Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
bab 30 (penemuan gemilang)


__ADS_3

Peperangan sengit pun terjadi. Doni sepertinya sudah sangat mahir memainkan sistem layar nya sehingga dirinya mulai bisa menjalankan misi-misi berbahaya dalam peperangan ini.


Doni mulai mencoba mengendalikan kasim suncaka saat kasim suncaka melakukan penyerangan kepada musuh nya.


Dalam layar, tertera gambar kasim suncaka beserta atribut dan kelengkapan persenjataannya dan Doni mulai iseng menekan tombol merah.


Seketika, kasim suncaka berhenti melakukan penyerangan. dan Duduk terdiam bagai patung.


"Hah, kasim suncaka mengapa kau diam saja?" gumam Doni penasaran.


Sementara itu musuh yang ada di depan kasim suncaka mulai memanfaatkan kesempatan ini.


"Wuih"


"Kalau begini caranya, aku bisa kalah" gumam Doni sambil mencoba menekan tombol yanh ada di bawah layar.


Doni mulai mengubah nya dengan menekan tombol hijau yang ada di bawah gambar kasim suncaka dan seketika kasim suncaka bergerak kembali melawan musuh yang ada didepannya.


"Hah, sungguh sangat lucu"


"Mengapa aku baru tahu tentang hal ini?"


"Aku bisa mengendalikan sistem ini dengan sangat mudah asal aku tahu caranya" ucap Doni kegirangan.


Sementara itu, kasim suncaka melirik ke arah Doni dengan wajah yang keheranan.


"Apa yang dilakukan tuan muda Zean hingga dirinya tertawa sendiri sambil melihatku?"


"Padahal, aku masih menahan musuh agar tidak sampai masuk ke pertahanannya" gumam kasim suncaka sambil meneruskan peperangan.


"Ah, kalau begitu, aku akan mulai mengendalikan sistem prajurit ku" gumam Doni sambil mengotak - atik sistem layar yang ada di depannya.


Dalam layar, tampak menu berbagai macam wajah prajurit kepercayaan nya lengkap dengan penutup kepala, baju pelindung, sepatu dan bahan pelindung lain.


"Apa yang harus aku pilih"


"Sepertinya, ini adalah permainan baru yang tidak pernah aku temukan dalam game manapun selama aku bermain"


"Jika aku sudah kembali ke dunia nyata dan menyelesaikan misi ini, aku akan membuat aplikasi baru yang mirip dengan game ini"


"pasti seru" ucap Doni sambil tertawa terbahak-bahak.


Pilihan kekuatan prajurit telah ada di depan layar, dan Doni mulai menjatuhkan pilihan menyerang musuh dengan tembakan.


Doni mulai membeli fitur tembakan modern dengan point miliknya.


"Point ku tersisa 1000 point dan ini cukup untuk membeli senjata pistol"


"Pasti mereka sangat terkejut saat aku membeli menu ini karena jaman mereka tak kan ada jenis pistol yang seperti di layar"


"Oh, tapi bagaimana jika mereka tak dapat menggunakannya?" gumam Doni

__ADS_1


Doni terus saja berpikir dan muncullah ide cemerlang yang ada di kepalanya saat itu.


"Hem, mengapa aku sangat bodoh sekali?"


"Bukankah seluruh prajurit dan kasim Suncaka bisa aku kendalikan dari sini?"


"Kalau begitu, aku akan mencobanya" gumam Doni sambil memilih point yang dia miliki.


"Kasim Suncaka, bawa prajurit kita mundur sebentar" ucap Doni memanggil kasim suncaka yang saat itu sedang memimpin penyerangan.


"Kenapa tuan muda?"


"Apakah Tuan muda akan menyerah begitu saja dengan kekuatan musuh?" tanya kasim suncaka keheranan.


"Tidak kasim suncaka"


"Aku akan menyusun kekuatan baru"


"Mundurlah beberapa langkah menjauh dari mereka" ucap Doni memberikan perintah kepada kasim kepercayaannya itu.


"Baiklah Tuan ku, aku akan memimpin mereka dan mengarahkannya untuk segera mundur" ucap kasim suncaka


"Prajurit, kita mundur" ucap kasim suncaka memberikan arahan kepada para prajurit nya


Mendengar perintah kasim suncaka, beberapa prajurit pun segera mundur dan mamatuhi semua perintah.


Saat prajurit pengikut Doni mundur diikuti oleh kasim suncaka, Pihak lawan terlihat tersenyum senang dan tertawa terbahak-bahak.


"Kalian mudah menyerah rupanya"


"Kalian tak kan mampu melawan kami" ucap salah satu pemimpin prajurit lawan.


Doni hanya terdiam sambil memainkan layar yang ada di depannya.


"Silahkan memilih menu dibawah ini" ucap suara misterius yang ada di layar


Menu terbuka dan beberapa pilihan ada di depan Doni saat itu.


"Ya, aku berhasil" ucap Doni sambil berteriak senang.


Doni segera menekan tombol penyelesaian dan akhirnya senjata pistol muncul dan berada di tangan setiap prajurit yang ada.


"Sistem persenjataan lengkap"


"lakukan penembakan ke arah musuh"


"Setiap penembakan yang sukses akan menambah point berkali lipat " ucap suara misterius memberi arahan.


Doni segera mengarahkan tembakan ke arah musuh.


Segala hal yang dilakukan prajurit Doni rupanya dibawah kendali Doni sang penguasa game saat itu.

__ADS_1


"Dor..."


"Dor..." bunyi tembakan bersahutan dari arah prajurit Doni yang sudah diberikan persenjataan lengkap oleh Doni melalui sebuah sistem


Musuh yang ada didepan rupanya kalang kabut dibuatnya. Mereka berlarian karena salah satu teman mereka yang terkena tembakan langsung terkapar ditanah dan mengeluarkan darah segar.


"Hah, senjata apakah itu?"


"Mengapa mereka mempunyai senjata yang biasa dipakai para dewa"


"Mereka menyerang dari kejauhan" ucap salah satu prajurit musuh.


Saat prajurit musuh mulai mendekat, mereka akan mati sia-sia karena menerima tembakan bertubi-tubi dari beberapa prajurit kepercayaan Doni.


Sementara itu, kasim suncaka dan prajurit yang memegang sistem persenjataan lengkap sangat bingung dengan apa yang terjadi pada mereka.


Mereka seperti merasakan dikendalikan oleh seseorang tanpa bisa melawan. Tubuh mereka seperti boneka yang bisa dimainkan sesuka hati.


"Hah, kasim, apa yang terjadi pada tubuh kita?"


"Mengapa kita seperti dikendalikan oleh seseorang?"


"Aku tak bisa mengontrol atas apa yang aku lakukan" ucap salah satu prajurit sambil berteriak.


Mereka sangat kebingungan melihat ada benda yang tiba-tiba berada di tangan mereka dan tanpa mereka sadari, jari jemari mereka sangat lihai memainkan pistol itu ke arah musuh.


"Kita pasti akan menang melawan musuh untuk kali ini"


"Tapi, aku tak bisa mengendalikan tubuh ku sendiri" ucap salah satu prajurit kepercayaan Doni.


Mereka semua melirik ke arah Doni dan melihat Doni menunduk entah apa yang dilakukan nya.


Sementara itu Doni menunduk karena melihat layar kontrol dan memainkan mereka sesuka hati.


"Ah, berhasil"


"Aku akan menang kalau begini caranya" ucap Doni kegirangan.


Tembakan melesat ke arah dimana musuh Doni berada. Baju pelindung mereka rupanya bisa ditembus oleh peluru sehingga mereka terkena tembakan bertubi-tubi


darah berceceran di mana-mana. Pasukan perdana menteri limo kalah telak dengan prajurit Doni. Dan Doni dengan sikap nya yang acuh mulai mengambil nomor kematian mereka satu persatu dan menyimpannya di kotak harta karun milik nya


"Kalau begini terus, aku bisa cepat kaya" ucap Doni sambil tersenyum lebar.


Setelah seluruh lawan kalah dan menyerah, Doni menghentikan remot kontrol nya dan prajurit yang ada di depannya mulai lemah lunglai akibat terlalu keras dalam melakukan penyerangan.


"Kalian semua, apa yang kaliam rasakan?" tanya Doni kepada beberapa prajuritnya


"Tuan Muda Zean, kami sangat lelah entah kenapa"


"Tubuh kami seperti ada yang mengendalikan" jawab salah satu prajurit

__ADS_1


__ADS_2