Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
bab 8 (kekalahan yang memalukan)


__ADS_3

Doni dengan rasa percaya diri yang semakin meningkat membuat Alex semakin terpuruk saja.


Ketika Doni mengajak Alex untuk bertarung lagi, Alex dengan semangat yang hampir padam mencoba melayani keinginan Doni.


"Ayo, sekarang maju dan lawanlah aku" tantang Doni dengan wajah yang sangat sinis.


Alex berusaha melawan Doni dengan sekuat tenaganya, sementara itu Doni juga melawan Alex dengan kekuatan yang dimilikinya.


Kali ini, Doni mulai bisa menyeimbangkan tubuh nya dan mengontrol kekuatan nya.


Dalam hati Alex, timbul niat jahat.


"Seharusnya, ini kesempatan ku mengalahkan pangeran Zean"


"Jika aku menang, aku akan tetap di hukum karena melawan putra mahkota"


"Jika aku kalah pun, aku juga akan tetap dipermalukan oleh Pangeran Zean"


"Aku harus membunuh pangeran Zean sekarang"


"Jika dia terbunuh, pengikut ku pasti akan membantuku untuk memberontak kerajaan ini" gumam Alex sambil tersenyum sinis ke arah Doni yang saat itu berada dalam tubuh Pangeran Zean


Saat Alex mulai menyusun kekuatannya, sistem tiba-tiba berhenti secara ajaib. Tampak layar lebar berada di depan Doni.


Saat layar lebar berada tepat dihadapan Doni, suara misterius pun berbunyi.


"Lawan anda mengeluarkan kekuatan yang tak terduga sebelumnya"


"Kalahkan dia dengan kekuatan sistem yang anda miliki"


"Misi kami bekerja jika anda dalam bahaya"


"Cobalah beberapa item berikut untuk menumpas musuh"


"Pilihan ada pada anda"


"Jangan sampai salah memilih menu"


"Selamat berjuang" ucap suara misterius itu dan setelah suara misterius itu muncul, tombol hijau, kuning dan merah ada di depan Doni.


Sementara itu, alex dan seluruh penghuni istana terdiam seperti patung. Tak ada yang bergerak sama sekali.


Doni berusaha melihat ke sekeliling dan masih mencoba mencubit pipi Alex. Aneh nya, Alex tetap terdiam seperti patung, dan tak ada nafas maupun aktifitas yang dilakukan nya


"Aha,...benar-benar ajaib" ucap Doni tersenyum kegirangan.


"Aku harus secepatnya menggunakan tubuh tampan ini"


"Aku tak boleh lengah"


"Baiklah, aku akan memilih sistem kekuatan yang lebih tinggi dari kekuatan Alex" gumam Doni sambil memencet beberapa tombol yang ada di depannya.

__ADS_1


Saat memilih menu, muncul kekuatan Alex yang ternyata bisa terbaca pada sistem Doni.


"Hem, kekuatan Alex bagus juga"


"Dalam sistem, kekuatan Alex mencapai 75 persen" gumam Doni sambil mengamati layar komputer dengan sangat teliti.


Doni mulai memainkan tombol dan memilih menu sesuai keinginan nya. Kemampuan bermain game yang dimiliki Doni di dunia masa depan rupanya berguna dalam pertarungan di dunia game kali ini.


Setelah selesai memilih menu, sistem mengeluarkan suara misterius lagi.


"Anda sudah memilih kekuatan untuk digunakan melawan musuh yang ada di depan anda"


"Selamat berjuang"


"Cling" tiba-tiba layar yang ada di depan Doni hilang tak berbekas. Doni berusaha mencari layar itu namun tak ada lagi. Sementara itu, dunia terasa normal kembali.


Alex tampak mengeluarkan kekuatan nya dan anehnya kekuatan Alex dan gerakan Alex sama persis dengan yang ada di sistem.


Doni tentunya menguasai hal ini. Dengan penuh percaya diri, Doni mengeluarkan senjata penangkis kekuatan yang dikeluarkan Alex.


"Maafkan aku tuan muda Zean, aku harus menyerangmu" ucap Alex sambil melemparkan serangan nya ke arah Doni.


Seluruh penghuni istana terkejut melihat kekuatan penuh yang dimiliki oleh Alex.


"Tuan Alex, hentikan"


"Mengapa kau menyerang Pangeran Zean?"


"Hanya main-main belaka" ucap kasim suncaka kepada Alex.


Ucapan kasim Suncaka rupanya tak didengarkan oleh Alex. Energi Alex melaju dengan cepat menuju ke arah Doni yang saat itu berdiri tenang.


Kasim suncaka berusaha menangkis serangan itu namun tubuh kasim suncaka terpental sejauh 500 meter dari tempat semula.


Sementara itu, algojo istana juga menahan serangan Alex dengan kekuatan penuh yang dimiliki oleh mereka.


Namun, pertahanan mereka rupanya sangat lemah. Alex mempunyai kekuatan yang lebih dibandingkan penghuni istana yang lain.


Saat kekuatan Alex berhasil menembus beberapa pengghuni istana yang membantu pangeran Zean, terlihat Doni dengan muka sedikit tenang tersenyum lepas.


Hal ini membuat seluruh penghuni istana heran.


"Pangeran Zean, minggirlah"


"Kekuatan Alex sangat tinggi"


"Kau pasti akan kalah" ucap salah satu prajurit setia kerajaan Amenor.


Mendengar peringatan dari prajurit setianya, Doni tak menggubris nya. Dirinya percaya akan sistem yang baru saja di lihatnya.


Dengan tenaga yang baru saja diperoleh nya di sistem, akhirnya Doni berusaha menangkis kekuatan Alex yang besar itu.

__ADS_1


doni menahannya dengan perisa istana yang baru saja di dapatnya dari sistem yang muncul di layar ajaib, yang dibantu dengan arahan dari suara misterius yang ada di sistem.


Tentunya, perisa istana yang berbentuk seperti kotak muncul dengan ajaib di tangan Doni dan hal itu membuat seluruh penghuni istana terkejut.


"Hah, pangeran Zean mempunyai kekuatan baru?"


"Darimana dia belajar ilmu itu?"


"Setahu ku, pangeran Zean baru sadar dari pingsan nya dan tak ada satupun pelatih kungfu melatih kekuatan nya"


"Kenapa dia bisa mengeluarkan kekuatan aneh yang bisa membuat perisa ajaib?" ucap salah satu prajurit istana yang menyaksikan pertandingan itu.


"Sudahlah"


"Kita lihat apa yang akan terjadi"


"Apakah perisa pangeran Zean mampu menahan serangan Alex yang sangat dahsyat itu?"


"Para algojo yang sakti saja tidak mampu menahan serangan itu"


"Apalagi sang pangeran yang baru saja sembuh dari tidur panjangnya" ucap salah satu prajurit istana.


Mereka pun menonton pertandingan itu dengan seksama dan terdengar bunyi gemuruh yang sangat keras sekali hingga memekikkan telinga.


Energi yang telah dikeluarkan Alex rupanya telah sampai di depan Doni dan Doni mulai menahannya dengan perisanya


Kekuatan itu saling berbenturan dan kekuatan Alex berhamburan ke kanan dan kekiri membentuk suatu letupan kecil seperti petasan.


"Ha ha ha, kau tak kan bisa melawan ku Alex" ucap Doni sedikit mengejek.


Kekuatan Alex rupanya berterbangan ke segala arah dan tak bisa menembus perisa milik Doni.


Melihat hal itu, Alex terlihat sangat kecewa.


"Hai, Alex, kau beraninya melawan ku dengan seluruh kekuatan mu"


"Sekarang, terimalah serangan balasan dariku"


"Kau tunggu saja" ucap Doni sambil mengangkat perisa nya.


Perisa milik Doni rupanya menyerap kekuatan Alex yang tadi berbenturan dengan nya.


Kekuatan Alex mulai berputar putar menbentuk bola raksasa yang besar. Setelah membentuk bola raksasa yang besar, kekuatan Alex yang sudah diserap oleh perisa milik Doni mulai dikembalikan lagi oleh Doni ke arah Alex.


"Alex, terimalah kekuatan mu kembali"


"Sekarang, serangan yang kau arahkan kepadaku akan berbalik kepadamu"


"Ha ha ha" ucap Doni sambil memandang sinis ke arah Alex.


Melihat kekuatan nya berbalik arah menyerangnya, Alex mulai kebingungan

__ADS_1


__ADS_2