Memory After Memory

Memory After Memory
Bang Tony VS Anita


__ADS_3

Keesokan harinya aku bangun dari tidurku dan ku harap aku kemarin hanya bermimpi.


'Tok..tok..tok..'


"Den... den Iraz makanan sudah siap den, mau makan di bawah atau bibi antar ke atas" terdengar suara bi Iyah di balik pintu.


"saya ke bawah saja bi tunggu sebentar" jawabku


"iya den,," suara anak tangga sepertinya bibi sudah turun ke dapur.


setelah mandi aku makan dengan bibi, pak Ilham dan Udin walaupun berbeda bangku mereka makan di bangku dapur.


kangen juga sama mama dan papa rasanya.


"den mau bawa mobil sendiri atau Mak ilham anter?" tanya mang Ilham menghampiri ku


"Bawa sendiri aja mang, mang ilham biar servis mobil papa yah katanya seminggu lagi papa mama mau pulang.


"Iya den, di bengkel biasa kan"


"iya mang ini uangnya yah mang, jangan lupa minta struknya" aku menoleh mengingatkan.


"Siap Den..." mang Ilham mengambil uangnya dan mengacungkan jempol pada ku.


Ku parkir mobil dan berjalan ke arah Fakultas Hukum tidak terlalu jauh karena letak gedungnya di depan setelah Fakultas ilmu Kesehatan.


tiba-tiba langkahku terhenti, gadis itu dia duduk di bangku taman depan kampusku, entah apa yang dia lakukan di sini, sebelumnya aku tidak pernah melihatnya di sekitar fakultas Hukum, ohh tidak ini semua bukan mimpi kan Tuhan..


aku mulai mendekatinya cantik parasnya, hidung mancung, mata hitam dgn bulu mata yg lentik. membuatku merasa ada sesuatu di hati ini yang berbeda dari sebelumnya. seperti ada desiran lain, aku ingin minta maaf secara langsung padanya, tapi semakin aku mendekat semakin kencang rasa itu....


Tiba-tiba Anita memanggilku, "Anita Soesilo Diningrat" teman dekat ku di kampus yang sudah sudah ku anggap seperti adik ku sendiri, pertama kali bertemu dia sudah dekat dengan ku mungkin karena orang tua kami juga berteman, ayahnya menitipkan Anita kepada ku selama beliau dinas jauh dr nya, dia anak dari seorang Kedubes ayahnya memang suka tugas di berbagai belahan dunia sudah seminggu Anita tidak masuk kuliah cuti liburan katanya.


karena senangnya sampai lupa aku dengan gadis bermata hitam itu, seketika aku menengok ke tempat gadis itu duduk, tapi bangku itu sudah kosong, mejanya pun sudah rapi. Ya Tuhan aku kehilangan dia lagi, siapa Namamu aku harap kita bertemu lagi.

__ADS_1


sebenarnya aku ingin mencarinya, pasti dia belum jauh dari sini. tapi tangan Anita yang seperti nya tidak mau melepaskan ku, dan aku juga belum siap untuk melukai nya.


Kami tiba di kantin kampus,


"kring..kring..." hp ku berdering


"iya bang" bang tony


"Lo dimana?" tanyanya


"di kantin bang kenapa?"


"gw kebetulan di depan kampus Lo, gw kesitu yah"


"iya bang" kepala ku mengangguk-angguk, lalu ku matikan ponselku.


"siapa?" tanya Anita sambil mengangkat alisnya


"bang Tony nita, katanya mo kesini"


"ngak tau Nita" aku mengamati kedua bahu ku.


"kamu ngak bilang kan aku disini" tanyanya


"Ngak Nita, emang kena..?"


belum aku melanjutkan perkataan ku Nita langsung memeluk dan pergi meninggalkan ku


"Makasih makan siangnya aku pergi dulu" dia sedikit berlari dan melambaikan tangan padaku.


Bang Tony adalah sepupu ku dari ayah dia alumnus universitas ini hanya beda jurusan dia mengambil Ekonomi Bisnis dan siang ini kesini hanya untuk mencari ku katanya.


"Raz..." panggil bang Tony

__ADS_1


"Em-eh sudah sampai bang" sahut ku malas


"Habis makan sama siapa?"


tanyanya setelah dia lihat piring ada dua piring diatas meja ku.


"Anita bang.." jawabku jujur


"ohh... terus kemana dia?" sambil celingukan ke semua arah.


"Dah kabur bang habis aku bilang Abang mau kesini, emang ada apa sih bang sama anita" aku unjuk gigi, dia terdiam tapi aku bisa baca sepertinya ada sesuatu antara bang Tony dengan Anita.


"Ya udah ras, gampang lah itu, ada yang mau aku omongin, gw mau minta tolong ras sama Lo"


"iya bang kenapa?" ku tenggorokan kepala ku ke arahnya.


"besok Sabtu ada acara ngak?"


tanyanya


"ngak ada bang, emang kenapa?" jawab ku cepat


"bantuin Abang yah, Besok pembukaan Cafe Banana, Abang pengen band Lo tampil di acara tersebut, biar semat pengeluaran sekaligus promosikan band Lo ras" gimana mau gak ?" tanya kak Tony sambil melipat tangannya.


"Tuh kan pasti ada maunya deh, bayarannya ada donk bang, kan gw ngak enak sama yang lain" sambil melempar pandangan ke belakang.


"iya... nanti adalah sedikit bayaran nya, gimana ras mau yah?" seraya mendekati ku


"Nah gitu donk bang simbiosis Mutualisme, deal yah bang!"


ku acungkan kepalan kepadanya dan tangannya di silangkan ke tangan ku. "DEAL"


Aku segera memberitahukan tentang rencana manggung besok ke teman band ku, dan syukur lah mereka sedang tidak ada acara juga, kami akan memainkan tiga buah lagu.

__ADS_1


kami berlatih untuk perform besok karena takut mengecewakan Abang juga, kami sepakat memberikan penampilan yang terbaik.


__ADS_2