
Rombongan Doni akhirnya telah sampai di tempat kediaman Dukun saori.
Beberapa penjaga menghadang Doni hingga Doni kesulitan untuk masuk.
"Cepat, keluarlah Alex"
"Perdana menteri Limo keluarlah"
"Jangan menjadi pengecut" ucap Doni dengan nada suara keras
"Hah, Pangeran Zean sudah datang"
"Secepat itukah dia datang"
"Mengapa pelindung ku tak bekerja?"
"Apakah roh-roh yang menutup tabir rumahku telah hilang" gumam dukun saori yang saat itu sedang bersembunyi di belakang rumah.
Bejana yang berisikan air mulai menampakkan segala hal yang ada di depan rumahnya.
Ternyata benar adanya. Pangeran Zean sudah berada tepat di depan rumahnya dan banyak prajurit yang mendampinginya kala itu.
"Oh, benar"
"Roh halus yang aku tanam di atap rumahku telah pergi"
"Sepertinya, pangeran Zean telah bersekutu dengan iblis"
"Aku harus melawan nya sekarang" guman dukun saori sambil mempersiapkan pedang pembunuh roh yang ada di belakang rumah nya
Dukun saori pun keluar menemui Doni yang sedang marah mencari Alex dan perdana menteri limo.
"Pangeran Zean"
"Salam hormat dari hamba" ucap dukun saori mencairkan suasana yang masih beku...
"Siapa kau wanita tua?" tanya pangeran Zean
Rupanya, Doni sangat marah kala itu karena sistem nya tak membaca keberadaan Alex dan perdana menteri limo.
"Sepertinya, Alex dan perdana menteri limo telah kabur"
"Tapi, mereka pergi kemana?" gumam Doni sambil menoleh ke segala arah.
Dukun saori tampaknya tak suka dipanggil tua. Dirinya merasa bahwa panggilan tua adalah panggilan yanh mengejek kecantikan nya yang telah lapuk.
"Oh pangeram Zean"
"Ada apa mencari Alex dan perdana menteri limo?"
"Mereka tak ada disini" jawab dukun saori pendek.
"Wanita tua, memang mereka tak ada di sini"
"Mungkin mereka sudah kabur sejak tadi dan aku terlambat"
"Kalau begitu, minggirlah"
"Aku ingin mengejar Alex dan perdana menteri limo"
__ADS_1
"Aku tak butuh dengan keberadaan mu yang membuatku sesak" ucap Doni
"Pangeran Zean, sebelum kau mengejar perdana menteri limo dan Alex, lawanlah aku terlebih dahulu" ucap dukun saori menantang
"Oh, wanita tua yang rapuh"
"Kau berani menantang ku?"
"Oh, aku tahu sekarang"
"Kau yang mengirim roh jahat saat aku berada di tempat makan paman amel?" tanya Doni tiba-tiba
Dukun Saori terkejut mendengar perkataan Doni
"Darimana anak muda ini tahu bahwa aku yang melakukan hal ini kepadanya?"
"Apakah dia berhasil melawan roh suruhanku ku dengan mudah?"
"ilmu yang dimiliki bocah ingusan ini"
"Tak pernah aku duga sebelumnya" gumam dukun saori dalam hati
Doni yang melihat dukun saori hanya diam sajja mulai membentaj dukun saori dengan berkata
"Heh, apakah kau mendengar perkataan ku?"
"Kau yang telah menghalangi perjalanan ku mengejar Alex dan perdana menteri limo"
"Karena hal ini, aku tak kan mengampunimu"
"Sekarang, aku akan membunuhmu dan memasukkan ke sistem harta karun milikku" ucap Doni sambil tertawa terbahak-bahak
"Apakah dengan membunuhku kau bisa kaya tuan?" tanya dukun saori penasaran
"Dukun bodoh"
"Kau tak perlu tahu apa yang aku lakukan setelah ini"
"Sekarang bersiaplah karena aku tak mau menunggu lama" ucap Doni
Doni segera mengeluarkan pedang pembunuh jiwa miliknya. Terpancar cahaya biru yang sangat silau di mata
Dukun Saori yang melihat pedang pembunuh jiwa sedikit gentar
"Ah, pangeran Zean rupanya memiliki pedang itu?"
"Darimana dia mendapatkan pedang itu?" gumam dukun saori sambil mempertahan kan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Dukun saori menahan serangan doni dengan pedang yang dia miliki. Pedang yang dimiliki dukun saori tak kalah hebat dari pedang milik Doni.
Kedua pedang saling berbenturan. Terdengar suara yang sangat dahsyat hingga memekikkan telinga. Seluruh orang yang berada di dekat Doni maupun dukun saori terpental jauh hingga beberapa meter.
"Oh, aliran energi nya sangat kuat" gumam Hani sambil berlindung di balik tembok
Tubuh Hani hampir saja terpental jauh. Untungnya dirinya berlindung di balik tembok yang kuat lagi kokoh sehingga Hani tak ikut terpental seperti prajurit yang lain.
Dukun saori berusaha keras menahan serangan Doni begitu juga dengan doni
Sistem layar yang ada di kacamata Doni mulai terbuka dan menunjukkan foto dukun saori dengan kualifikasi kekuatan nya.
__ADS_1
"Nama : Saori"
"berasal dari klan siluman laba-laba"
"Kekuatan yang dimiliki : 1000 pukulan gajah"
"Pedang : pembunuh iblis"
Setelah melihat kualifikasi dukun saori yanh sangat tinggi, Doni mulai berhati-hati dalam melawan nya
"Hem, rupanya wanita tua ini mempunyai kemampuan yang sangat hebat"
"Pantas saja perdana menteri limo dan Alex tak pernah terkalahkan sebelum aku datang"
"Sekarang, tak kan ada lagi yang menguasai kerajaan amenor selain aku" gumam Doni sambil terus berusaha melihat kelemahan dukun saori yang belum dia temukan.
Hingga pada akhirnya di ujung penyerangan terakhir, dukum saori memgeluarkan seluruh kekuatan pedang pembunuh iblis miliknya.
Terpancar petir di sekitar Doni, dan petir itu berwarna biru berlapis putih.
Doni mulai terkejut dan tanpa sengaja melepas pedang pembunuh jiwa yang saat itu berada di tangannya.
"Ah, keras sekali suaranya"
"Pedangku terlepas" gumam Doni sambil berusaha memgambil pedangnya kembali.
Akibat terkena petir, tubuh Doni terjatuh dan keluar darah segar dalam mulutnya.
"Hah, apakah ini darahku?"
"Tubuhku mengeluarkan darah?" gumam Donu sambil mengambil nafas dalam.
Darah mengucur dari mulut dan hidung doni. Hani yang berada di tempat itu langsung berlari ke arah Doni guna memberikan pertolongan.
"Pangeran Zean, apakah kau baik-baik saj?" tanya Hani sambil berusaha menekan luka Doni agar tidak menetes lagi
"Sudahlah Hani, aku tidak apa-apa" jawab Doni pelan.
Hani rupanya tak tinggal diam dengan kekalahan yang Doni alami.
Dirinya mulai mengeluarkan kekuatan es andalan nya.
Es dingin mulai berputar di atas tangan Hani, dan semakin lama semakin besar dan menggumpal
Tak menunggu waktu lama, es sudah berhasil dibuat dan berbentuk bola yang sangat besar
Bola itu makin membesar dan makin dingin. Suasana di kediaman dukun saori berubah menjadi sangat dingin. beberapa orang yang ada di sana mulai gemetar karena kedinginan
Doni yang berada disampinb Hani tampak nya tak terpengaruh dengan suasana dingin itu. Rupanya Hani menyelipkan penahan es di dada Doni sehingga Doni tak merasakan apa-apa ketika orang lain yang berada di samping nya kedinginan
Kekuatan es Hani mulai berputar dan mengarah tepat ke tubuh dukun saori yang renta
Akibatnya, tubuh dukun saori membeku karena dirinya tak mempersiapkan serangan Hani yang cukup mendadak.
Tubuh dukun saori menjadi kaku, tak dapat bergerak sama sekali.
"Waw, kamu telah berhasil mengalahkan Saori si tua renta brengsek"
"Sebaiknya, raga saori yang membeku kita buang ke laut" ucap Doni sambil tersenyum lebar
__ADS_1
"