Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
sebuah racun


__ADS_3

"Hani, kau sekarang sudah kalah" ucap Doni sambil melihat ke arah Hani.


Hani sambil menahan sakit berusaha berdiri


Tubuhnya penuh dengan luka.


"Hem, sakit sekali"


"Pangeran Zean, aku mengaku kalah"


"Sekarang, aku siap menjadi pengikutmu" ucap Hani sambil mendekat ke arah Doni


"Ha ha, baguslah" Doni tersenyum puas.


Sambil mengaktifkan sistem yang dimilikinya, Doni mulai menyerap kemenangan nya dan merubah kemenangan nya menjadi point...


"Selamat"


"Point anda bertambah"


"Anda bisa membeli beberapa kekayaan harta maupun persenjataan dengan koin yang anda miliki"


Sistem mengeluarkan suara misterius yang menampilkan harta kekayaan yang dimiliki Doni.


"Hah, banyak sekali hartaku"


"Apakah aku bisa menukarnya dengan uang?" gumam Doni sambil memencet beberapa tombol penukar uang.


"Hah, bisa"


"Hartaku 1 milyar?" apa benar?" gumam Doni sambil terus meihat layar yang ada di depannya.


"Aku bisa kaya mendadak kalau harta ini aku simpan sampai aku pulang ke dunia nyata" gumam Doni.


Setelah tahu uang yang ada dalam sistem nya berjumlah 1 milyar lebih, Doni mulai menukarkan nya dengan mata uang pada jaman itu dan ternyata berhasil.


"Selamat"


"Anda berhasil menukarkan point dengan uang"


"Sekarang, point anda berkurang 100 point dan nikmati fitur penukaran lainnya" ucap suara misterius itu


Doni mulai melihat di saku bajunya, dan ternyata banyak uang yang ada di sana. Sementara itu, sisa Point milik Doni ,disimpan di kotak harta karun yang ada dalam sistem


"Harta karun ku telah bertambah sekarang"


"Aku bisa dengan mudah membeli apapun" ucap Doni


"Pangeran zean?"


"Apa maksudmu?"


"Sebuah harta karun?" tanya Hani penasaran


"Oh tidak"


"Kau sudah salah dengar"


"Ayo ikut aku ke tempat makan"


"Amel telah menyiapkan makanan untuk ku" ucap Doni sambil mengajak Hani pergi menuju tempat makan yang sudah disediakan oleh Amel.


"Kasim suncaka"


"Panggil Amel kemari" ucap Doni

__ADS_1


"Baik pangeran" jawab kasim suncaka


Kasim suncaka segera pergi memanggil Amel dan tak menunggu waktu lama, Amel telah datang menemui Doni.


Amel sedikit merasa cemburu melihat kedekatan Hani dan Doni.


"Tuan muda Zean, putri Hani telah baikan dengan tuan?" tanya Amel


"Oh, ya Amel"


"Seperti yang kau lihat sekarang"


"Dia akan menjadi pengikut ku sekarang" ucap Doni sambil melirik ke arah Hani.


Amel tersenyum tipis mendengar jawaban dari Doni.


Setelah menyambut Doni, amel meminta ijin kepada Doni untuk pergi ke dapur sebentar karena ada menu yang ketinggalan.


Kasim suncaka yang melihat hal itu segera mengalihkan pembicaraan dengan mempersilahkan Doni untuk menyantap makanan yang telah dihidangkan oleh Amel.


"Mari tuan muda Zean, makanan sudah ada di meja" ucap kasim suncaka.


"Baiklah kasim"


Doni mulai menbuka makanan yang dihidangkan oleh Amel. Sebelum menyantap makanan yang ada di meja, Doni mulai mengaktifkan sistem miliknya.


Terlihat di dalam sistem berbagai menu makanan yang sama persis dengan yang ada di depan nya kali ini


"Ini sungguh sangat nyata"


"Aku memakan makanan yang ada di sistem" gumam Doni sambil mulai menyantap makanan yang dihidangkan untuknya.


"Sungguh luar biasa"


"Masakan amel memang tidak ada duanya"


Saat Doni mulai memakan makanan yang dihidangkan oleh Amel, sepasang mata memandang dari balik tembok.


Tampak Doku mengendap-endap melihat perkembangan yanh dialami oleh Doni


"Dasar sial"


"Mengapa tuan muda Zean tidak minum terlebih dahulu" gumam Doku dalam hati.


Doku tak henti-hentinya memantau sikap Doni dari balik tembok.


Sementara itu, doni semakin asyik saja menyantap makanan yang dihidangkan begitu juga dengan hani dan kasim suncaka. Mereka makan dalam satu meja.


Setelah makanan hampir habis, Doni mulai melirik minuman yang juga dihidangkan di samping nya.


"Oh, aku haus"


"Adakah menu minuman yang enak di sini?" ucap Doni


"Oh ada pangeran"


"Minuman segar telah disiapkan oleh Amel"


"Lihatlah minuman itu ada di samping kiri tuan muda Zean"


"Minumlah selagi masih hangat" ucap Kasim suncaka


Doni mulai mengarahkan tangannya untuk mengambil minuman yang sudah dibubuhi racum oleh Doni.


Tiba-tiba, sistem tanda bahaya berbunyi dan hal itu membuat Doni terkejut

__ADS_1


"Anda telah mengambil minuman beracun"


"Hindarilah minuman itu, jika tidak, energi anda akan berkurang menjadi 50 persen" ucap suara misterius itu.


Doni akhirnya mulai melihat sistem, dan ternyata benar. Dalam minuman yang ada di depannya sekarang, berisi racun yang bisa membuat pengurangan energi nya sebesar 50 persen.


Dengan seketika, Doni segera mengambil minuman yang ada di samping nya dan melemparkannya ke arah bunga yang ada di sampingnya.


Dengan seketika, bunga itu langsung berwarna hitam dan layu seketika. Kasim suncaka dan Hani terkejut melihat hal ini


"Minuman ini beracun?" tanya kasim suncaka seakan tak percaya.


"Kasim, siapa yang membuatkan aku minuman ini?" tanya Doni dengan perasaan marah


"Amel tuan muda Zean"


"Amel yang meracik minuman ini khusus untuk tuan muda Zean"


jawab kasim suncaka pendek


"Benarkah Amel yang membuatkan nya untukku?" tanya Doni sambil menujukkan rasa marahnya.


"Kalau begitu, panggil Amel kemari" ucap Doni sambil melihat ke arah dapur.


Kasim suncaka segera memanggil Amel. beberapa menit kemudian, Amel datang menemui Doni.


Doni segera memukul meja dan bertanya kepada Amel dengan nada sinis.


"Hei Amel, kenapa kau ingin membunuhku?" tanya Doni sambil menujukkan kemarahannya.


"Hah, tuan muda Zean?"


"Apa yang kau katakan?"


"Aku ingin membunuh tuan muda?" tanya Amel kebingungan


Doni kembali menatap amel dengan wajah yang semakin memperlihatkan kemarahannya


"Iya"


"Kau sengaja meletakkan racun di dalam gelas minuman ku"


"Bukankah kau yang membuat minuman ini?" tanya Doni semakin geram


Amel terkejut mendengar perkataan Doni. Memang benar amel yang membuatkan minuman itu untuk Doni.


Namun, yang mengantar ke meja makan Doni adalah seorang prajurit kepercayaan Doni.


Dengan suara gemetar, amel menjawab pertanyaan Doni dengan berkata


"Maafkan hamba tuan muda Zean"


"Memang benar aku yang telah membuat minuman itu untuk tuan muda"


"Tapi, yang mengantarkan minum ke meja tuan muda bukan aku"


"Tadi, ada salah satu prajurit kepercayaan tuan muda Zean datang menemuiku dan bersedia membantu meletakkan minuman ini di meja tuan muda Zean" jawab Amel jujur.


Mendengar jawaban Amel yang terlihat jujur, Doni segera berdiri dan berkata


"Kumpulkan seluruh prajurit di depanku sekarang" ucap Doni memberi perintah kepada kasim suncaka.


"Baik tuan ku" jawab kasim suncaka.


Kasim suncaka segera mengumpulkan seluruh prajurit kepercayaan nya dengan tujuan agar amel menunjuk, siapa yang meminta minuman itu.

__ADS_1


Doku yang ada di balik tembok langsung lari meninggalkan tempat itu. Dirinya sangat takut jika pangeran Zean berhasil menangkap nya


__ADS_2