
Setelah kerjasama mulai terjalin antara iblis ming dan Alex, situasi gua normal kembali.
Alex dan perdana menteri Limo pergi untuk bersiap menghadapi pangeran Zean yang sedang berjalan menuju ke arah mereka.
"Oh, ayah"
"Hari ini, kita berada dalam puncak akhir"
"Kita harus menang dari pangeran Zean karena jika tidak, nyawa kita tak akan ada lafi di dunia ini" ucap Alex
"Iya, beberapa prajurit telah ada dan siap membantu kita"
"Kalau begitu, kita tunggu kedatangan mereka dan kita lawan sampai darah penghabisan" ucap perdana menteri limo.
Alex mulai sedikit lega karena sebelum dirinya pergi meninggalkan gua dimana iblis ming berada, iblis ming memberikan sesuatu kepadanya yaitu pedang iblis
Pedang iblis bisa menyihir seseorang menjadi apa yang mereka mau
Selain mempunyai kemampuan sihir, pedang iblis bisa menghisap kekuatan musuh dengan sangat cepat.
"Ayah, aku sekarang mempunyai pedang iblis"
"Jika aku ayunkan pedang ini ke arah pangeran Zean, aku akan menang dan seluruh prajurit pangeran Zean bisa aku ambil alih" ucap Doni dengan nada tinggi
"Iya, ayah akan selalu mendukung mu"
"Sebentar lagi matahari terbenam, ayo kita menuju ke penginapan terdekat" ucap perdana menteri limo sambil berjalan terlebih dahulu menuju ke penginapan terdekat
Di tempat lain, Doni sedang dalam perjalanan menuju ke tempat dimana Alex berada. Sistem yang ada di kacamata ajaibnya menunjukkan arah yang membingungkan. Rupanya pedang iblis yang dimiliki oleh Alex membuat sistem arah yang dibaca sistem menjadi kacau
"Oh, kemanakah Alex pergi?"
"Sistem menujukkan dua arah yang berbeda" gumam Doni sambil mengamati sistem kompas yang berputar tak tentu arah.
Doni mulai memutar kacamata ajaib nya.
"Sistem terasa kabur"
"Sejak tadi, aku berputar-putar saja" gumam Doni geram.
Hani yang saat itu ada di samping Doni mulai menepuk bahu Doni sehingga Doni terkejut dibuatnya.
"Oh, Hani"
"Iya pangeran"
"Maaf, sejak tadi pangeran sibuk dengan hal yang tidak aku tahu"
"Apa yang sedang pangeran pikirkan?" tanya Hani penasaran
__ADS_1
"Hani, kau tak perlu banyak tanya"
"Sekarang, kita berangkat ke tempat dimana Alex berada"
"Aku tak mau kehilangan kesempatan ini" ucap Doni sambil terus berjalan cepat menuju ke arah timur, sesuai dengan arahan terakhir dari sistem.
Sampai di suatu tempat, Doni merasakan ada orang yang sedang mengintai nya di balik pepohonan
"Cepat keluar"
"Siapa dibalik pohon itu?" tanya Doni sambil melemparkan sebuah pedang kecil miliknya
Tak menunggu waktu lama, Alex dan perdana menteri limo muncul dihadapan Doni
"Oh, rupanya pangeran Zean telah sampai di tempat ini" ucap Alex sambil tersenyum sinis.
Pedang iblis telah berada di balik punggungnya. Sementara itu perdana menteri limo juga membawa persenjataan lengkap dengan pelindung di kepalanya.
"Baiklah, kalau begitu, aku akan bunuh kalian sekarang jug" tantang Doni
Sistem Doni mulai bekerja. Kacamata ajaib mulai menunjukkan kekuatan yang dimiliki perdana menteri limo dan Alex.
"Nama : Alex"
Usia : 25 tahun
"Klan : iblis"
Hah, kekuatan pedang iblis yang dimiliki Alex mempunyai kekuatan tak terbatas
"Berarti, aku akan kalah?" gumam Doni sambil terus berusaha membaca sistem yang ada di depannya.
"Pangeran Zean, ayo kita bertarung sekarang"
"Aku tak sabar ingin membunuhmu" tantang Alex sambil tersenyum lebar
Melihat Alex menantang dan mengejek nya, amarah Doni kian memuncak. Tak sabar dengan ejekan yang menghinanya, Doni segera mengeluarkan seluruh kekuatan nya dan menyerang ke arah Alex.
Pedang pembunuh jiwa yang ada di punggung Doni mulai diaktifkan. Kekuatannya membuat langit yang ada di awan berwarna kehitaman karena aura pedang pembunuh jiwa milik nya sangat besar.
Alex hanya tersenyum saja melihat amarah Doni yang sangat besar. Dirinya sangat yakin jika pedang iblis miliknya mempunyai kekuatan lebih dari itu.
Kekuatan pedang pembunuh jiwa mulai terpancar dan diimbangi dengan pedang iblis milik Alex.
Angin kencang menyambar membuat seluruh prajurit maupun orang yang berada di tempat itu terpental ke tempat yang sangat jauh
Hanya Doni, Alex dan perdana menteri limo yang tetap berada di tempat semula. Sementara itu, tubuh Hani terpental ke arah barat.
Walau jarak Hani dan Doni sangat jauh, suara dentuman cukup keras tetap terdengar di telinga Hani maupun prajurit lainnya.
__ADS_1
"Oh, aku harus segera membantu Pangeran Zean untuk mengalahkan Alex dan perdana menteri Limo
Hani mulai melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana Doni dan Alex sedang bertarung.
"Oh, kenapa langkahku semakin dekat semakin berat?"
"Begitu kuatkah energi pedang yang mereka miliki sehingga arah tekanan sampai ke sini" gumam Hani sambil berusaha pergi ke tempat dimana Doni bertarung.
Karena tak kuat dengan energi pedang Doni dan Alex yang saling bertubrukan, tubuh Hani berkali-kali terpental dan Kejadian itu selalu berulang.
"Ah, sial"
"Tubuhku terpental lagi ke tempat semula" guman Hani sambil terus berpikir bagaimana cara agar dirinya bisa sampai ke tempat dimana Doni dam Alex berada.
Sementara itu, Amel berpegangan di batang sebuah pohon dan tubuh Amel sangat dekat dengan Doni dan Alex.
"Ah, kekuatan mereka sangat kuat"
"Aku tak percaya mereka mempunyai kekuatan yang sangat kuat seperti ini"
"Seperti bukan kekuatan asli mereka".
"Apakah mereka semua telah bersekutu dengan iblis?"
"Karena, kekuatan mereka hampir sama dengan kekuatan yang dimiliki oleh iblis" gumam Amel sambil terus berpegangan di batang sebuah pohon.
Hanya pohon yang di pegang oleh Amel yang tetap bertahan di tempat dimana Alex dan Doni sedang betarung.
Sementara, pohon lainnya sudah terbang bersama akar nya dan terlepas dari tanah.
Ternyata, pohon yang telah dipakai Amel untuk berlindung bukanlah pohon sembarangan. Ternyata dia adalah penjelmaan dari siluman dan bernama siluman pohon.
Akarnya sangat kuat menjulang panjang hingga mencapai ke dasar tanah.
Hanya pohon itu yang bertahan. Tempat Doni dan Alex yang sedang bertarung menjadi sebuah padang gurun yang gersang karena tak ada tumbuhan di sana.
Kekuatan panas yang terpancar membuat apa yang ada di dekat mereka terbakar kecuali siluman pohon dimana amel juga berada dalam perlindungan siluman itu.
Kekuatan pedang pembunuh jiwa mulai melemah karena tekanan pedang iblis milik Alex sangat besar dan kuat.
Tubuh Doni terpental beberapa meter dari tempat dimana dia bertarung dengan Alex
"Ah, sakit sekali" Doni merintih kesakitan akibat pukulan dari pedang iblis yang sangat kuat
"Aku telah kalah dalam game ini?" gumam Doni sambil berusaha bangkit lagi
Sistem menjelaskan bahwa kekuatan Doni tinggal 25 persen lagi
"Kekuatan anda hanya tinggal 25 persen"
__ADS_1
"Lakukan penukaran harta karun yang anda miliki untuk memperkuat sistem baru"