
Cuaca siang ini benar-benar panas deh, apa karena perasaan aku saja yah, rasa dahaga tiba-tiba menusuk di tenggorokan ku, ingin sekali menyeruput es campur di kantin bu imas rasanya. tapi kalau tidak ingat simpanan uang ku yang makin menipis pasti aku sudah lari ke sana untuk memanjakan tenggorokan ku.
beda dengan Vicka yang selalu cukup bahkan lebih dari cukup uang jajannya kalau hanya sekedar membeli semangkuk es campur, tapi aku tahan ego ku aku tidak enak jika harus di traktir terus oleh teman ku ini.
"Panas banget yah key siang ini" Vicka sambil menutup kepalanya dengan buku.
"iya Vic, jadi pengen masuk keruang ujian lagi Vic" benar terik sekali mataharinya.
"Aaarrrchhh....." tiba-tiba aku menarik rambutku
"Tadi tuh harusnya jawaban ku bukan yg itu" gerutu ku pada diri sendiri
"ehh key, udah donk! mau diapain juga lembar jawaban udah nggak di tangan Lo" sahut Vicka kesal
"Iya sih, tapi kesel banget tau kenapa tadi nggak kepikiran sih" aku masih aja menyesali jawaban soal yang tadi telah ku kerjakan.
__ADS_1
"Kalau Lo tau jawabannya, itu namanya bukan soal ujian hehehe" Tyas terkekeh meledek ku.
Iya kok aku egois banget yah setiap ada tugas aku selalu ingin mendapatkan nilai sempurna, dari dulu hanya itu yang aku andalkan karena ekonomi keluarga ku bisa di bilang menengah ke bawah.
iya demi bisa sekolah aku harus jadi tiga besar, bukan untuk mendapatkan beasiswa tapi ayahku tidak mau menyekolahkan aku di sekolah swasta. karena memang penghasilan beliau hanya cukup untuk memenuhi kehidupan keluarga kecil kami.
kalau nilai rapot ku berkurang satu angka saja pasti akan ada hukuman untuk kami. pengurangan uang jajan dan Omelan nya yang aku nggak siap denger rasanya. maklum ayahku berprofesi sebagai polisi, disiplin dalam pekerjaan dia terapkan juga di rumah, aku jadi sudah terbiasa dengan yang namanya keprihatinan, tapi aku sangat bersyukur ibu bisa menyisikan sedikit tabungannya untuk biaya pendidikan ku.
Bruk!! "A-aw sakit!!"
aku merasa tertabrak seseorang dari belakang.
"aku buru-buru" sambungnya lalu berlari lagi.
"Hei bung lain kali hati-hat-" suara ku mendadak hilang, wajah itu seperti seseorang... lalu berlari lagi.
__ADS_1
"gila yah tuh orang!! dah salah bukan berhenti dlu, ngak pernah diajarin minta maaf secara sopan kali yah"
"Udah Vic gw nggak papa kok" jawabku sambil memegang bahu ku, yg aku rasa merah karena tabrakan tadi.
"orang nabraknya ngak pake Rem gitu, pasti sakit tuh key"
"nggak kok, bener nanti kalo sakit gw cari orang nya"
bohong banget gw padahal sakit pundaknya tau, yang nabrak laki-laki tinggi besar gtu.
"ywdah nanti Lo ajak gw juga yah" "kalo dia nggak mau tanggung jawab, gw laporin dia ke dosen BP"
gaya nya Vicka sambil bertolak pinggang.
"eh apa tuh key" Vicka menunjuk sesuatu yang sepertinya bukan milik ku terjatuh di tanah.
__ADS_1
"Kayaknya kartu mahasiswa deh Vicka" tanpa aba-aba aku ambil kartu itu, dan aku tercengang begitu ku baca nama yang tertera pada kartu persegi panjang itu "Viras Mulya Pratama" ku kucek kembali mataku, mungkin tadi aku sedang halusinasi atau mataku ini salah membaca nya mungkin.
Ya Tuhan... ini..... ???