
Alex dan perdana menteri Limo rupanya telah sampai pada titik terakhir lorong pelarian yang ada di perbatasan istana.
Lorong itu ternyata lorong yang berbatasan langsung dengan hutan belantara. Banyak ular liar berada di sana.
"Ayah, kita telah berhasil lolos dari kejaran pangeran Zean"
"Sekarang, kita harus kemana dan apa yang harus kita lakukan?" tanya Alex sambil melihat ke sekeliling.
Hanya pepohonan yang dilihat oleh Alex dan suara hewan liar saja. Tak ada penduduk yang tinggal di hutan itu sehingga menambah seramnya hutan itu.
"Alex, kita telah berada di perbatasan kerajaan amenor dan kerajaan Royen"
"Pangeran Zean dan bala tentaranya tak mungkin sanggup mengejar kita"
"Banyak jebakan di setiap pintu dan jebakan itu sudah aku aktifkan" ucap perdana menteri Limo dengan penuh keyakinan.
"Kalaupun sanggup, itu adalah suatu keajaiban"
"Untuk menjaga pertahanan kita yang sudah hancur, kita harus secepatnya pergi dari sini menghindari kejaran mereka"
"Hari ini, kita akan pergi ke kediaman dukun saori"
"Hanya dia tumpuan kita saat ini"
"Secepatnya, kita akan lakukan serangan balasan dengan menggunakan kekuatan iblis, jika pangeran Zean berhasil melewati rintangan yang telah kupersiapkan di terowongan ini" ucap perdana menteri limo
"Baiklah ayah"
"Ayo kita segera pergi sekarang" ajak Alex
Mereka berdua pun pergi meninggalkan tempat itu dan langsung menuju ke tempat tinggal dukun Saori salah satu dukun andalan mereka.
Sementara itu, Doni mulai mendaftarkan sistem penukaran energi dengan kelima prajurit terlemah yang dimilikinya.
Tiba-tiba saja, sistem itu menyedot tubuh kelima prajurit Doni dan merubahnya menjadi warna yang beragam.
Terdapat warna merah, hijau, biru, kuning dan ungu yang menunjukkan tingkat kekuatan masing-masing prajurit.
Warna itu membentuk sebuah bongkahan lingkaran besar dan berputar di sekitar kepala Doni. Sementara itu, kasim suncaka dan prajurit lain diam tak menunjukkan gerakan kehidupan.
Rupanya, segala hal yang menyangkut kegiatan mereka diatur oleh sistem dan Doni lah yang bisa menguasai sistem itu.
Dalam sistem menyebutkan beragam kekuatan yang dimiliki oleh kelima prajurit tadi. Dan jika di gabung, kekuatan Doni bertambah 5 persen saja.
Doni sedikit menerima karena kekuatan seorang prajurit mengalami keterbatasan sehingga, penambahan energi sebanyak 5 persen sudah sangat cukup untuk menutupi energi yang sudah terbuang saat Doni berada di pintu pertama lorong istana.
Bola besar itu langsung merasuk ke dalam tubuh Doni melalui dada Doni. Lambat laun, bola itu semakin tak terlihat dan Doni merasakan tubuhnya sedikit menghangat.
__ADS_1
Warna tubuh Doni mulai bercahaya dan terdengar suara misterius di telinga Doni
"Anda berhasil melakukan pengisian daya sebanyak 5 persen"
"Lakukan pengisian daya sampai kekuatan tubuh anda mencapai 100 persen dan mendekati kekuatan penuh"
"Sisa daya dalam tubuh anda sebesar 85 persen dan hampir mencapai sempurna" ucap suara misterius yang muncul tiba-tiba
Doni mulai memejamkan mata dan setelah semua kekuatan telah merasuk dalam tubuh Doni, layar monitor yang ada di depan Doni menghilang misterius seperti biasanya.
Sementara itu, beberapa prajurit yang masih tersisa bersama kasim suncaka bergerak layaknya manusia normal lainnya.
Doni mulai melihat ke bawah kakinya, dan ternyata, raga prajurit yang sudah terserap energi nya oleh Doni hanya pingsan sementara dan mereka hanya tertidur saja.
"Aha, mereka tidak mati"
"Baguslah"
"Mereka akan aku tinggalkan disini untuk memulihkan energi mereka"
"Jika pintu terakhir terbuka, aku akan memanggil mereka kembali" gumam Doni sambil tersenyum senang.
Sementara itu, kasim suncaka mulai memberanikan diri untuk bertanya kepada Doni mengenai rencana Doni selanjutnya, apakau bersikeras untuk melanjutkan misi ini
"Pangeran Zean, kami telah menyerahkan kelima prajurit untuk tuan muda"
"Apakah masih kurang?" tanya kasim suncaka sambil menatap Doni yang saat itu sibuk dengan dirinya sendiri.
"Untuk sementara waktu, letakkan lah kelima prajurit di tempat ini"
"Setelah aku berhasil keluar dari lorong ini, aku akan menjemput mereka dan memberikan hadiah untuk keluarga mereka" ucap Doni sambil memalingkan wajahnya ke arah depan.
Tampaknya, Doni masih penasaran dengan rintangan selanjutnya.
Tampak pintu kedua masih tertutup dan hal ini menjadi tugas Doni untuk membuka rintangan ke dua.
Dengan segala keberaniannya, Doni segera membuka pintu kedua dalam lorong itu.
"Brak"
"Twing, twing...."
Timbul suara yang sangat keras hingga memekikkan telinga mereka semua.
Doni mulai menutup telinganya, begitu juga dengan kasim suncaka dan sejumlah prajurit lainnya.
Tampaknya dari atas lorong, terdapat pedang yang siap menekan tubuh orang yang lewat di sana.
__ADS_1
Beberapa prajurit mulai menahan tiang gua agar tidak menekan tubuh mereka, karena semakin memberikan tekanan ke bawah, tubuh mereka akan terhimpit dan pedang bisa saja menusuk tubuh mereka dengan kejam.
"Ah, sial sekali"
"Mengapa sistem pertahan yang disusun perdana menteri limo sangat kuat sekali"
"Akupun hampir tak sanggup untuk menepisnya" gumam Doni sambil terus memeras otaknya agar bisa menemukan sistem pencegahan dalam rintangan ini.
Saat pedang sudah hampir mendekati kepala mereka, Doni mulai menghidupkan sistem kekuatan yang dimilikinya.
Rupanya, dalam sistem ajaib yang dimilikinya, Doni memiliki beberapa topi pelindung, untuk menahan gempuran senjata yang hampir saja menghimpitnya.
Hanya saja, Doni memikirkan nasib kasim suncaka dan beberapa prajuritnya yang hampir saja terhimpit oleh tekanan dari atas.
"Aku harus bagaimana" gumam Doni sambil terus berpikir keras
Helm pelindung kepala milik Doni mulai dipakai oleh Doni.
Tampaknya, helm pelindung kepala yang Doni punya kuat menahan sebanyak 700.000 tendangan dan itu masih sangat kurang.
Dirinya harus mempunyai sistem yang bisa membuat pedang itu meleleh, agar tidak sampai menusuk mereka semua
Setelah mengaktifkan sistem yang dimiliki dan memakai helm kepala, Doni mulai membuka sistem layar dan memilih kekuatan yang masih tersisa dan alat perang yang masih dimilikinya kala itu.
Saat Doni mulai membuka sistem awal, muncullah namanya dan jenis kekuatan yang masih dimilikinya
Nama : Doni / pangeran Zean
usia : 18 tahun
kekuatan yang dimiliki : pedang pembunuh jiwa kekuatan daya 1000 mw
kacamata ajaib : kekuatan daya 5000 mw
sepatu tendangan super : kekuatan daya 4500 mw
kekuatan api : kekuatan panas 1000 derajat celcius
baju pelindung : berat jenis 1 kilogram, kekuatan pertahanan 100.000 tendangan.
helm pelindung kepala: kekuatan pertahanan 700.000 tendangan
hasrat cinta : 50 persen
Kekuatan lain tak terduga 1000 persen
"Hem, tampaknya kekuatan ku masih aman setelah baru saja aku mengisi daya.
__ADS_1
Dengan cepat, Doni memilih menu kekuatan api yang memiliki panas 1000 derajat celcius.
Sebelum menggunakan kekuatan panas itu, tubuh Doni dan seluruh prajurit bersembunyi di lorong pertama dimana lorong itu sebagai tempat pertahanan ketika mendapat serangan dahsyat di pintu masuk kedua.