Memory After Memory

Memory After Memory
Gadis Itu


__ADS_3

*Prof Iras*


aku 'Viras Mulya Pratama' Mahasiswa semester 8 Fakultas ilmu Hukum Internasional di Universitas Jakarta.


Siang itu setelah ujian ku selesai aku berencana pergi ke studio music, teman-teman ku sudah menunggu di sana 10 menit yang lalu.


"iya nih gw baru selesai ujian bel, hp gw harus mode off tadi. iya gw langsung meluncur kesana" panggilan suara ibal yang baru bisa ku angkat.


'okeh kan Lo tau ngak ada Lo ngak rame... hehehee'


"Ah paling juga ngak ada yg bayarin makan hahahaa"


'cepet yah raz....kita tunggu'


'tut..Tut..Tut...' Sial langsung di tutup, tiba-tiba aku berlari saat belokan di lorong aku sepertinya menabrak seseorang.


"Bruk"


"A-uuuww sakit" keluh suara seorang di belakang ku.


Entah rem kaki ku blong atau apa, aku hanya menyenggol sekejap sambil mengatakan maaf.


Mata hitam cantik itu, menatap tajam ke netra ku. Aku berlalu tanpa menghiraukan dia.


Studio Music


"ras, yang bener donk, suara Lo ngak nyambung sama music nya. dah Dateng telat ngak fokus lagi"

__ADS_1


Angga menegurku, memang benar pikiranku masih belum bisa fokus dengan kejadian tadi, wajahnya tidak asing bagiku, seperti gadis itu pernah datang di mimpi ku, mata hitam tajam cantik itu seperti sedang menghipnotis ku.


"Iraz......!! ehh malah bengong, Lo denger ngak, klo lagi ada masalah kita udahan aja ayok, besok lanjut lagi latihan nya" ehh aku menengok ke arah Dendi.


"I-ya sorry bro,," aku mencoba meminta maaf kepada semuanya


ku taruh mic ku dan berjalan ke arah sofa di pojok ruangan itu.


"ada masalah ?" tanya ibal mulai mendudukkan gitarnya dan mendekati ku.


"ngak bel, cuma mikirin soal ujian aja, tadi kayaknya gw jawab asal-asalan deh" aku mencoba berbohong.


"Kan dah selesai ras, masih bisa Lo perbaiki juga, semoga aja ngak remedial" Angga menepuk pundak ku.


"ehmm... kita makan aja yuk, gw yang traktir. dah laper juga ini perut habis mikir..." aku coba mengalihkan pembicaraan.


"mau makan dimana?" tanyaku


"gw lagi pengen Junk food ras, bosen makan masakan rumahan terus" Dendi mengeluh


"Hahaha... ya iyalah wong orang tua Lo pengusaha warteg, yah klo ngak habis masa mo di buang" tawa Angga sambil memegang perutnya.


"bisa aja Lo, hahahaaa" Dendi ikut tertawa.


"ywdah kita ke situ saja yah, aku menunjuk makanan cepat saji yang namanya sudah terkenal di dunia"


"lo aja yang pesen yah den nih uangnya, gw mau 1 spaghetti spesial sama cola" ku keluarkan tiga lembar uang kertas berwarna merah keatas meja.

__ADS_1


"okeh bro, yang lain?" Dendi menatap ibal dan Angga bergantian.


"dah burger aja kita ngak lagi laper banget kok den" sambil melambaikan tangan ke pada Dendi.


kira-kira 15 menit kemudian Dendi datang dan membawa nampan berisi penuh makanan yang sudah kami pesan tadi.


"wahhhh... ini mah Lo yang pesan yah den, ayam Doble segala"


"Hahahaaa mumpung bel,,"sambil mengigit ayam.


"Den, kembaliannya mana ini di struk kembali 68 ribu" tanya ku sambil mengambil struk tersebut.


"Ah Lo raz, uang segitu mah ngak ada artinya pasti buat Lo pasti, Noah gw kasih pegawai Mc* habis Imut banget orangnya, Cantik ras, ramah murah senyum pula, rezeki anak Sholeh emang ngak kemana" sambil senyum senyum menyantap ayam goreng kesukaan nya.


aku menoleh ke tempat yang diarahkan kepala Dendi, gadis bermata hitam cantik itu, apa dia wanita yang sama dengan yang tadi ku tabrak?!


"untung gw yang kesana tadi, klo Lo ras pasti udah gw kalah star deh".


Dendi masih saja bicara sambil mengunyah makannya.


rasanya ingin aku menghampirinya tapi kulihat dia tersenyum pada seorang pria, mungkin pel***** resto tersebut ku perhatikan dari jauh, senyumnya ramah dia terlihat senang dengan kehadiran orang tersebut. Dadaku kenapa jadi perih rasanya padahal aku tak mengenal gadis itu, ku urungkan niat ku untuk menghampiri nya berharap mungkin dia bukan orang yang sama yang tadi ku lihat.


Jam 7 malam akhirnya aku sampai di rumah, rumah ku berada di lingkungan elit, ayah ku seorang pengusaha properti bisnisnya sudah melambung sampai ke luar negeri. aku kadang harus tinggal sendiri di rumah mewah ini, tapi Alhamdulillah ada bibi Iyah dan pak Ilham dan bang udin yang menemani aku.


aku menaruh tas diatas meja belajar ku, lalu ku rebahkan badan ini ke kasur. lelahnya hari ini begitu banyak kejadian yang tiba-tiba membuat otak ku berfikir keras hari ini, hati ini rasanya ada yang berbeda, hanya karena seseorang.


dan kurasakan lama-lama mata ku terpejam, semakin dalam dan entah mungkin esok aku akan bangun dan menyadari kejadian ini hanya mimpi.

__ADS_1


__ADS_2