


"Hentikan teriakan mu kasim suncaka"


"Aku ingin menghentikan sifat jahar Alex dan perdana menteri limo sekarang juga"


"Minggir" ucap Doni sambil menarik tubuh kasim suncaka ke tepian.


Tubuh prajurit ling ceng benar-benar hancur seketika. Daging dan jantung nya terpental dan usus nya terurai.


Kacamata ajaib mulai memantau kinerja Doni


"Awal yang baik"


"Anda telah berhasil membunuh prajurit ling ceng dengan nomor kematian 42"


"Lakukan penyerangan lagi dan bersemangatlah membunuh kejahatan"


"Nomor kematian Ling ceng bisa anda tukarkan dengan baju baja pelindung jiwa dengan kekuatan 1000 point setara 1000 tendangan gajah"


Doni tersenyum lebar dengan apa yang didengarnya itu.


layar misterius mulai terbuka dan Doni mulai menukarkan nomor kematian milik prajurit ling ceng dengan baju pelindung jiwa yang dinanti-nantikannya


Banyak pilihan yang membuat Doni penasaran. Namun, karena takut untuk beralih pilihan, Doni tetap menukarkan point nomor kematian prajurit ling ceng dengan baju perisa jiwa


"Cling" tiba-tiba layar misterius mengeluarkan cahaya berwarna kebiruan muncul.


Cahaya berwarna kebiruan itu berasal dari aura tubuh ling ceng yang terserap pada sistem layar misterius.


penyerapan energi prajurit ling ceng oleh sistem layar misterius rupanya berjalan sangat cepat.


Sistem layar misterius yang berada tepat di depan Doni rupanya mengolah energi yang dimiliki oleh prajurit ling ceng menjadi partikel padat dan lambat laun membentuk sebuah baju perisa hebat

__ADS_1


Baju perisa pelindung jiwa akhirnya terbentuk dan menempel secara otomatis di tubuh Doni.


Sistem layar mulai berinteraksi dengan Doni yang telah menjadi sosok pangeran Zean pewaris tunggal kerajaan Amenor


"Anda berhasil menukarkan point kematian yang dimiliki oleh prajurit ling ceng"


"Saat ini, anda telah memakai baju perisa pelindung jiwa"


"Baju perisa pelindung jiwa akan muncul disaat jiwa anda terancam"


Sistem mulai terhenti dan menghilang di hadapan Doni


Baju perisa pelindung jiwa milik Doni mulai masuk ke tubuh Doni dan tak terlihat lagi


Rupanya baju perisa pelindung jiwa telah masuk ke sistem pertahanan Doni yang terletak di jantung Doni


Detak jantung Doni sedikit lebih cepat, dan lambat laun detak jantung Doni mulai normal kembali seperti sedia kala.


"hah, linceng?"


"Kau telah tewas melindungiku?" Alex berteriak dengan keras


Dirinya tak rela melihat prajurit kesayangan nya terbunuh dengam sangat sadis di depannya.


Tubuh Alex melemas dan tak bergairah lagi. Doni mengamati dari kejauhan. Kekuatan Alex sedikit lebih menurun dan itu terlihat dari sistem.


Karena ada kesempatan yang baik, Doni segera menyerang Alex dari belakang.


"terimalah serangan ku" Doni menyerang Alex habis-habisan dan tubuh Alex terlempar sejauh 5 meter.


perdana menteri limo yang melihat hal itu tak tinggal diam. Dirinya segera membawa Alex lari dari medan perang melewati terowongan rahasia yang ada di istana.


Terowongan rahasia itu langsung menuju ke luar istana dengan jarak 10 kilometer.


Melihat perdana menteri limo dan Alex melarikan diri, beberapa prajurit yang melindungi mereka satu persatu menyerah tanpa syarat.


Doni berusaha mengejar mereka berdua dengan ikut melewati lorong rahasia itu.Namun, setiap lorong memiliki pintu dan memang Doni belum benar-benar menguasai medan.


Doni mulai tertinggal dan semakin jauh dari Doni dan perdana menteri limo.


Kasim suncaka memanggil Doni untuk tidak mengejar lagi karena dalam lorong rahasia itu terdapat banyak jebakan yang harus dipersiapkan dengan sangat matang jika ingin melewatinnya


"Pangeran Zean, hentikan"


"Jangan mengejar mereka lagi"


"Kita susun rencana untuk melawan mereka lagi tapi tidak sekarang"


"Kau butuh persiapan yang matang jika ingin melewati lorong itu karena lorong itu dilengkapi perlindungan tak terduga" ucap kasim suncaka sambil menarik tangan Doni

__ADS_1


__ADS_2