
Doni mulai bisa berpikir jernih kali ini. Mutiara putih yang dia dapat dari roh jahat rupanya sangat berguna untuk nya.
Dengan memperlihatkan mutiara putih yang baru saja diperolehnya, makhluk aneh itu mulai tunduk di hadapan Doni.
"mutiara apakah ini?"
"Bisa menundukkan makhluk yang sangat ganas"
"Apakah ini sebuah sistem?" gumam Doni sambil mengamati mutiara itu
Doni mulai menggenggam mutiara itu dan memasukkannya ke dalam kantong.
"Oh, rupanya mutiara itu yang bisa mengendalikan roh jahat"
"Kalau begitu, aku akan kembali ke sistem semula"
Doni segera membalikkan arah kembali ke tempat dimana dia diserang oleh roh jahat itu. Dan ternyata benar. roh jahat masih berputar-putar mengelilingi tempat dimana dia berada.
Kali ini, Doni tidak sendirian. Doni membawa serta makhluk aneh yang tadi dia temui untuk membantunya melawan roh jahat itu
Hanya dengan sekali serangan, roh jahat suruhan dukun Saori terjatuh satu persatu.
Dengan mudah, Doni mengambil permata di dada mereka.
"Oh, aku berhasil mengambil seluruh permata" Doni tersenyum senang
Hingga akhirnya, seluruh permata berada dalam genggamannya.
"Aku harus apakan permata ini?"
"Apakah akan aku simpan saja?"
"Dengan memegang permata ini, aku bisa mengendalikan siapapun" ucap Doni tersenyum kegirangan
Roh jahat yang kehilangan permata berbalik arah menuju ke kediaman dukun Saori. Hingga membuat terkejut seluruh orang yang ada di kediaman dukun Saori
suara dentuman keras membuat air dalam bejana milik dukun Saori menjadi tumpah.
"Oh, hal yanh diluar dugaan ku terjadi"
"Pangeran Zean telah bersekutu dengan iblis"
"Dia punya kekuatan tandingan melawan ku" ucap dukun saori sambil melihat ke arah bejana yang sudah kosong
Air dalam bejana tak tersisa lagi sehingga dukun Saori tak bisa melihat sosok Doni.
Perdana menteri limo dan Alex merasa kesal seketika karena dukun amdalan nya telah kalah. Tak ada lagi yang bisa diandalkan olehnya setelah ini.
Tabir penutup tempat kediaman dukun saori telah hilang. Roh jahat lari ke dunia nya masinv-masing karena tak bisa dikendalikan lagi oleh sang dukun.
"Mutiara itu telah hilang"
"Roh jahat, telah pergi ke tempat persembunyiannya"
__ADS_1
"Aku tak bisa mengendalikan" ucap dukun saori sambil berusaha mengaktifkan ilmu nya kembali.
Dukun Saori mulai membacakan mantra, kali ini dukun Saori tak main-main dalam melaksanakan aksinya.
Dirinya bekerja sama dengan beberapa roh lainnya yang masih tunduk kepadanya.
Sementara itu di tempat lain, Doni sudah mengumpulkan pundi-pundi uangnya di dalam kotak harta karun
"Sebuah kemenangan yang sangat besar bagiku"
Doni mulai menghitung harta karunnya dan dalam sistem dikatakan bahwa uang Doni dalam sistem adalah 10 milyar.
"Waw, uangku bertambah berkali-kali lipat"
"Aku harus segera menemukan Alex secepatnya dan pergi dari dunia ini membawa uangku"
"Di sekolah nanti, aku akan menjadi murid yang kaya pastinya" ucap Doni sambil memegang batu permata miliknya.
Karena sudah merasa yakin dia mengalahkan musuh nya para roh jahat, Doni mulai memasukkan 5 permata itu ke dalam sebuah sistem dan menukarkannya dengan sejumlah kekuatan.
"Cling"
"Anda menukarkan sistem kekuatan anda dengan permata roh"
"Kekuatan yang anda miliki 7 kali lipat" suara misterius itu mulai berbunyi lagi
"ya bagus lah"
"Aku akan kembali ke tempat dimana aku di serang pertama kali"
Sampailah Doni dimana dirinya diserang pertama kali oleh para roh jahat. Suasa kembali baik dan hening.
Doni melihat Amel dan kasim suncaka tetap berada di tempat semula.
"Oh, rupanya mereka tak bergeming sedikitpun dari tempat semula
"Pangeran Zean, kamu tidak apa-apa?" tanua Hani sambil menghampiri Doni yang semakin segar saja
"Oh, aku tidak apa-apa"
"Lihatlah aku"
"Sekarang, aku bisa mengaktifkan kekuatan ku kembali" jawab Doni
"Duduk lah pangeran"
"Aku ingin berbincang dengan mu sekarang" tiba-tiba Hani mengajak Doni untuk berbincang sejenak"
"Oh ya, baiklah"
"Kita berbincang di sana saja" Doni menunjuk suatu tempat yang sangat privasi hingga tak ada orang yang boleh berada di sana kecuali Doni dan Hani.
Amel melihat dari kejauhan dan tampak nya rasa cemburu mulai membakar dadanya.
__ADS_1
Sambil berusaha mengintip Doni dan Hani, Amel berusaha mendengar sedikit pembicaraan mereka berdua dengan perantara salah satu prajurit kepercayaan Doni yang diminta untuk berjaga di depan pintu.
"Oh, rupanya kau juga ingin membunuh Alex, sama sepertiku?" tanya Doni kepada Hani
"Benar pangeran Zean"
"Perdana menteri limo adalah ayah tiriku"
"Hubungan kami sedang tidak baik"
"Aku meminta kesempatan ingin menyerang mereka bersama pangeran Zean"
"Tentunya, jika misi ini berhasil, aku rela jadi selir pangeran" tiba-tiba saja Hani menawarkan diri dan tubuh nya untuk Doni
"Hah, gila sekali wanita ini"
"Belum pernah berinteraksi dan menyatakan perasaan masing-masing, dia telah menembak ku dari awal"
"Dia menyatakan cinta kepadaku, tanpa malu-malu?"
"Apakah dia tak malu jika nanti aku menolak nya" gumam Doni sedikit gelisah dengan perasaannya sendiri.
"Oh, tidak"
"Aku masih berusia 8 tahun, dan aku tak mungkin berpacaran dengan sosok wanita berusia 15 tahun"
"Terlalu tua bagiku walaupun dia cantik" gumam Doni memicing kan matanya
"Tapi, jika tidak aku terima, dia pasti akan kecewa dan dia tidak akan membantuku melawan perdana menteri limo"
"Apa yany harus aku lakukan untuk menenangkan wanita bodoh ini" gumam Doni berusaha berpikir untuk mencari jalan yang terbaik
"Hem, aku punya ide"
"Aku akan menerima cinta wanita bodoh ini, tanpa ada orang yang tahu selain aku dan dia"
Doni mulai bisa mengendalikan perasaannya dan menjawab pertanyaan Hani yang ditujukan kepadanya
"Iya, aku akan menerima cintamu, tapi dengan satu syarat" ucap Doni secara tiba-tiba
"Apa syarat nya pangeran?" tanya Hani penasaran
Tampak Hani menunjukkan wajah bahagianya. Senyum tersungging di bibir nya yang tipis.
"Kau harus merahasiakan hubungan kita dihadapan semua orang" ucap Doni
"Oh, kalau itu aku akan menuruti semua kemauan mu"
"Aku rela jadi selir utama bagimu"
"Tapi, jika kau lebih tidak keberatan lagi, aku mau juga jika kau pilih menjadi permaisuri mu kelak" ucap Hani tanpa ada rasa malu lagi
Doni tersenyum senang. Dengan ini, dia bisa memanfaatkan Hani untuk melawan perdana menteri Limo dan Alex yanh menjadi musuh utama nya dalam dunia ini.
__ADS_1
Di tempat lain, ada telinga yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Telinga prajurit yang berjaga di depan pintu kamar, dan prajurit itu adalah orang suruhan Amel.
Prajurit yang mendengar pembicaraan Doni dan Hani tak menyangka jika pangeran Zean akan sangat mudah mendapatkan cinta seorang wanita cantik seperti Hani