Memory After Memory

Memory After Memory
Pengirim Misterius


__ADS_3

"Bel, sudah sampai" ucap pria itu menghentikan mobilnya tepat di sebuah rumah besar bergaya Eropa dan terlihat beberapa mobil mewah ada di balik pagar tinggi berwarna coklat tersebut.


"Key aku ini rumah ku, mau mampir dulu ngak?" pertanyaan tiba-tiba dari bella ku jawab dengan gelengan kepala.


"Lain kali saja bel, hari sudah malam"


"Ya sudah kalau begitu, aku duluan yah" bella tersenyum kepadaku.


"Nanti kabari aku yah kalau sudah sampai rumah, salam buat Tante Puspa" bella berkata pada pria di sampingnya lalu mencium pipi pria itu, aku langsung membuang muka uhhh kenapa juga aku harus melihat adegan tersebut.


Setelah beberapa detik Bella keluar


"Euummmm... apa saya supir anda, nyonya Kenya?!" sindir pria itu menyentaku, dan aku paham sekali maksudnya, aku langsung keluar mobil dan duduk di kursi depan sebelah kemudi.


Ku tunggu beberapa menit tidak ada kalimat apapun yang meluncur dari mulutnya hening sekali, berbeda saat tadi bersama Bella.


sebelas dua belas sih dengan dok satria sebenarnya.


Beberapa menit berlangsung masih tidak ada suara dari mulut kami berdua, dia lalu memutar musik pada audio mobil ya.


'Saat aku tertawa diatas semua


Saat aku menangisi kesedihanku


Aku ingin engkau selalu ada


Aku ingin engkau aku... kenang


Selama aku masih bisa bernafas


Masih sanggup berjalan


ku kan slalu memujamu


Meski ku tak tahu lagi


engkau ada dimana


Dengarkan aku


ku merindukanmu....'


Aku menghela nafas berat, entahlah mendengar lagu ini hati ku sedikit teringat seseorang, iya sampai saat ini jujur aku sudah berusaha melupakannya, dan mencoba membuka hati ku untuk orang lain. Tapi maaf kan aku Tuhan itu sangat sulit,, ibu dan ayah ku meminta ku untuk segera menikah, tapi apa aku harus menikah dengan orang yang tidak ku suka.


"Lagi mikir apa key?" ahh... pria itu akhirnya buka suara juga.


"Ahh tidak ada... ehmm maaf saya lupa nama anda?"


"Mulya!" Mulya tek! kepala ku berfikir keras, aku tatap pria itu ahh bukan dia berbeda batin ku, pria itu masih fokus menyetir.

__ADS_1


"Kenapa ada yang salah atau anda tertarik dengan ku?"


"Ahh maaf anda salah paham, saya hanya pernah mempunyai teman yang namanya sama dengan anda" aku menghela nafas, bisa-bisanya pria ini bicara seperti itu.


"Apa dia seorang yang spesial untuk mu?"


"Bukan hanya teman biasa"


"Ohh ku harap pria itu tampan seperti ku" ku tatap lagi pria itu, fokus menyetir tanpa ekspresi apapun setelah mengatakan hal tersebut.


"Euumm.. Kalian sudah lama bersama, maksudku Bella dan Mulya?" tanya ku sedikit ragu.


"Lumayanlah kami kenal sudah lama, sekitar 3 tahun, sebenarnya aku dan Bella sama-sama menyukai orang lain, tapi karena karena orang tua kami menjodohkan kami berdua, jadi kami mencoba berhubungan lebih dekat" Mulya bercerita mata nya masih menatap ke depan jalan.


"Ohhh, begitu ya," aku mengangguk kan kepala tidak jelas.


"Kenapa, aneh yah?!" pria itu tertawa pelan.


"Ehh,, itu urusan kalian, aku tidak mau ikut campur" iya tebakan dia benar aku sebenarnya ingin tau, tapi buat apa juga itu urusan mereka.


"Lalu apa kamu juga menyukai pria itu?"


"Aku,,! maksudmu satria?"


"Iya siapa lagi, apa banyak pria yang dekat dengan mu?!"


"Kalau ngomong jangan asal yah! sebenarnya aku dan dia hanya dekat saja, kami tidak ada hubungan special" ihh pria ini bertanya seperti ngajak ribut.


aku memilih diam agar topik ini cepat selesai, kenapa juga dia harus bicara masalah ku.


"Tolong Berhenti di pinggir jalan saja yah Mulya" dia menginjak rem memakirkan mobilnya di tempat yang ku tunjuk.


"iya terima kasih atas tumpangannya, saya permisi dulu" baru saja aku turun dari mobil, dan ku lihat Mulya ikut keluar dari mobil dan berjalan ke arah ku.


"Aku antar sampai depan rumah, bukan nya aku mencemaskan mu, tapi aku hanya memegang janji Bella dan satria untuk mengantarmu sampai rumah" ujarnya membuatku tarik nafas, terserahlah.


Kami berjalan dalam diam, sekilas aku menengok ke arahnya, kulihat ekspresinya datar. Jalan dari depan ke rumahku sepertinya angker kalau di dekat pria ini, padahal masih banyak orang berlalu lalang di sekitar lingkungan rumahku. tidak seperti dok sat yang selalu menggangguku dan mengajakku bercanda.


"Jadi kamu bekerja di rumah sakit Citra harapan key?"


"ehmmm... emang aku pernah cerita yah"


"Bella yang cerita kalau satria bekerja di sana"


"Ooohh....iya kami bekerja di satu rumah sakit, karena sering terlibat menangani pasien bersama kami jadi dekat, tapi hanya sebatas itu saja" duhh nih mulut jadi ngabahas dok sat lagi.


"sudah sampai, ini rumahku, sekali lagi maaf merepotkan karena harus mengantarku pulang" sebenarnya aku ingin menolak saat dia ingin mengantarkan ku Samapi depan rumah, karena aku malu dengan keberadaan rumah ku, tidak kecil sih, kami punya kamar masing-masing walaupun kecil hanya terisi kasur, lemari dan meja belajar, dan kami punya halaman sedikit tapi aku yakin jika di bandingkan dengan rumah dok sat atau Bella jauh sekali perbedaannya.


"Tidak apa-apa, masuklah, sudah malam salam untuk kedua orang tua mu" dia menangkupkan kedua tangannya lalu berlalu dari hadapan ku.

__ADS_1


Pria yang aneh batin ku, tapi tetap saja ketampanannya menutupi segalanya.


----------$$$$$$$$$$$---------


Hari ini aku mendapatkan jadwal libur, karena sebelumnya aku menggantikan dinas teman ku. masih pegal rasanya kaki ku ini, untunglah saat semalam aku pulang kedua orang tua ku sudah tidur, jadi aku tidak perlu di interograsi oleh mereka.


"Key boleh ibu masuk?"


baru saja aku ingin melanjutkan tidurku, tapi kudengar ibu berbicara dari balik pintu.


"Iya Bu masuklah"


"Ini ada karangan bunga Lily untuk kamu" aku melongo saat ibu memberikan satu buket bunga Lily putih kepada ku.


"Dari siapa Bu, apa ada nama pengirimnya Bu?" ibu mengangkat bahu dan menggeleng.


"Justru itu, ibu mau tau tapi disitu tertulis untuk kamu key" iya sih ada kertas di selipkan diantara bunga yang tertulis untuk Kenya Nadira Lestari. tunggu di balik kertas ini tertulis kata 'I Miss You' aku balik lagi sebelum ibu melihatnya.


"Semalam pulang jam berapa key?"


aku terkekeh baru di omongin, eh bener kejadian.


"Pulang jam 10 bu, mobil dok satria ban nya kempes dan karena sudah malam tidak ada bengkel yang buka di daerah situ bu, tapi untungnya ada teman dok sat yang rumahnya satu arah dengan Kenya jadi Kenya ikut sampai rumah"


"Ya sudah kalo gitu, kalau mau makan sarapan sudah siap yah nak"


"Siap Bu Bos"


Setelah kepergian ibu, aku masih berfikir siap yang mengirimkan bunga cantik ini pagi-pagi sekali pula, emang sudah ada yah toko bunga yang buka.


'Dreeeetttt' piawai ku berbunyi Pangilan 'dok Satia?' aku segera menekan tombol hijau pada hp ku.


"Assalamualaikum, Pagi dok?"


'Waalaikum salam key, kamu sudah bangun?'


"ehmm, sudah dong, dokter dimana?"


'Sudah sampai rumah sakit nih, mau ada jadwal operasi pagi ini jam 9, Untung tadi tidak makan waktu lama pengerjaannya key, jadi bisa tepat waktu sampai sini'


"Syukurlah dok kalo gitu, semangatt yahh dok"


'Ginana mau semangat kalo kamu off hari ini' aku tersenyum mendengar kat-kata itu, tapi dok sat memang selalu bercanda, jadi aku tidak pernah memasukan dalam hati.


"Ehmmm... ya sudah masih ada beberapa menit, udah dulu telephone nya yah, dokter sarapan dulu ok"


'Iya key, kamu benar perutku benar-benar lapar saat ini, sudah dulu yah see you key'


"Iya dok, semoga operasinya berjalan lancar"

__ADS_1


Ku pikir tadi dok sat yang mengirimkan buket bunga ini, tapi kalau dengar ceritanya tadi, tidak mungkin dia pengirimnya, dan kalau pun dia orangnya pasti dok sat akan langsung bercerita. I Miss you siapa yang merindukan aku? kenapa harus pakai teka teki segala kalau memang merindukan hari gini kan bisa via tlp, Vidio call dan chat Mensos aneh sekali pikirku.


__ADS_2