Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)

Masuk ke Dunia Game (menjadi pangeran di kerajaan amenor)
bab 12 (Kesan pertama)


__ADS_3

Doni mengaduh kesakitan karena Amel menekan lukanya dengan sangat kuat sekali.


"Ah sakit, pelan-pelan Amel" ucap Doni sambil meringis kesakitan


"Ah, ini hanya dunia game".


"Luka yang aku alami palsu" ucap Doni sambil mencoba memencet lukanya.


"Ah, ternyata tetap sakit" ucap Doni sambil terus mengamati lukanya.


Sementara itu di istana perdana menteri Limo, terlihat Alex sedang menunggu kedatangan Amel yang memang telah berjanji memasak kan makanan enak untuknya


"Kemana Amel, lama sekali dia" gumam Alex dalam hati.


Alex berusaha berdiri melihat ke jendela kamarnya. Dia berusaha melihat dari jendela apakah Amel sudah berjalan menuju ke tempat kediamannya karena Alex sudah memperhitungkan bahwa waktu Amel keluar dari tempat kediamannya sampai sekarang sudah sangat lama sekali.


Amel keluar dari tempat kediamannya pagi hari, dan sampai matahari hendak terbenam, amel tak kunjung muncul menemuinya


Sementara itu, koki istana yang bertugas melayani Alex sudah datang menawarkan menu sore hari kepada Alex, namun oleh Alex tawaran itu ditolak.


"Tuan ku, tuan boleh memilih menu untuk sore ini" ucap salah satu koki istana yang masih merupakan anak buah dari lin lin ibunda Amel.


"Tidak"


"Aku tak mau makan hari ini"


"Amel sudah berjanji akan memberi makanan untuk ku hari ini"


"Pergilah dulu" ucap Alex sambil memandang terus ke arah jendela. Alex tak mau menghilangkan kesempatan baik ini yaitu kedatangan amel dengan membawakan masakan untuknya.


Dirinya jarang merasakan masakan Amel yang terkenal sangat enak.


"Baiklah tuan"


"Nanti, jika tuan butuh saya, panggil saya tuan"


"Saya siap melayani tuan Alex" ucap koki istana itu.


Koki istana itu akhirnya pergi menuju ke tempat memasak.


Dirinya tak melihat ada Amel di sana. Karena rasa penasaran, koki istana yang bernama ibun langsung bertanya pada kepala koki istana yaitu lin lin yang masih merupakan ibu dari Amel.


"Permisi koki kepala, apakah Amel ada di sini memasak?" tanya ibun kepada lin lin


"Oh, kau mencari putriku?"


"Saat ini, putriku berhenti memasak lagi karena pangeran Zean telah memanggil nya untuk menemani sepanjang waktu"


"Entah kapan amel bisa kembali memasak"


"Untuk sementara, masakan untuk pangeran Zean aku yang melaksanakan" ucap lin lin kepada ibun.

__ADS_1


"Oh ya, soal nya tuan Alex saat ini sedang menunggu kedatangan Amel.


"Putrimu berjanji akan memasakkan makanan lezat untuk nya" ucap ibun kepada lin lin.


"Kalau itu aku tidak tahu menahu"


"Sepertinya, Amel tak dapat melaksanakan janjinya"


"Lebih baik, kau kembali menemui Tuan Alex dan mengatakan yang sebenarnya" ucap lin lin.


Setelah berkata demikian, Lin lin segera pergi ke dapur karena pangeran Zean selalu meminta makanan ringan tiap 2 jam sekali dan lin lin berpikir keras untuk membuat menu kudapan itu agar pangeran Zean tak bosan.


"Sungguh aneh"


"Pangeran Zean kecil, makannya tak sebanyak ini"


"Saat dia sadar dari pingsan nya, dia berperilaku aneh, seperti yang tidak pernah memakan masakan istana" gumam lin lin sambil terus memasak.


Sementara itu, Amel yang saat itu berada di kamar Doni mulai teringat akan janji nya kepada Alex.


"Hah, aku lupa, aku sudah berjanji kepada Alex"


"Aku akan memasak untuknya"


"Bagaimana ini?" gumam Amel dalam hati.


Amel berusaha mencari cara bagaimana dia bisa keluar sebentar dari kamar Doni.


Karena tak ingin Alex kecewa, Amel pelan-pelan pergi meninggalkan Doni tanpa sepengetahuan Doni.


Sementara itu, kasim suncaka yang berjaga di depan pintu kamar Doni menegur Amel dengan berkata


"Putri Amel, kau mau kemana?" tanya Kasim suncaka sambil melihat amel dari kejauhan


"Kasim Suncaka, aku harus keluar dari kamar pangeran Zean sebentar saja"


"Aku sedang ada urusan penting" ucap Amel sambil pergi meninggalkan kasim suncaka.


Sementara itu, Doni tertidur pulas di kasur nya yang empuk. Dalam tidurnya, Doni bermimpi bertemu dengan seorang lelaki yang sangat mirip dengan dirinya.


"Siapakah kau?" tanya Doni sambil memandang ke arah laki-laki misterius itu.


"Perkenalkanlah"


"Aku pangeran Zean" ucap lelaki misterius itu


"Hah, kau pangeran Zean?"


"Bukankah kau adalah aku di dunia game?" tanya Doni penasaran


"Lelaki itu tersenyum tipis dan berkata"

__ADS_1


"Saat ini, aku berada di perbatasan dua dunia"


"Aku harap, kau bisa membantuku" ucap lelaki misterius itu.


Tak sempat Doni berbicara, tiba-tiba saja Sosok lelaki misterius yang mengaku pangeran Zean menghilang. Doni memangil pangeran Zean dengan sangat keras namun tak ada sosok lelaki misterius itu.


"Tuan muda Zean, ayo bangun"


"Apakah kau sedang bermimpi buruk?" tanya Kasim suncaka kepada Doni.


"Hah, apakah aku bermimpi?"


"Di dunia game bisa bermimpi aneh"gumam Doni dalam hati sambil mengamati disekitar nya


Sementara itu, Alex yang berada di istana perdana menteri limo terus menunggu Amel hingga dirinya merasa bosan. Saat Alex mulai kesal, tibalah koki istana ibun mendatangi nya. Tujuan koki ibun adalah mengabarkan bahwa amel tak kan mungkin bisa memasak untuk nya karena saat ini amel sedang berada di tempat kediaman pangeran Zean.


"Oh, ibun, ada apa kau kemari?" tanya Alex


"Tuan ku Alex, saat ini amel tidak berada di dapur istana"


"Pangeran Zean memerintahkan kepadanya untuk menemani nya di istana dan tak tahu sampai kapan" ucap ibun kepada Alex


"Tidak mungkin"


"Amel sudah janji kepadaku bahwa dia akan datang kemari sore ini" ucap Alex dengan nada serius.


"Percayalah padaku tuan Alex"


"Amel tak kan datang menemuimu" ucap ibun sambil membawakan makanan untuk Alex.


Alex sedikit percaya dengan perkataan ibun karena sejak dia kecil, ibun yang selalu menyediakan makanan untuknya.


"Baiklah ibun"


"Kalau begitu, letakkan makanan itu di mejaku" ucap Alex.


"Baiklah Tuan" jawab ibun.


Ibun segera meletakkan masakan untuk Alex dan setelah memberikan makanan untuk Alex, ibun segera pergi menuju ke tempat penghuni istana yang lain.


Sementara itu, Alex tetap berusaha menunggu Amel sampai amel datang namun sampai larut malam, Amel tak datang menemuinya.


Karena rasa lapar yang amat sangat, akhirnya dengan penuh keterpaksaan, Alex memakan makanan yang sudah disediakan oleh ibun dengan perasaan yang kecewa.


"Zean, kau telah mempermalukan ku"


"Kau juga telah merebut perhatian Amel dariku"


"Aku akan membuat perhitungan dengan mu suatu saat" ucap Alex sambil menatap ke arah jendela.


Rupanya, Alex masih berharap kedatangan Amel yang memang telah berjanji akan datang menemui nya hari itu.

__ADS_1


Sementara itu, Amel dengan terburu-buru menuju dapur istana. Tampak nya Amel ingin meracik makanan untuk Alex.


__ADS_2